Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lepas dari Jerat Lintah Darat, Pelaku Usaha Mikro Jogja Tembus Grand Final PFL 2026

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 23 Juni 2026 | 21:24 WIB
Iin Sutiyani, nasabah PNM Mekaar asal Yogyakarta yang berkesempatan menggelar lapaknya di partai puncak PFL 2026. 
Iin Sutiyani, nasabah PNM Mekaar asal Yogyakarta yang berkesempatan menggelar lapaknya di partai puncak PFL 2026. 

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Panggung Grand Final Pro Futsal League (PFL) 2026 ternyata tidak sekadar menyajikan adu taktik dan perebutan trofi juara.

Di sudut arena, denyut nadi ekonomi wong cilik ikut berdetak kencang lewat kehadiran 20 nasabah PNM Mekaar yang diberi panggung khusus untuk menjajakan produk mereka sepanjang kompetisi kasta tertinggi futsal tanah air tersebut.

Langkah PNM yang bertindak sebagai sponsor utama PFL 2026 ini membawa misi ganda.

Bukan cuma urusan memajukan olahraga, melainkan juga menyuntikkan energi bagi para pelaku usaha ultra mikro agar bisa naik kelas, merasakan langsung atmosfer pasar berskala nasional, sekaligus memperluas jaringan bisnis mereka.

Kehadiran ruang pameran semacam ini krusial .Sebab bagi pengusaha kecil, keterbatasan pasar sering kali menjerat mereka dalam keputusasaan ekonomi, hingga akhirnya terperosok ke dalam perangkap manis namun mematikan dari para rentenir. 

Bagi warga prasejahtera, lintah darat kerap menjadi jalan pintas saat isi dompet menjerit. 

Prosesnya memang instan, namun buntutnya menyisakan lilitan bunga tinggi, setoran harian yang mencekik, hingga teror psikologis yang merusak ketenteraman keluarga. 

Akibatnya, alih-alih modal usaha berkembang, keuntungan dagang justru habis tak bersisa hanya untuk menutup lubang utang yang tiada bertepi.

Fenomena inilah yang coba diputus lewat program pembiayaan yang aman, terstruktur, serta dibarengi dengan edukasi berkala.

Salah satu potret perjuangan itu melekat pada sosok Iin Sutiyani, nasabah asal Yogyakarta yang berkesempatan menggelar lapaknya di partai puncak PFL 2026. 

Iin mengenang masa-masa kelamnya saat saban hari mesti berkejaran dengan penagih utang harian. 

Di tengah kondisi suaminya yang didera sakit, usaha kecilnya harus menanggung beban ganda. 

Titik balik baru dirasakannya setelah ia memutuskan bergabung dengan PNM Mekaar. Perlahan namun pasti, ia mendapatkan modal yang sehat dan bisa mengelola usahanya tanpa rasa cemas. 

Baginya, bisa menginjakkan kaki dan berjualan di ajang sebesar Grand Final PFL adalah sebuah lompatan besar yang membuatnya merasa dihargai sebagai pelaku usaha kecil.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa filosofi pemberdayaan perempuan ultra mikro sejati tidak melulu soal mengucurkan dana segar.

Lebih dari itu, substansinya adalah memberikan ruang bernapas yang lebih lega, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk mandiri. 

Ketika kaum perempuan ini berdaya, dampaknya diyakini bakal berantai, mulai dari kesejahteraan keluarga hingga perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.

Lewat etalase di PFL 2026 ini, PNM menyelipkan asa agar semakin banyak pelaku usaha mikro yang merdeka dari jerat rentenir dan mampu berdiri tegak di kaki sendiri. 

Editor : Rosihan Anwar
#pro futsal league (pfl) #pnm mekaar