SINGARAJA, Radar Bali.id - Gelombang efisiensi anggaran yang melanda daerah, termasuk Kabupaten Buleleng, memaksa pemerintah daerah berpikir ekstra keras dalam mengeksekusi program kerja.
Baca Juga: Perkuat Modal dan Efisiensi, OJK Merger 4 BPR di Bali
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, 56, menegaskan bahwa Pemkab Buleleng bakal fokus menjalankan program yang benar-benar prioritas jika ruang efisiensi sudah mencapai batas maksimal.
Baca Juga: Nah! Dampak Anggaran Terpangkas Efisiensi, CCTV Kominfo Bangli Ngadat hingga Tahun Depan
”Kalau sudah habis efisiensinya, nanti lagi diefisiensi. Artinya program prioritas saja yang dijalankan,” ujar Sutjidra saat ditemui Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga: Kejar Target Efisiensi, Perumda Tirta Tohlangkir Bidik 4 Mata Air Baru di Bebandem
Mantan Wakil Bupati Buleleng tersebut melanjutkan, fokus utama pembangunan Pemkab Buleleng saat ini diprioritaskan pada sektor kesehatan, pendidikan, jaminan sosial, infrastruktur, hingga pertanian. Pihaknya terus berupaya mengamankan porsi anggaran untuk sektor-sektor mendasar tersebut.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta memahami kondisi fiskal daerah yang sedang terbatas. Menurutnya, pemahaman publik terhadap pembangunan kerap terkonsentrasi pada fisik semata.
”Memang semuanya penting. Tapi kami harus membagi dengan keterbatasan fiskal yang ada. Ini untuk ini, untuk ini, untuk ini,” tandasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali