Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nah! Jelang Galungan Dekat, Harga Cabai Rawit di Karangasem Ngamuk Tembus Rp 90 Ribu

Zulfika Rahman • Senin, 15 Juni 2026 | 06:06 WIB
MELONJAK HARGANYA: Pedagang cabai di pasar Karangasem. (dok. Radar Bali)
MELONJAK HARGANYA: Pedagang cabai di pasar Karangasem. (dok. Radar Bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id – Menjelang Hari Raya Galungan, ket ket getaran kenaikan harga kebutuhan pokok mulai mencekik kantong emak-emak di Kabupaten Karangasem.

Paling mencolok, harga komoditas cabai rawit mengalami lonjakan signifikan. Hingga Minggu (14/6/2026), harga si pedas kecil ini sudah menembus angka Rp 90 ribu per kilogram dan diprediksi masih berpotensi terus merangkak naik.

Baca Juga: Jelang Galungan dan Kuningan, BULOG Bali Jamin Stok Pangan Aman hingga 10 Bulan ke Depan

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Amlapura Timur, Ni Ketut Sariani, 52, mengungkapkan bahwa meroketnya harga bumbu dapur ini tidak terjadi dalam semalam.

Baca Juga: Harga Cabai Tembus Rp 85 Ribu, Pedagang Bakso dan Ayam Geprek di Karangasem "Ngap-ngapan"

Selain cabai rawit, komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih juga ikut-ikutan kompak naik. ”Naiknya bertahap, sudah sejak beberapa minggu terakhir,” ujarnya saat ditemui di lapaknya pada Minggu (14/6/2026) pagi sekitar pukul 08.00 Wita.

Sariani merinci, untuk saat ini harga bawang merah melonjak di angka Rp 50 ribu per kilogram, bawang putih Rp 40 ribu per kilogram, tomat Rp 18 ribu per kilogram, serta cabai merah besar Rp 40 ribu per kilogram. ”Paling tinggi naiknya ya harga cabai kecil (rawit). Kemungkinan besar bisa terus naik mendekati hari H raya,” sambungnya ketir-ketir.

Berbanding terbalik dengan bumbu dapur, harga komoditas daging di bumi segehan ini terpantau masih cukup jinak dan stabil. Namun, para pedagang memprediksi ketenangan harga ini tidak akan bertahan lama. Lonjakan harga daging babi dan ayam diproyeksikan baru akan terjadi pada H-2 jelang Galungan seiring tingginya permintaan untuk keperluan penampahan.

”Sekarang harganya masih stabil. Mungkin dekat Galungan, pas penampahan baru naik,” kata salah seorang pedagang daging di pasar setempat, Ni Nyoman Murniani, 48, pada Minggu (14/6/2026). Saat ini, harga daging ayam ras masih bertahan di angka Rp 45 ribu per kilogram dan daging babi di kisaran Rp 85 ribu per kilogram.

Menyiasati ugal-ugalan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan ini, Pemerintah Kabupaten Karangasem tidak tinggal diam. Melalui dinas terkait, Pemkab langsung tancap gas menggelar pasar murah di sejumlah titik. Melalui langkah taktis ini, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan komoditas pangan dengan harga miring dan stabil. Kegiatan serupa dipastikan akan terus diguyur secara bergantian ke desa-desa untuk mengendalikan inflasi agar tidak melonjak makin drastis. [*]

Editor : Hari Puspita
#kebutuhan pokok #hari raya #galungan dan kuningan #karangasem #kenaikan harga