Oleh: Trisno Nugroho
Pengamat Ekonomi dan Pariwisata
BANK Pembangunan Daerah Bali kembali mencatat prestasi yang membanggakan. Dalam ajang Infobank Award 2025, BPD Bali meraih tiga penghargaan, termasuk predikat The Excellent Performance Bank in 25 Consecutive Years (2000–2024).
Konsistensi mempertahankan kinerja yang sangat baik selama seperempat abad tentu bukan pencapaian sederhana. Prestasi tersebut mencerminkan fondasi yang kuat dalam permodalan, kualitas aset, profitabilitas, efisiensi, tata kelola, serta manajemen risiko.
Prestasi itu menjadi semakin bermakna karena pada Triwulan II 2026 BPD Bali juga memasuki babak baru setelah modal intinya mencapai Rp6,064 triliun.
Dengan permodalan yang semakin kuat dan rekam jejak kinerja yang panjang, BPD Bali kini memiliki landasan yang lebih kokoh untuk tumbuh dan meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian Bali.
Namun, setiap kenaikan kelas selalu membawa harapan sekaligus tantangan baru. Jika selama ini BPD Bali telah berhasil membuktikan diri sebagai bank yang sehat dan berkinerja baik, tantangan berikutnya adalah bagaimana menjadikan BPD Bali sebagai bank yang benar-benar menjadi pilihan masyarakat.
Dari Bank Daerah Menjadi Bank Pilihan Masyarakat saat ini memilih bank bukan semata-mata karena siapa pemiliknya. Nasabah memilih bank karena pelayanannya cepat, aplikasinya mudah digunakan, transaksi aman, produknya sesuai kebutuhan, serta ketika terjadi masalah dapat diselesaikan dengan cepat dan profesional.
Karena itu, standar pembanding BPD Bali ke depan tidak lagi cukup hanya sesama Bank Pembangunan Daerah. Masyarakat akan membandingkan pengalaman menggunakan layanan BPD Bali dengan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara, bank swasta nasional, maupun bank digital yang saat ini terus meningkatkan kualitas layanan.
Di sisi lain, BPD Bali memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak bank nasional, yakni kedekatan dengan Bali. Bank ini memahami pemerintah daerah, desa, pasar, koperasi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dunia usaha, serta karakter perekonomian masyarakat Bali.
Keunggulan lokal tersebut perlu dikombinasikan dengan standar pelayanan dan teknologi sekelas bank nasional. BPD Bali harus tetap berakar kuat di Bali, namun mampu memberikan kualitas pelayanan yang kompetitif pada tingkat nasional.
Prestasi Harus Menghasilkan Manfaat yang Lebih Besar Penghargaan tentu patut diapresiasi. Namun bagi masyarakat, ukuran paling nyata keberhasilan sebuah bank adalah manfaat yang dapat dirasakan.
Modal yang semakin besar dan prestasi yang telah diraih perlu diterjemahkan menjadi pembiayaan produktif yang semakin luas dan berkualitas.
BPD Bali memiliki ruang yang besar untuk semakin memperkuat pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, pertanian, perikanan, industri pengolahan, ekonomi kreatif, perdagangan, serta berbagai usaha yang menjadi bagian dari rantai pasok pariwisata.
Bali membutuhkan struktur ekonomi yang semakin beragam dan tangguh. Pariwisata tetap menjadi kekuatan utama, namun pertanian, industri kreatif, perdagangan, ekonomi desa, serta berbagai sektor produktif lainnya juga perlu tumbuh lebih cepat.
Di sinilah BPD Bali dapat mengambil peran yang semakin strategis. Keberhasilan pembiayaan sebaiknya tidak hanya diukur dari berapa triliun rupiah kredit yang berhasil disalurkan.
Ukuran yang lebih substantif adalah berapa banyak usaha Bali yang berkembang, naik kelas, meningkatkan omzet, menyerap tenaga kerja, dan mampu memasuki pasar yang lebih luas. Ketika usaha masyarakat tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan kegiatan ekonomi semakin luas, pertumbuhan BPD Bali sekaligus akan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Bali.
