DENPASAR, radarbali.jawapos.com -Handphone menjadi salah satu kebutuhan utama manusia saat ini.
Bahkan bagi sebagian orang, handphone tak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga perangkat kerja utama. Oleh sebab itu, handphone perlu dirawat atau dijaga sebaik mungkin.
Untuk menjaga hanphone tetap aman dan awet, diperlukan beberapa tips yang perlu diketahui masyrakaat.
Adalah Agus Salim, teknisi handphone profesional yang sudah puluhan tahun menjalani profesi ini dan kini memiliki sejumlah anak cabang toko perbaikan handphone yang berpusat di Star Cellular Denpasar.
Pria berusia 43 tahun itu membagikan beberapa tips penting guna menjaga performa gadget tetap prima.
Ditemui di Star Cellular jalan Imam Bonjol nomor 264, Denpasar tepatnya di perempatan lampu merah Imam Bonjol Teuku Umar, Agus Salim mengatakan bahwa umumnya barang elektronik seperti handphone tetap memiliki kemungkinan untuk rusak lebih cepat jika tak dijaga dengan benar.
Salah satu cara sederhana yang perlu dilakukan menurut dia adalah mematikan perangkat saat dilakukan pengisian daya.
”Perawatan yang umum itu, mematikan perangkat saat dicas," katanya.
Lanjut dia, sebisa mungkin juga menghindari menyimpan handphone berdekatan dengan barang yang mengandung elektromagnetik seperti kulkas, televisi dan lainnya.
”Karena Pada umumnya perangkat elektronik saat memancar gelombang signal, saat dihubungi gelombang lain, kinerja HP semakin besar.
Bisa memicu panas. Maka komponen seperti baterai akan bekerja lebih keras.
Umumnya pada komponen itu tidak akan bertahan dalam kurun waktu tertentu. Baterai juga akan boros. Dan akhirnya secara tak langsung, nanti kok tiba-tiba mati handphone-nya," jelasnya.
Kesalahan-kesalahan kecil yang selama ini dianggap wajar oleh sebagian besar pengguna handphone ternyata memiliki dampak buruk bagi performa perangkat.
Lebih jauh, kebiasaan kecil yang juga dianggap wajar sebagian orang yakni menyimpan hanphone di saku celana atau jiga di dashboard sepeda motor.
”Hindari juga suhu yang lembab seperti di kantong, yang memicu tekanan pada handphone saat kita bergerak.
Yang umum sekarang itu juga menyimpan handphone di dashboard yang mengundang guncangan. Bisa menimbulkan kerusakan, seperti kamera," jelasnya.
Bahkan dari buku panduan standard, biasanya disarankan setiap 8 jam HP dimatikan kembali. Hal itu dilakukan untuk menjaga performa.
Lantas, apa yang perlu dilakukan jika berujung pada kerusakan?
Bagaimana menemukan teknisi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut?
Umumnya costumer akan memilih teknisi atau tempat service hanphone secara random. Biasanya mereka akan mencari di google dan melihat riview yang tertera untuk mengetahui kualitasnya.
Jika salah memilih, maka akan menambah masalah baru bagi si costumer itu sendiri. Jadi, costumer harus memilih toko atau tempat reparasi yang memiliki jejak yang jelas.
Hal ini bisa dilihat dari riview positif di google. Seperti salah satunya Star Cellular yang telah puluhan tahun bergerak di bisnis reparasi handphone dengan berbagai merk ini.
”Ini bisa menjadi tolak ukur juga untuk konsumen. Tidak sepenuhnya konter itu dari penampilan, atau dari banyaknya konsumen yang datang. Tapi lebih melihat pada perjalananya, berapa lama bergejolak dalam bisnis ini.
Karena itu mempengaruhi kinerjanya. Dari cara pembongkaran, bisa dilihat mana sih teknisi yang benar-benar terampil dalam bidangnya," tandas Agus.
Di Star Cellular sendiri, beberapa keluhan yang paling banyak dialami konsumen adalah kerusakan layar LCD, kerusakan baterai hingga kerusakan kamera. Kerusakan ini umum dialami karena efek dari keteledoran dari konsumen sendiri dalam merawat perangkat handphone.
Editor : Rosihan Anwar