RADAR BALI – Sektor pariwisata Pulau Dewata terus menunjukkan grafik yang menggembirakan hingga pertengahan tahun 2026. Meski pergerakan angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) relatif stagnan dibandingkan tahun lalu, efektivitas penerimaan dari Pungutan Wisatawan Asing (PWA) justru mencatatkan lonjakan signifikan.
Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali mencatat, akumulasi kedatangan wisman sejak Januari hingga 23 Juli 2026 telah menembus angka 3,7 juta orang.
Pergerakan turis asing ke Bali masih didominasi oleh tiga negara utama, yakni Australia, India, dan Tiongkok.
Memasuki periode high seasons pada Juni dan Juli, tren kedatangan wisman mengalami peningkatan harian yang cukup drastis.
Jika sebelum Juni rata-rata kunjungan harian berada di kisaran 18 ribu orang per hari, angka tersebut melonjak menjadi 20 ribu hingga 24 ribu orang per hari pada Juni dan Juli, bahkan sempat menyentuh puncaknya di angka 25 ribu wisatawan per hari.
Secara keseluruhan, kunjungan wisman pada Juni 2026 tumbuh 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Jika dibandingkan dengan data historis, angka kunjungan tahun ini terbilang stabil. Pada periode Januari hingga Juli 2025 lalu,
Bali mencatatkan total sekitar 3,98 juta kunjungan wisman (berdasarkan data BPS Bali) atau sekitar 4,03 juta orang (versi Dispar Bali).
Pencapaian 3,7 juta orang hingga 23 Juli 2026 ini menunjukkan konsistensi pasar, mengingat data akhir untuk keseluruhan bulan Juli 2026 masih terus berjalan.
Penerimaan PWA Merekah 23,8 Persen
Sisi menarik dari performa pariwisata Bali tahun ini terletak pada peningkatan pendapatan daerah melalui PWA. Hingga 26 Juli 2026, realisasi PWA Bali telah menyentuh angka Rp 208 miliar.
Peningkatan pendapatan PWA berjalan sangat agresif dalam hitungan hari. Sebagai gambaran, per 23 Juli 2026, angka PWA baru tercatat sebesar Rp203 miliar. Artinya, hanya dalam kurun waktu tiga hari, Pemprov Bali berhasil mengantongi tambahan penerimaan hingga Rp 3 miliar.
Pencapaian Rp208 miliar per akhir Juli 2026 ini melesat pesat jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Pada Juli 2025 (Semester I), realisasi PWA Bali tercatat sebesar Rp 168 miliar (yang terkumpul dari sekitar 1,12 juta wisman). Dengan demikian, terjadi pertumbuhan penerimaan sebesar 23,81 persen atau bertambah sekitar Rp 40 miliar secara year-on-year.
Rekapitulasi perjalanan PWA dari tahun ke tahun:
Tahun 2024: Realisasi mencapai Rp 318 miliar pada tahun pertama pelaksanaannya.
Tahun 2025: Total penerimaan akhir tahun melonjak menjadi Rp 369 miliar dari sekitar 2,46 juta wisman (mencakup 34,8% dari total 7 juta kunjungan wisman sepanjang 2025).
Tahun 2026: Target penerimaan APBD dipatok naik signifikan menjadi Rp 500 miliar.
Untuk tahun 2026 sendiri, perjalanan penerimaan PWA diawali dengan Rp 71,4 miliar pada Triwulan I (Januari–Maret), lalu merangkak naik menjadi Rp 169 miliar pada Semester I (Januari–Juni) dari 1,13 juta wisman, hingga akhirnya menembus Rp 208 miliar pada akhir Juli.
Indikator Wisatawan Berkualitas
Dinas Pariwisata Bali mencatat terjadi peningkatan kualitas wisatawan yang datang ke Bali pada tahun ini. Indikatornya, tingkat hunian hotel berbintang di Bali meningkat dengan rata-rata 70 persen.
Guna mengejar target ambisius Rp500 miliar hingga akhir tahun 2026, Pemprov Bali terus melancarkan berbagai langkah optimalisasi.
Fokus utama dilakukan melalui perbaikan integrasi sistem pemungutan, pengetatan pemeriksaan (checker) di titik-titik masuk pelabuhan dan bandara serta akomodasi, hingga memperkuat kerja sama strategis bersama maskapai penerbangan dan penyedia jasa pariwisata.***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali