Harga BBM Era Prabowo Lebih Mahal 60 Persen Dibanding Jokowi, Pertamax Rp 15.950

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 17:50 WIB
Pengemudi ojek daring mengisi BBM bersubsidi dengan menggunakan fitur Subsidi Tepat di aplikasi MyPertamina
Pengemudi ojek daring mengisi BBM bersubsidi

RADAR BALI - Pertamina resmi mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan varian bensin lainnya mulai 1 Agustus 2026. Dalam penyesuaian terbaru ini, harga Pertamax mengalami penurunan menjadi Rp15.950 per liter.

Berdasarkan informasi di laman resmi Pertamina pada Jumat, penyesuaian harga BBM nonsubsidi tersebut mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai Perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.

Aturan ini mengatur tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Di wilayah Jabodetabek serta Jawa dan Bali, harga Pertamax (RON 92) mengalami penurunan sebesar Rp 300, dari sebelumnya Rp 16.250 per liter pada Juli 2026 menjadi Rp 15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026. 

Penurunan serupa juga terjadi pada Pertamax Green 95 yang turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, serta Pertamax Turbo (RON 98) yang terkoreksi dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.

Penurunan harga ini menjadi yang pertama kalinya setelah lini produk Pertamax sempat melonjak pada 10 Juni 2026, menyusul ketegangan geopolitik dan konflik militer antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang menekan harga minyak mentah dunia.

Meski varian bensin nonsubsidi terkoreksi turun, harga BBM jenis solar non-subsidi atau Dex Series tercatat tidak mengalami perubahan. Harga Dexlite (CN 51) bertahan di angka Rp19.700 per liter, sementara Pertamina Dex (CN 53) tetap berada di level Rp21.150 per liter.

Adapun BBM penugasan dan subsidi jenis Pertalite serta Biosolar dipastikan tidak berubah, masing-masing tetap di harga Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.

Lonjakan Harga di Era Prabowo Subianto

Kendati mengalami penurunan di awal Agustus, posisi harga BBM nonsubsidi saat ini tercatat jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan periode akhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2024 maupun kondisi di awal tahun 2026.

Kenaikan paling tajam terlihat pada jenis BBM nonsubsidi bermesin diesel. Varian Pertamina Dex mencatatkan lonjakan hingga 60,8 persen dari harga Rp13.150 per liter pada Oktober 2024 menjadi Rp21.150 per liter di era Presiden Prabowo Subianto, atau naik sebesar Rp8.000 per liter.

Berikut adalah perbandingan harga BBM Pertamina di wilayah Jawa dan Bali antara akhir era Presiden Joko Widodo (1 Oktober 2024) dan era Presiden Prabowo Subianto (1 Agustus 2026):

Jenis BBM                   Akhir Era Jokowi    Era Prabowo          Selisih Kenaikan
Pertalite (RON 90)        Rp10.000/liter          Rp10.000/liter         Rp0 (Tetap)
Bio Solar (Subsidi)        Rp6.800                    Rp6.800                  Rp0 (Tetap)
Pertamax (RON 92)      Rp12.100                  Rp15.950               +Rp3.850 (+31,8%)
Pertamax Green 95      Rp12.700                  Rp16.600               +Rp3.900  (+30,7%)
Pertamax Turbo           Rp13.250                  Rp18.300               +Rp5.050  (+38,1%)
Dexlite                         Rp12.700                  Rp19.700               +Rp7.000  (+55,1%)
Pertamina Dex             Rp13.150                  Rp21.150               +Rp8.000  (+60,8%)

Dinamika Pergerakan Harga Sepanjang 2026

Dinamika harga BBM nonsubsidi sepanjang tahun 2026 sempat diawali dengan tren penurunan pada Januari hingga Februari.

Pada 1 Januari 2026, harga Pertamax berada di angka Rp12.350 per liter, lalu turun kembali menjadi Rp11.800 per liter pada 1 Februari 2026.

Varian lainnya seperti Pertamax Turbo dan Dexlite juga menyentuh titik terendah masing-masing di Rp12.700 dan Rp13.250 per liter.

Namun, memasuki Maret hingga Juli 2026, fluktuasi minyak mentah dunia serta pergerakan nilai tukar mendorong kenaikan secara bertahap hingga menyentuh puncaknya pada Juli 2026.

Meskipun telah disesuaikan turun per 1 Agustus 2026, jika dibandingkan dengan posisi awal tahun (1 Januari 2026), harga Pertamax saat ini masih lebih tinggi Rp3.600 per liter.

Sementara itu, Pertamax Turbo masih selisih lebih tinggi Rp4.900 per liter, Dexlite lebih tinggi Rp6.200 per liter, dan Pertamina Dex masih lebih tinggi Rp7.550 per liter.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Harga BBM Prabowo Harga Pertamax Terbaru Perbandingan Harga BBM harga bbm hari ini pertamina