DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Terdapat jurang yang cukup lebar antara harga sejumlah komoditas pertanian di tingkat konsumen dan di tingkat petani di Provinsi Bali.
Salah satu yang paling mencolok adalah disparitas harga cabai rawit merah. Saat ini, harga di pasaran (konsumen) menembus angka Rp65.000 per kilogram, sementara harga di tingkat petani jauh lebih rendah, yakni hanya Rp46.000 per kilogram.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali mencatat adanya tren kenaikan harga cabai yang dimulai sejak awal bulan September 2026.
Kepala Distanpangan Bali, I Wayan Sunada, menjelaskan pada awal September, harga cabai berada di kisaran Rp57.500 per kilogram, kemudian melonjak ke Rp62.500 per kilogram.
”Harga cabai sempat menurun di angka Rp60.000 per kilogram pada tanggal 14 dan 15 September, tetapi kembali naik menjadi Rp62.500 pada 17 September. Tren kenaikan terus berlanjut hingga 18 September, di mana harga memuncak ke Rp65.000 per kilogram dan konsisten bertahan hingga 21 September," terang Sunada, kemarin (23/9/2026).
Ironisnya, di tengah tingginya harga jual di pasaran, petani tidak turut menikmati keuntungan.
Harga cabai rawit merah di tingkat produsen (petani) stagnan di angka Rp46.000 per kilogram sejak 1 hingga 21 September. Terdapat selisih harga atau margin sekitar Rp19.000 per kilogram per tanggal 21 September.
Terkait kondisi ini, Sunada menekankan pentingnya menjaga kestabilan harga di tingkat produsen agar para petani tidak menanggung kerugian.
“Lebih murah dari ini, kasihan petani,” ujarnya.
Ketimpangan harga ini juga terpantau pada komoditas lain. Untuk bawang merah, harganya di tingkat konsumen sempat dibuka pada Rp42.500 per kilogram pada 1 September, namun turun menjadi Rp25.000 per kilogram pada 18 hingga 21 September. Sementara di tingkat produsen, harganya stabil di angka Rp20.000 per kilogram.
Kondisi serupa terjadi pada bawang putih, dengan harga konsumen berkisar antara Rp28.000 hingga Rp35.000 per kilogram, sedangkan di tingkat produsen hanya Rp20.000 per kilogram.
Untuk komoditas cabai merah besar, harga berfluktuasi antara Rp20.000 hingga Rp27.500 per kilogram di tingkat konsumen. Khusus pada 21 September, harganya tercatat Rp25.000 per kilogram di tingkat konsumen dan Rp23.000 per kilogram di tingkat produsen.
Adapun harga tomat pada tanggal yang sama dipatok Rp8.000 per kilogram di pasaran dan Rp6.000 per kilogram di tingkat petani.
Distanpangan Bali menyatakan terus melakukan pemantauan harga secara rutin, mulai dari tingkat produsen hingga pasar konsumen. Beberapa pasar besar yang dipantau meliputi Pasar Badung, Pasar Kreneng, Pasar Ketapian, serta sejumlah pasar daerah lainnya.***
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com