BADUNG, radarbali.jawapos.com — Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Badung terus mendorong tumbuhnya generasi muda yang berani memasuki dunia usaha.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Business Upgrading and Matching Indonesia (BUMI) Badung 2026, yang menjadi ruang edukasi, peningkatan kapasitas, jejaring, hingga kolaborasi bagi pengusaha muda dan calon entrepreneur.
Kegiatan yang digelar pada 26-27 September 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan Forum Bisnis Cabang (Forbiscab) BPC HIPMI Badung 2026.
Ketua Umum BPC HIPMI Badung masa bakti 2024-2027, Ketut Bijaya Negara, mengatakan keberadaan HIPMI diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para pengusaha muda, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan dan memperkuat generasi baru pelaku usaha.
Melalui BUMI 2026, HIPMI Badung mempertemukan pelaku usaha, calon pengusaha, mahasiswa, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan dunia usaha.
Kegiatan tersebut dikemas dalam sejumlah agenda, mulai dari seminar bisnis, mentoring, business matching, expo bisnis, kompetisi bisnis hingga talkshow.
Masyarakat yang sudah memiliki usaha maupun mereka yang baru ingin memulai bisnis dapat mengikuti kegiatan tersebut secara gratis.
Rangkaian kegiatan itu menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Badung dan Bali.
Menariknya kegiatan ini dihadiri juga Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) RI, Donny Purnomo Januardhi Effyandono, ST dalam
Diskusi Interaktif bertema Bagaimana Cara Pengusaha Meningkatkan Value/Standar Sebuah Produk.
Bagi Donny, untuk bersaing di level nasional hingga global, pengusaha perlu punya standar sebuah produk yang paten.
HIPMI Badung telah mengambil Langkah dan inisiasi yang baik untuk mendorong pengusaha punya produk yang paten.
Sementara HIPMI Badung lanjut Ketut Bijaya juga menempatkan peningkatan kapasitas pelaku usaha sebagai salah satu fokus kegiatan BUMI 2026.
Melalui seminar dan mentoring, peserta mendapatkan ruang untuk memperluas wawasan bisnis sekaligus memahami berbagai aspek yang diperlukan dalam mengembangkan usaha.
Salah satunya melalui diskusi interaktif bertema “Keuangan, Perbankan dan Perpajakan” yang menghadirkan ruang dialog bagi pelaku usaha, akademisi, dan mahasiswa.
Sementara melalui business matching dan expo, pelaku UMKM dan pengusaha muda memperoleh kesempatan memperluas jejaring serta membuka peluang kerja sama dan pasar baru.
Konsep tersebut diharapkan dapat mendorong UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan membangun usaha yang berkelanjutan.
Bagi HIPMI Badung, penguatan UMKM dan kewirausahaan generasi muda tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.
Dibutuhkan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, komunitas, serta generasi muda.
Karena itu, BUMI 2026 dirancang bukan hanya sebagai kegiatan pameran atau seminar, melainkan sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan, pengetahuan, jejaring, dan peluang bisnis.
Menariknya, BUMI Badung 2026 juga memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda melalui kegiatan seni dan budaya.
HIPMI Badung menggelar Lomba Tapel Ogoh-Ogoh kategori umum se-Bali pada Sabtu (26/9/2026), serta lomba sketsa ogoh-ogoh secara langsung untuk kategori SD, SMP, dan SMA pada Minggu (27/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang apresiasi sekaligus mendorong kreativitas anak muda Bali dalam bidang seni, budaya, dan tradisi.
Keterlibatan unsur seni dan budaya dalam kegiatan kewirausahaan menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi generasi muda dapat berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya Bali.
Selain kompetisi seni, rangkaian BUMI 2026 juga menghadirkan hiburan dan berbagai kegiatan yang membuka ruang interaksi antarpeserta.
Melalui Rakercab dan Forbiscab 2026, HIPMI Badung juga menjadikan momentum tersebut sebagai ruang konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan gagasan mengenai arah pengembangan pengusaha muda di Badung.
Semangat yang diusung adalah membangun HIPMI Badung yang semakin solid, adaptif, dan memberikan dampak bagi dunia usaha.
HIPMI Badung mendorong semangat “Bersinergi, Berkolaborasi, Bertumbuh” sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pengusaha muda.
Dengan pendekatan tersebut, keberadaan HIPMI diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota, tetapi juga ikut membuka ruang bagi generasi muda yang ingin memulai usaha, mengembangkan UMKM, memperluas jaringan bisnis, dan menciptakan peluang ekonomi baru.
Pada akhirnya, pengembangan kewirausahaan generasi muda diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya saing UMKM di Bali.
Pada event ini HIPMI Badung juga didukung oleh Hoki Bank, Gemilang Artha Valindo, Bank BPD Bali Mangupura dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).
Editor : Rosihan Anwar