NEGARA, Radar Bali.id – Menjelang perayaan Hari Raya Galungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana bergerak taktis membentengi daya beli masyarakat.
Untuk menekan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap meroket di pasaran, Pemkab menggelar operasi pasar murah secara maraton yang menyasar tiga pasar tradisional utama selama tiga hari beruntun.
Baca Juga: Gelontor Beras 5,5 Ton di Pasar Murah untuk Harga Beras Stabil di Buleleng
Aksi jemput bola ini dimulai di Pasar Tradisional Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, kemudian berlanjut ke Pasar Banjar Tengah, Kecamatan Negara, dan ditutup di Pasar Umum Pekutatan, Kecamatan Pekutatan. Operasi pasar murah ini mulai dibuka sejak pukul 10.00 Wita dan langsung diserbu oleh emak-emak yang mengantre tertib.
Pantauan di lokasi pada Jumat, 12 Juni 2026, puluhan warga datang silih berganti memanfaatkan momentum ini untuk berburu sembako yang dibanderol jauh di bawah harga eceran tertinggi pasar. Langkah preventif ini sengaja digenjot untuk mengantisipasi gejolak harga beras dan komoditas bumbu dapur jelang hari raya besar umat Hindu, Galungan dan Kuningan.
Petugas Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Jembrana, I Putu Gede Mahaputra, 39, menerangkan bahwa komoditas yang digelontorkan dalam operasi pasar kali ini tidak main-main. Pihaknya menyiapkan sedikitnya 3 ton beras SPHP kemasan 5 kilogram, 60 dus atau setara 720 liter minyak goreng kemasan, serta 150 krat telur ayam ras. ”Seluruh komoditas tersebut dibagi rata di tiga titik pasar sasaran,” jelasnya.
Harga yang dipatok panitia memang dijamin bikin kantong warga bernapas lega. Minyak goreng kemasan dijual Rp 15 ribu per liter, sementara di pasar umum masih nangkring di kisaran Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu. Telur ayam dibanderol miring Rp 50 ribu per krat, sedangkan harga normal pasar masih berkisar Rp 52 ribu hingga Rp 53 ribu. Sementara beras SPHP dijual Rp 57 ribu per sak ukuran 5 kilogram, selisih sekitar Rp 1.000 lebih murah dari pasar.
Tak hanya melayani penjualan eceran atau satuan, panitia di lapangan juga berinovasi menyediakan paket sembako murah segelondong seharga Rp 122 ribu. Paket praktis ini berisi satu sak beras SPHP, satu liter minyak goreng, dan satu krat telur ayam. Dari pantauan di meja kasir, komoditas telur ayam menjadi barang yang paling licin seketika diburu warga karena harganya yang sangat miring.
Dengan digelarnya pasar murah ini, Pemkab Jembrana berharap intervensi pasar ini mampu menjaga stabilitas harga pangan, sehingga beban dapur masyarakat Jembrana menyambut hari kemenangan Dharma melawan Adharma bisa ditekan seminimal mungkin. [*]
Editor : Hari Puspita