5 Pilihan Transportasi Darat Menuju Bandara yang Sering Dipakai

Rosihan Anwar • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:41 WIB
Pilihan transportasi menuju bandara kini semakin beragam, terutama dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, hingga sejumlah kota di Jawa Barat.
Pilihan transportasi menuju bandara kini semakin beragam, terutama dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, hingga sejumlah kota di Jawa Barat.

 

radarbali.jawapos.com - Perjalanan menuju bandara membutuhkan perhitungan waktu yang lebih ketat dibandingkan perjalanan biasa.

Keterlambatan di perjalanan dapat berdampak langsung pada waktu check-in hingga jadwal penerbangan.

Karena itu, penumpang biasanya tidak hanya mempertimbangkan tarif, tetapi juga jadwal, titik keberangkatan, dan durasi perjalanan. 

Pilihan transportasi menuju bandara kini semakin beragam, terutama dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, hingga sejumlah kota di Jawa Barat.

Selain bus bandara, tersedia pula layanan antarkota, shuttle, transportasi terintegrasi dari stasiun, hingga taksi.

Operator primajasa, misalnya, menyediakan rute Bandung–Bandara Soekarno-Hatta, sedangkan budiman melayani perjalanan dari Tasikmalaya menuju Bandara Kertajati. 

Lantas, apa saja pilihan transportasi darat yang dapat digunakan menuju bandara? Berikut lima di antaranya.

1. Bus DAMRI Bandara

DAMRI menjadi salah satu pilihan bus bandara dengan titik keberangkatan yang tersebar di berbagai wilayah Jabodetabek.

Dari Jakarta, tarif menuju Bandara Soekarno-Hatta berada di kisaran Rp80.000 dari beberapa titik seperti Stasiun Gambir, Pool Kemayoran, Terminal Blok M, Terminal Rawamangun, Terminal Tanjung Priok, dan Mall Kelapa Gading. 

Tarif dari Terminal Lebak Bulus sekitar Rp90.000, sedangkan perjalanan dari Terminal Pasar Minggu dan Terminal Kampung Rambutan berada di kisaran Rp95.000.

Frekuensi keberangkatannya juga relatif rapat, dengan interval sekitar 30–60 menit tergantung rute.

Tiket dapat dipesan melalui aplikasi DAMRI atau dibeli langsung di titik keberangkatan dengan metode pembayaran yang tersedia. 

2. Bus Antarkota Langsung ke Bandara

Penumpang dari luar Jabodetabek dapat memilih bus antarkota yang langsung menuju bandara tanpa perlu transit.

Salah satunya adalah primajasa yang melayani rute Bandung–Bandara Soekarno-Hatta menggunakan kelas Super Eksekutif dengan konfigurasi kursi 1-2. 

Tarif perjalanan tersebut sekitar Rp160.000 dengan jadwal keberangkatan setiap satu jam, mulai pukul 07.15 hingga 23.15.

Pilihan ini dapat menjadi alternatif bagi penumpang dari Bandung yang ingin menuju bandara tanpa berpindah kendaraan di Jakarta. 

Selain itu, DAMRI juga menyediakan rute langsung Bandung–Bandara Soekarno-Hatta dari Stasiun DAMRI Kebon Kawung dan Bandung Kunafe Pasteur.

Layanan ini berangkat setiap dua jam, melayani Terminal 1, 2, dan 3, dengan tarif sekitar Rp195.000. 

3. Shuttle dan Travel dengan Titik Turun Bandara

Shuttle dan travel menjadi alternatif bagi penumpang yang berasal dari kota-kota di sekitar bandara.

Bandara Kertajati, misalnya, terhubung dengan sejumlah daerah seperti Bandung, Cirebon, Kuningan, Tasikmalaya, Ciamis, Karawang, Majalengka, Cimahi, Purwakarta, Subang, hingga Sumedang. 

Sekitar sepuluh operator angkutan umum melayani rute menuju Bandara Kertajati dengan kapasitas gabungan yang mencapai ribuan kursi.

Salah satunya budiman, yang menyediakan perjalanan dari Tasikmalaya menuju Kertajati. Sementara itu, Bhinneka Shuttle melayani rute Bandung–Kertajati dan Cirebon–Kertajati. 

Akses melalui Tol Cisumdawu juga membuat perjalanan Bandung–Kertajati dapat ditempuh sekitar 1 jam 15 menit hingga 1 jam 30 menit dalam kondisi lalu lintas normal.

4. Angkutan Terintegrasi dari Stasiun

Stasiun kereta juga dapat menjadi titik awal perjalanan menuju bandara. DAMRI, misalnya, menyediakan layanan dari Stasiun KCIC dan Stasiun Gambir menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan tarif sekitar Rp80.000.

Pilihan ini memudahkan penumpang yang sebelumnya menggunakan kereta untuk melanjutkan perjalanan menuju bandara tanpa harus mencari transportasi lain di tengah kota.

Stasiun Halim juga memiliki koneksi dengan LRT Jabodebek, shuttle bus, serta akses menuju jalan tol.

Meski terintegrasi, waktu perpindahan antar moda tetap perlu dihitung agar jadwal perjalanan tidak terlalu mepet dengan waktu penerbangan. 

5. Taksi dan Layanan Berbasis Aplikasi

Taksi dan layanan transportasi berbasis aplikasi menawarkan fleksibilitas yang berbeda dari bus karena tidak terikat jadwal keberangkatan tertentu.

Pilihan ini dapat digunakan untuk perjalanan pada dini hari, tengah malam, atau ketika jadwal bus tidak sesuai dengan waktu penerbangan. 

Layanan point-to-point juga memungkinkan penumpang berangkat langsung dari lokasi yang diinginkan tanpa menuju terminal atau pool terlebih dahulu.

Namun, biaya perjalanan biasanya lebih tinggi jika digunakan seorang diri dibandingkan bus bandara. 

Pesan Tiket Perjalanan di Traveloka

Perbedaan tarif, jadwal, kelas, dan titik keberangkatan membuat perbandingan penting dilakukan sebelum menuju bandara.

Traveloka menyediakan informasi operator bus dan travel dalam satu pencarian, termasuk jadwal, titik keberangkatan, kelas, dan harga. 

Anda dapat mengecek rute menuju bandara dan memesan tiket perjalanan melalui situs traveloka.com atau aplikasi Traveloka.

Dengan membandingkan pilihan sejak awal, Anda dapat menyesuaikan moda transportasi dengan waktu penerbangan, lokasi keberangkatan, dan anggaran perjalanan.

 

Editor : Rosihan Anwar
primajasa