RADAR BALI - Lantai bursa domestik kembali mengawali pekan dengan tekanan yang cukup berat.
Menutup paruh pertama perdagangan (Sesi I) hari Senin, 8 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih didominasi oleh tekanan jual sekunder (selling pressure).
Koreksi ini membuat indeks komposit rawan melanjutkan tren pelemahan (downtrend) ke rentang posisi baru.
IHSG Rawan Uji Support 5.395
Berdasarkan analisis gelombang teknikal, pergerakan indeks hari ini diprediksi masih berpeluang melemah ke rentang 5.395 hingga 5.412.
Untuk perdagangan hari ini, rentang pergerakan indeks diperkirakan berada pada beberapa titik krusial:
MNC Sekuritas: Level support di 5.517 dan 5.381, dengan level resistance di 5.941 dan 6.588.
Pilarmas Investindo Sekuritas: Mengindikasikan area pergerakan yang cenderung melemah pada rentang support-resistance di 5.370 hingga 5.730.
Rapor Merah Akhir Pekan (Jumat, 5 Juni 2026)
Ketidakpastian di awal pekan ini merupakan imbas langsung dari hantaman keras yang melanda bursa domestik menjelang akhir pekan kemarin.
Pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, IHSG ditutup merosot tajam sebesar 4,20% atau terpangkas 245,02 poin ke level 5.594,76.
Sementara itu, indeks likuid utama LQ45 ikut merosot 3,9% ke posisi 557,74.Secara mingguan (weekly), performa indeks mencatat rapor yang sangat pekat dengan akumulasi penurunan mencapai 8,69%.
Runtuhnya indeks pada akhir pekan lalu ditandai oleh beberapa poin penting berikut:Sektor Terpuruk: Seluruh sektor saham kompak memerah. Sektor transportasi memimpin kejatuhan sebesar 5,97%, disusul sektor energi yang turun 5,73%, serta sektor industri yang merosot 5,72%.
Statistik Transaksi: Sebanyak 626 saham melemah, 108 saham menguat, dan 81 saham stagnan. Frekuensi perdagangan mencapai 2.190.237 kali dengan volume 37,3 miliar lembar saham.
Nilai transaksi harian melonjak hingga Rp31,4 triliun, yang salah satunya dipicu oleh transaksi jumbo di pasar negosiasi pada saham TPIA senilai Rp8,8 triliun.Kurs Rupiah: Di saat bersamaan, posisi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah bertengger di kisaran Rp18.020.
Kombinasi Faktor Penggerak Pasar
Aksi lepas aset massal ini dipicu oleh akumulasi sentimen makro yang cukup pekat. Di ranah global, eskalasi konflik baru di Timur Tengah akibat serangan rudal Iran ke Israel memicu kekhawatiran atas stabilitas wilayah dan prospek gencatan senjata.
Sentimen ini langsung membuat bursa saham Asia merah padam, di mana indeks Kospi Korea Selatan memimpin kejatuhan dan Nikkei Jepang menukik tajam.Kondisi tersebut diperparah oleh aksi jual (sell-off) di sektor teknologi Wall Street pada akhir pekan lalu, yang otomatis memicu pelarian modal asing (capital outflow) keluar dari pasar berkembang seperti Indonesia.
Investor domestik kini cenderung memilih opsi wait and see seraya mencermati pergerakan rupiah dan keputusan BI-Rate mendatang.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Meskipun laju indeks masih tertahan di zona bearish, sejumlah analis melihat penurunan ini sebagai peluang untuk melakukan akumulasi bertahap pada saham-saham tertentu melalui strategi teknikal:
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Buy on Weakness
Saham ANTM sebelumnya terkoreksi tipis 0,36% ke level 2.750 akibat tekanan jual.
Area Beli: 2.690 - 2.740
Target Harga: 3.020, 3.200
Batasan Risiko (Stoploss): Di bawah 2.6302.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – Buy on Weakness
BRMS ditutup terkoreksi 1,92% ke level 510.
Area Beli: 494 - 510
Target Harga: 610, 660
Batasan Risiko (Stoploss): Di bawah 4823.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – Buy on Weakness
MBMA sebelumnya sempat menguat 0,46% ke level 434 yang disertai dengan masuknya volume pembelian.
Area Beli: 390 - 418
Target Harga: 472, 520
Batasan Risiko (Stoploss): Di bawah 3744.
PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) – Sell on Strength
DAAZ menguat cukup signifikan sebesar 7,60% ke level 1.840 disokong volume pembelian. Investor disarankan melakukan aksi ambil untung terlebih dahulu.
Area Jual: 1.930 - 2.070
Selain saham-saham di atas, riset dari Pilarmas Investindo Sekuritas juga menyarankan pelaku pasar untuk mencermati pergerakan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sebagai alternatif investasi pada perdagangan hari ini.***
Editor : Ibnu Yunianto