Digitalisasi Menjadi Penentu Daya Saing Tantangan besar berikutnya adalah transformasi digital. Perbankan telah berubah sangat cepat.
Bagi generasi muda dan pelaku usaha, kantor bank bukan lagi tempat utama untuk melakukan transaksi. Bank kini hadir melalui telepon genggam dan digunakan setiap hari. Karena itu, BPD Bali perlu terus meningkatkan layanan digital agar semakin mudah, cepat, aman, stabil, dan nyaman digunakan masyarakat.
Bali memiliki ekosistem yang sangat potensial untuk dikembangkan. Transaksi pemerintah daerah, pajak dan retribusi, rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi, pasar, desa, koperasi, Badan Usaha Milik Daerah, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah hingga industri pariwisata dapat semakin terintegrasi dalam ekosistem digital BPD Bali.
Sebagai daerah tujuan wisata internasional, Bali juga memiliki transaksi wisatawan dalam jumlah sangat besar. Sebagai Bank Umum Devisa, BPD Bali memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam pembayaran wisatawan, transaksi pedagang, valuta asing, pengelolaan kas perusahaan pariwisata, serta pelayanan kepada investor. Namun, transformasi digital tidak cukup hanya dengan menambah fitur aplikasi.
Di balik layanan digital yang baik harus terdapat infrastruktur teknologi informasi yang kuat, perlindungan data yang baik, keamanan siber, manajemen risiko, pengelolaan data, serta sumber daya manusia yang kompeten. Karena itu, investasi pada manusia sama pentingnya dengan investasi pada teknologi.
Membangun Talenta untuk Perbankan Masa Depan Semakin besar skala bank, semakin tinggi pula standar profesionalisme yang harus dibangun.
BPD Bali perlu terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang perbankan modern, teknologi digital, keamanan siber, pengelolaan data, kecerdasan buatan, treasury, pembiayaan korporasi, serta manajemen risiko.
Bali juga memiliki banyak putra-putri terbaik yang bekerja dan menempati posisi penting di bank nasional, perusahaan teknologi, maupun lembaga keuangan besar di Indonesia dan luar negeri.
Talenta seperti ini merupakan potensi yang dapat ikut memperkuat transformasi BPD Bali ke depan. Prestasi masa lalu memberikan kepercayaan.
Namun kemampuan beradaptasi terhadap perubahan akan sangat menentukan keberhasilan pada masa depan. 3 Menjadi Kekuatan Ekonomi Bali Pada akhirnya, keberhasilan BPD Bali tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar aset, modal, laba, atau berapa banyak penghargaan yang diterima.
Sebagai bank milik pemerintah daerah dan masyarakat Bali, terdapat tanggung jawab yang lebih besar, yaitu bagaimana pertumbuhan bank ikut memperkuat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Bali.
Pemerintah daerah sebagai pemegang saham tentu membutuhkan laba dan dividen yang sehat serta berkelanjutan. Namun masyarakat juga membutuhkan akses pembiayaan yang semakin luas, pelayanan yang baik, transaksi yang mudah dan aman, serta bank yang hadir mendukung perkembangan usaha mereka.
Momentum prestasi selama seperempat abad perlu menjadi energi untuk melakukan lompatan berikutnya. BPD Bali telah membuktikan kemampuannya menjadi bank yang sehat dan konsisten berkinerja baik.
Tantangan berikutnya adalah menjadi bank yang modern, kompetitif, inovatif, dan semakin menjadi pilihan masyarakat Bali.
BPD Bali tidak perlu kehilangan identitas sebagai bank daerah untuk mampu bersaing dengan bank-bank besar. Justru kekuatan lokal, kedekatan dengan masyarakat, serta pemahaman yang mendalam terhadap ekonomi Bali merupakan keunggulan yang perlu terus dipertahankan.
Yang harus terus ditingkatkan adalah standar pelayanan, teknologi, profesionalisme, inovasi, serta kecepatan merespons kebutuhan nasabah.
Konsistensi seperempat abad telah membangun kepercayaan. Modal yang semakin kuat telah memperbesar kapasitas. Kini saatnya BPD Bali mengubah keduanya menjadi daya saing yang lebih tinggi dan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi Bali.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com