KEK Kura Kura & KEK Sanur Disiapkan Jadi Pusat Finansial dan Health Tourism Internasional

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:57 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), Dirut Kura Kura Bali Tantowi Yahya dan bos Danantara saat mengunjungi KEK Kura Kura Bali pada 30 April 2026. (ist/radarbali.id)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), Dirut Kura Kura Bali Tantowi Yahya dan bos Danantara saat mengunjungi KEK Kura Kura Bali pada 30 April 2026. (ist/radarbali.id)

 

RADAR BALI - Pemerintah terus mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor penggerak investasi di sektor strategis.

Komitmen tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Dewan Nasional KEK Airlangga Hartarto saat berkunjung ke kedua KEK bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani, serta Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk memastikan percepatan pembangunan kawasan ekonomi sekaligus mendorong realisasi investasi, khususnya di sektor pariwisata berkualitas dan layanan kesehatan berstandar internasional.

Selain itu, kunjungan tersebut bertujuan untuk menjajaki kesiapan pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (FCII) sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Calon Pusat Keuangan Internasional

Dalam kunjungannya, Menko Airlangga meninjau langsung kesiapan KEK Kura Kura Bali sebagai salah satu kawasan potensial untuk pengembangan PFII sebagai tindak lanjut arahan presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK Sektor Keuangan di Bali. Regulasi ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang dapat menarik investor global.

Menyambut agenda tersebut, BTID selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Kura Kura Bali memaparkan keunggulan ekosistem Knowledge District sebagai lokasi strategis bagi pengembangan KEK Sektor Keuangan.

Knowledge District dirancang untuk membangun ekosistem inovasi terintegrasi dengan mengoptimalkan modal pengetahuan, pendidikan, dan sumber daya manusia sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Bali.

Pengembangan KEK Kura Kura Bali terus melaju pesat dengan target penyelesaian sejumlah proyek strategis sepanjang tahun 2026. Pertumbuhan positif kawasan ini tercermin dari realisasi investasi yang sudah menembus angka Rp 1,62 triliun hingga Triwulan I 2026, sekaligus membuka lapangan kerja dan menyerap 2.146 tenaga kerja.

Penguat Ekosistem Health Tourism Kelas Dunia

Tak kalah agresif, KEK Sanur terus memantapkan posisinya sebagai penguat ekosistem health tourism kelas dunia. Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung perkembangan kawasan yang diproyeksikan menjadi destinasi utama layanan kesehatan internasional ini.

Salah satu magnet utamanya adalah Bali International Hospital (BIH). Sejak resmi beroperasi pada April 2025, rumah sakit yang menghadirkan berbagai layanan spesialis ini telah menggaet 14.950 kunjungan pasien hingga Triwulan I 2026.

Menariknya, mayoritas pasien berasal dari mancanegara dengan porsi 60 persen Warga Negara Asing (WNA) dan 40 persen Warga Negara Indonesia (WNI).

Layanan kesehatan di KEK Sanur juga bakal makin lengkap dengan hadirnya The Solitaire Clinic yang dijadwalkan beroperasi pada 2026. Klinik ini siap menyajikan beragam perawatan premium, mulai dari cosmetic surgery, medical aesthetics, body contouring, hair transplant, hingga antiaging stem cell therapy.

Secara keseluruhan, kinerja KEK Sanur hingga Triwulan I 2026 mencatatkan capaian yang terbilang fantastis. Kawasan ini berhasil meraup investasi kumulatif mencapai Rp 5,37 triliun, menyerap 5.444 tenaga kerja, serta mendatangkan hingga 279.804 kunjungan wisatawan.

Kunjungan kerja ini menegaskan peran strategis KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur dalam mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat transformasi ekonomi nasional melalui pengembangan sektor-sektor bernilai tambah tinggi.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Pusat Keuangan Internasional Indonesia Health Tourism Bali KEK Kura Kura Bali kek sanur investasi bali