NEGARA, Radar Bali.id – Gaung Pameran Semarak Jembrana dalam rangka HUT ke-131 Kota Negara resmi berakhir. Meski begitu, geliat transaksi ekonomi yang tercipta selama 10 hari pelaksanaan mencatatkan angka yang menakjubkan.
Total omzet pameran yang dipusatkan di kawasan Parkir Kantor Bupati Jembrana tersebut sukses menembus Rp 1,6 miliar lebih.
Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) serta Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjadi penyumbang terbesar perputaran uang. Sektor ini berhasil membukukan transaksi hingga Rp 1,2 miliar lebih, sekaligus menjadi mesin utama penggerak perekonomian selama pameran berlangsung.
Baca Juga: Diskopukmp Badung Kunjungi Sentra IKM Amerta Jaya Sading
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jembrana, I Wayan Harta Wijaya menyatakan bahwa berdasarkan rekapitulasi data hingga malam penutupan, total transaksi telah melampaui target yang ditetapkan panitia.
"Pameran berjalan lancar dan sukses. Omzet sesuai data hingga hari terakhir (Minggu, 23/8/2026) mencapai Rp 1,6 miliar lebih. Capaian ini melampaui target kami maupun realisasi tahun lalu," ungkap Harta Wijaya.
Dari keseluruhan total transaksi, kategori IKM dan ekraf memimpin dengan angka Rp 1,2 miliar lebih. Posisi berikutnya disusul oleh sektor kuliner yang mencatatkan penjualan mencapai Rp 395 juta lebih, serta kategori flora dan fauna yang menyumbang transaksi sekitar Rp 48 juta lebih.
Harta menjelaskan, tingginya angka transaksi ini tak lepas dari tingginya antusiasme masyarakat, terutama saat libur akhir pekan (weekend) dan momen libur panjang (long weekend). Pengunjung memadati berbagai stan yang menawarkan produk-produk unggulan daerah.
"Tingkat kunjungan secara umum sangat ramai saat weekend dan long weekend. Stan yang paling diminati adalah sektor IKM, seperti kuliner dan kerajinan, termasuk stan flora dan fauna," jelasnya.
Pameran Semarak Jembrana tahun ini berlangsung dari Jumat (14/8/2026) hingga Minggu (23/8/2026). Sebanyak 131 stan disiapkan panitia untuk memfasilitasi pelaku IKM, kuliner, kerajinan, flora-fauna, hingga instansi pemerintah. Jumlah stan ini meningkat ketimbang tahun sebelumnya yang menyediakan 126 stan.
Selain transaksi jual-beli, gelaran pameran juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan interaktif seperti aksi lukis mural dan demo memasak secara langsung untuk memanjakan para pengunjung.
Dengan torehan transaksi mencapai Rp 1,6 miliar lebih, Harta menilai ajang ini tak sekadar perayaan peringatan hari jadi kota semata, namun menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali