Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nah! Penerapan E-Money di Terminal Gilimanuk Sukses Dongkrak Pendapatan Daerah hingga 50 Persen

Muhammad Basir • Senin, 29 Juni 2026 | 06:57 WIB
Ilustrasi pembayaran pakai e-money. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi pembayaran pakai e-money. (gambar digital gemini/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id – Penerapan sistem pembayaran nontunai atau e-money di Terminal Manuver Gilimanuk dan Terminal Penumpang Gilimanuk terus dievaluasi secara berkala.

Kendati masih menyisakan sejumlah kendala teknis di lapangan, Bidang Perhubungan Dinas Perhubungan Jembrana mengklaim sistem baru ini sukses mendongkrak pendapatan daerah secara signifikan.

Baca Juga: Tantangan Retribusi Digital di Gilimanuk Jelang Mudik Lebaran 2026: Pembayaran Non-Tunai di Terminal Gilimanuk Terancam Tak Maksimal

Kepala Bidang Perhubungan Jembrana, I Gusti Putu Widana mengungkapkan, sejak sistem e-money resmi diberlakukan di dua terminal Kelurahan Gilimanuk tersebut, persentase pendapatan melonjak hingga kisaran 50 persen.

Baca Juga: Percepat Transformasi Digital dengan Solusi Pembayaran Andal dan Komprehensif, Dari Bali, DOKU Ekspansi ke Indonesia Timur

Sebelum sistem digital ini diterapkan, rata-rata pendapatan terminal hanya berada di angka Rp300 juta per bulan. Namun pasca-penerapan e-money, pundi-pundi daerah melesat hingga mencapai Rp500 juta lebih per bulan.

Baca Juga: Jadi Desa Wisata Berbasis Digital, Kenalkan Sistem Pembayaran QRIS

Meski mencatatkan tren positif, evaluasi berkala tetap berjalan karena sistem ini masih menemui kendala teknis. Salah satunya pada akurasi sensor pembaca jenis kendaraan. Dalam beberapa kali kejadian, kendaraan roda dua justru otomatis terbaca sebagai mobil oleh sistem.

”Ini masih kami pelajari bersama vendor agar ke depan pembacaan sensor bisa lebih akurat,” jelas Widana.

Bukan hanya kendala sistem, kendala sosial juga muncul dari para pengguna sepeda motor yang sebagian besar belum terbiasa bertransaksi menggunakan kartu e-money. Mengantisipasi hal tersebut, petugas Dishub disiagakan di lapangan untuk mendampingi proses transaksi.

”Kalau pengendara mobil sudah biasa karena sehari-hari mereka pakai e-tol. Pengendara motor memang yang masih perlu pendampingan,” tambah Widana.

Dishub Jembrana berharap, melalui perbaikan sistem berkelanjutan dan peningkatan kesiapan pengguna, penerapan e-money di dua terminal Gilimanuk ini ke depannya dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan. [*]

Editor : Hari Puspita
#cegah kebocoran retribusi #cegah pungli #e-money #pembayaran digital #retribusi