Gelaran Bulfest 2026: Perputaran Uang Tembus Rp 4,3 Miliar dalam Enam Hari!

Francelino Junior • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:18 WIB
PERPUTARAN UANG CAPAI MILIARAN RUPIAH: Suasana di Bulfest 2026. Tercatat perputaran ekonominya mencapai Rp4 miliar. (foto: Pemkab Buleleng)
PERPUTARAN UANG CAPAI MILIARAN RUPIAH: Suasana di Bulfest 2026. Tercatat perputaran ekonominya mencapai Rp4 miliar. (foto: Pemkab Buleleng)

Penyelenggaraan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 selama enam hari lamanya sejak Selasa (18/8/2026) hingga Minggu (23/8/2026), berhasil mencatatkan nilai transaksi yang fantastis. Hingga malam penutupan pesta rakyat tersebut, perputaran uang tercatat mencapai Rp 4.314.759.000.

TAK kurang dari  105 UMKM lokal dari berbagai sektor seperti kriya, kuliner, olahan pangan, dan fashion berpartisipasi dalam Bulfest.

Baca Juga: Hindari Gesekan, Pengelolaan Parkir Bulfest 2026 Resmi Dipegang Desa Adat Buleleng, Ini Penjelasannya

Mereka tersebar di tiga lokasi utama, yakni Zona A sebanyak 48 stan, Zona B sebanyak 38 stan, dan Zona C sebanyak 19 stan.

Tercatat total transaksi pada hari pertama yakni Rp 337.356.000, hari kedua Rp 542.560.500, hari ketiga Rp 570.757.000, hari keempat Rp 736.557.000, dan hari kelima Rp 903.815.000.

Bahkan pada hari terakhir penutupan, nilai transaksi melonjak hingga menyentuh Rp 1.223.713.500.

Baca Juga: Nah! Tiga Hari Bulfest 2025 Sudah Hasilkan 7,7 Ton Sampah, Plastik Masih Jadi Momok

Rincian transaksi di hari penutupan didominasi oleh kuliner modern kreatif di kawasan Jalan Veteran tengah dan Kantor DPRD Buleleng dengan sumbangan tertinggi mencapai Rp 518.685.000.

Disusul kuliner tradisional di kawasan Jalan Veteran timur, Sasana Budaya, Soenda Ketjil, dan Kantor BKAD Buleleng sebesar Rp 346.950.000.

Kemudian transaksi sebesar Rp 183.443.500 tercatat di sektor kerajinan, tenun, dan fashion pada Galeri UMKM Singa Ambara Raja. Disusul Rp 125.008.000 dari sektor pangan dan herbal pada Gedung Wanita Laksmi Graha, serta Rp 49.627.000 dari Kuliner Desa Adat di areal TMP Curastana.

”Selama enam hari ini, telah terpancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra.

Dari sisi ekonomi, lanjut Sutjidra, festival ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk kreatif dan kuliner khas Buleleng, sekaligus memperkuat jaringan pasar dan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya.

Sementara dari sisi budaya, Pemkab Buleleng berhasil memfasilitasi pelestarian dan inovasi sebab terjadi pertemuan antara tradisi dan kreativitas modern sehingga budaya Buleleng tetap relevan dan hidup.

Bupati Sutjidra menegaskan Pemkab Buleleng berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui program-program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.

”Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutupnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
bulfest umkm festival transaksi jual beli buleleng