Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Galungan di Depan Mata, Harga Bawang di Tabanan Meroket, Tomat Naik 40 Persen

Juliadi Radar Bali • Rabu, 10 Juni 2026 | 09:20 WIB
PANTAU LANGSUNG PASAR : Petugas Disperindag Tabanan yang melakukan pemantuan harga sejumlah barang kebutuhan pokok di pasar tradisonal. (juliadi) 
PANTAU LANGSUNG PASAR : Petugas Disperindag Tabanan yang melakukan pemantuan harga sejumlah barang kebutuhan pokok di pasar tradisonal. (juliadi) 

TABANAN, Radar Bali.id - Kabar kurang sedap mendatangi para ibu rumah tangga di Tabanan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 mendatang.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Rp 16.250 per Liter Mulai Hari Ini 10 Juni 2026, Cek Rincian Lengkapnya

Pasalnya, sejumlah harga barang kebutuhan pokok dan bumbu dapur di pasar-pasar tradisional mulai kompak merangkak naik. Komoditas bumbu dapur jenis bawang menjadi yang paling agresif melambung tinggi.

Baca Juga: Update Harga BBM Terbaru per 7 Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Diesel Nonsubsidi Turun Tajam

Berdasarkan data berkala pemantauan harga kebutuhan pokok pada minggu kedua di bulan Juni 2026 yang dirilis Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Tabanan, lonjakan tajam terjadi pada bawang putih yang meroket hingga 36 persen, disusul bawang merah yang ikut mengganas dengan kenaikan 20 persen.

Secara rinci, harga bawang putih terpantau melonjak drastis dari Rp33.000 per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram. Sedangkan untuk bawang merah yang semula bertengger di harga Rp40.000, kini merangsek naik menjadi Rp48.000 per kilogram. Kenaikan duo bumbu dapur utama ini menjadi yang paling mencolok di tengah fluktuasi harga bahan pangan lainnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada saat dikonfirmasi pada Selasa, 9 Juni 2026 Wita mengungkapkan, khusus untuk lonjakan harga bawang putih, hal itu sangat dipicu oleh faktor eksternal. ”Bawang putih ini masuk komoditas yang paling diburu masyarakat menjelang hari raya. Karena pasokan dalam negeri masih mengandalkan keran impor, otomatis harganya sangat dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing,” jelasnya.

Tak hanya sektor perbawangan, komoditas sayur-mayur juga terpantau ikut terkerek naik akibat menyusutnya volume produksi di tingkat petani lokal akibat faktor cuaca. Sayur kol atau kubis merangkak naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram (naik 25 persen), sawi putih dari Rp12.000 menjadi Rp14.000 per kilogram (naik 17 persen), dan sayur hijau dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram (naik 25 persen). Yang paling fantastis adalah tomat, mencatat rekor kenaikan tertinggi mencapai 40 persen, yakni dari Rp10.000 menjadi Rp14.000 per kilogram. Sementara kentang naik tipis dari Rp15.000 menjadi Rp16.000 per kilogram.

Kendati demikian, para konsumen sedikit bernapas lega lantaran ada beberapa komoditas yang justru harganya menukik turun akibat melimpahnya pasokan di pasaran. Di antaranya kelapa yang turun dari Rp11.000 menjadi Rp9.000 per butir (turun 18 persen), cabai merah keriting dari Rp65.000 menjadi Rp60.000 per kilogram (turun 8 persen), kencur dari Rp50.000 menjadi Rp42.000 per kilogram (turun 16 persen), serta udang segar yang melorot dari Rp80.000 menjadi Rp70.000 per kilogram.

Sementara untuk komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging, dan telur ayam terpantau masih relatif stabil. ”Kenaikan harga menjelang Galungan ini sebenarnya pola lumrah tahunan karena hukum pasar, di mana ada peningkatan permintaan yang sangat masif dari masyarakat, khususnya pada bumbu dapur dan bahan canang,” tandas Sukanada. [*]

Editor : Hari Puspita
#harga kebutuhan pokok #hari raya galungan #disperindag #sayur mayur #inflasi