Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Multiplier Effect PKB ke 48:  Belum Genap Dua Pekan, Omzet Kuliner Raup Rp 1,8 Miliar

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 25 Juni 2026 | 06:11 WIB
LARIS: Pengunjung saat membeli makanan/kuliner di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) ke 48 tahun 2026 di kompleks Art Center Denpasar. (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)
LARIS: Pengunjung saat membeli makanan/kuliner di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) ke 48 tahun 2026 di kompleks Art Center Denpasar. (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) baru berjalan 11 hari, namun nilai transaksi penjualan di hajatan Pemprov Bali tersebut telah mencapai Rp 1,8 miliar. Sektor kuliner menjadi penyumbang terbesar dibandingkan dengan sektor kerajinan. Artinya, multiplier effect dari hajatan seni dan budaya tahunan ini cukup signifikan.

​Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh mengatakan, per kemarin (23/6/2026), omzet lebih dari Rp 1,8 miliar berhasil dikumpulkan dari UMKM kuliner saja.

Hal ini menjadi bukti bahwa PKB tidak hanya berfungsi sebagai wadah hiburan dan pelestarian seni, melainkan juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi di Bali.

​"PKB mendatangkan dampak yang lebih besar. Tidak hanya seni budaya, tetapi perputaran ekonomi juga berjalan beriringan,” ucap Tri Arya, kemarin (24/6).

​Ia berharap, melalui acara yang berlangsung selama satu bulan ini, para pelaku UMKM kuliner Bali dapat memperkenalkan produk olahan mereka sekaligus memperoleh keuntungan ekonomi.

​"Kalau masalah target omzet penjualan, kami membandingkannya dengan omzet penjualan PKB tahun lalu," paparnya.

​Pemerintah Provinsi Bali sendiri memfasilitasi stan secara cuma-cuma alias gratis bagi 72 UMKM di Bali. Mereka dibagi menjadi dua kloter agar seluruh peserta bisa mendapatkan manfaat secara merata dari berjualan di area Taman Budaya Art Center.

​Sebelum diizinkan berjualan, para pelaku UMKM tersebut telah melewati proses kurasi. Tujuannya agar jenis kuliner yang dijajakan lebih bervariasi, mulai dari makanan berat, minuman, jajanan tradisional Bali, hingga kuliner yang menggunakan bahan baku produk lokal Bali lainnya.

​“Kami mengutamakan makanan tradisional khas kabupaten/kota se-Bali," tegasnya.

​Dengan fasilitas stan gratis tersebut, Pemprov Bali memastikan produk kuliner yang ditawarkan terjamin higienis dan dijual dengan harga standar.

Kondisi ini berbeda dengan stan kuliner pasar malam di area Banjar Kedaton yang lokasinya berdampingan dengan Taman Budaya Art Center.

​"Jika ada yang meragukan harga kuliner, silakan konfirmasi dengan daftar menu yang sudah tersedia. Pelaksanaan kuliner kami bersih total, baik dari sisi penyajian, pengelolaan sampahnya, maupun bersih dari pungli,” tutur Tri Arya.

​Sebagai catatan, jumlah omzet penjualan UMKM kuliner pada tahun lalu mencapai kisaran Rp 5 miliar. Tahun ini, angka tersebut diharapkan bisa melampaui capaian sebelumnya.

​"Kami selalu optimistis. Jika pun nanti target tidak tercapai, UMKM kami tetap memperoleh keuntungan karena keikutsertaan mereka dalam ajang PKB ini sepenuhnya difasilitasi oleh pemerintah," pungkasnya. (f

Editor : M.Ridwan
#PKB ke 48 tahun 2026 #kedai kuliner #transaksi penjualan