KUALA LUMPUR, radarbali.jawapos.com — Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 mencatat kinerja perdagangan yang kuat dengan membukukan total penjualan RM6,78 miliar selama penyelenggaraan pada 23–26 September 2026.
Capaian tersebut meningkat RM730 juta atau 12 persen dibandingkan penjualan MIHAS 2025 yang mencapai RM6,05 miliar.
Nilai tersebut juga melampaui target awal MIHAS 2026 sebesar RM5 miliar atau sekitar 35,5 persen di atas target.
Pencapaian ini semakin memperkuat posisi MIHAS sebagai salah satu platform perdagangan halal yang mempertemukan pelaku usaha Malaysia dengan pasar internasional.
MIHAS sendiri telah berkembang dari pameran yang berfokus pada produk halal menjadi platform perdagangan yang mencakup berbagai sektor ekonomi halal.
Chief Executive Officer Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE), Dato’ Indera Abu Bakar Yusof, mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang bagi perusahaan Malaysia, khususnya usaha kecil dan menengah atau SME, untuk memasuki pasar internasional.
69.104 pengunjung dari 93 negara
MIHAS 2026 mencatat 69.104 pengunjung dari 93 negara, meningkat 37,3 persen dibandingkan 50.340 pengunjung pada 2025.
Kegiatan ini juga mempertemukan peserta pameran dan pembeli dari 58 negara, memperluas jaringan perdagangan produk dan jasa halal Malaysia di pasar internasional.
Salah satu penggerak utama transaksi adalah International Sourcing Programme (INSP) yang menghasilkan penjualan sekitar RM4,02 miliar. Angka tersebut meningkat 10,9 persen dibandingkan RM3,63 miliar pada 2025.
INSP mempertemukan eksportir Malaysia dengan pembeli internasional melalui pertemuan bisnis yang telah disusun untuk membuka peluang sourcing, business matching dan transaksi ekspor.
Sementara itu, area pameran MIHAS menghasilkan sekitar RM1,99 miliar, meningkat 5,5 persen dibandingkan RM1,89 miliar pada tahun sebelumnya.
Sejumlah kategori produk yang mencatat penjualan menonjol antara lain makanan olahan dan produk konfeksioneri, teknologi pangan dan kemasan, makanan beku, serta pupuk dan agrokimia.
UMKM semakin mendapat ruang
Pertumbuhan MIHAS juga tercermin dari peningkatan partisipasi dan penjualan perusahaan SME Malaysia.
Pada MIHAS Exhibition 2026, SME Malaysia mencatat penjualan sekitar RM620 juta, naik sekitar RM63 juta atau 11,3 persen dibandingkan RM557 juta pada 2025.
Dalam enam penyelenggaraan terakhir, jumlah perusahaan SME yang berpartisipasi juga meningkat dari 64 perusahaan pada 2021 menjadi 339 perusahaan pada 2026.
Pertumbuhan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ekspor halal Malaysia.
Data yang disampaikan MATRADE menunjukkan ekspor halal Malaysia mencapai RM68,52 miliar pada 2025, naik 10,9 persen dari RM61,79 miliar pada 2024.
Pemerintah Malaysia menargetkan nilai ekspor halal mencapai RM80 miliar pada 2030, sehingga akses pasar internasional bagi SME menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan sektor tersebut.
AI mulai mengubah business matching
MIHAS 2026 juga menandai semakin kuatnya penggunaan Agentic AI dalam mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli.
Lebih dari 22.000 pertemuan bisnis berbantuan AI tercipta selama penyelenggaraan MIHAS 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 324 pertemuan dilaporkan menghasilkan transaksi dengan nilai RM28 juta.
Platform AI tersebut tidak berhenti setelah pameran berakhir. Sistem dijadwalkan tetap beroperasi hingga 2027 sehingga perusahaan yang berpartisipasi dapat melanjutkan komunikasi dengan calon pembeli dan mengejar peluang perdagangan baru.
Dengan capaian penjualan RM6,78 miliar, peningkatan jumlah pengunjung internasional, pertumbuhan partisipasi SME, serta pemanfaatan teknologi AI, MIHAS 2026 memperlihatkan perubahan model pameran dagang halal dari sekadar ruang promosi menjadi ekosistem perdagangan yang menghubungkan perusahaan dengan pasar global
Editor : Rosihan Anwar