Bahlil: Cadangan BBM Bali Naik 11-12 Hari, Dirut Pertamina Kembali Minta Maaf 

Marsellus Pampur • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 21:55 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia (tengah) didampingi Gubernur Bali, Wayan Koster (kiri) dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri (kanan)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah) didampingi Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri (kanan), di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia menggelar rapat koordinasi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, Kapolda Bali unsur TNI serta Dirut Pertamina di Bali.

Rapat yang berlangsung kurang lebih satu jam itu digelar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026) siang.

Dalam kesempatan itu, Bahlil menjelaskan bahwa saat ini cadangan BBM nasional untuk pertalite RON 90 di atas 16 hari.

Sementara untuk jenis BBM lainnya stoknya mencapai di atas rata-rata 20 hari sesuai dengan standar nasional.

”Nah, untuk di Provinsi Bali beberapa hari kemarin, karena ada keterlambatan kapal yang membawa BBM dari Jawa ke Bali itu terjadi penurunan kurang lebih 3 sampai 4 hari," katanya kepada awak media usai rapat tersebut. 

Menurut dia, mulai Senin (19/10), cadangan BBM untuk pulau Bali sudah mencapai 11 hingga 12 hari.

Dengan demikian, menurut dia saat ini cadangan BBM di Bali sudah dalam kondisi aman. Dia menjelaskan, fuel terminal Sanggaran, Denpasar hanya mampu menampung cadangan selama 4 hingga hari saja.

Sedangkan untuk fuel terminal di Manggis, Karangasem mampu menampung di atas 11 hari cadangan BBM untuk Bali.

”Nah dalam rangka untuk mempercepat proses ini, sekarang saya meminta untuk  Pertamina untuk menaikan status dari 11 hari menjadi 15 hari.

Waktu saya rapat koordinasi di Jakarta, saya juga meminta percepatan distribusi dari Jawa ke Bali, yang tadinya kapal cuman 3, sudah menjadi 7 kapal.

Dengan demikian, maka bisa kita bisa lakukan penguraian perlahan-lahan," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri secara tegas menyampaikan permohonan maaf dari Pertamina kepada masyarakat Bali atas kelangkaan BBM yang terjadi beberapa hari belakangan.

Dia menjelaskan, Pertamina  berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan, penyaluran dana distribusi energi dan memastikan agar seluruh wilayah dapat terlayani dengan baik. 

”Kami juga meyakini bahwa energi adalah nadi dari perekonomian, khususnya di pulau Bali untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, dan aktivitas ekonomi lainnya.

Dengan demikian, kami telah melakukan evaluasi dan akan terus melakukan upaya-upaya terbaik agar terus memberikan pelayanan terbaik di masa mendatang," jelasnya.

Dia juga berterimakasih atas uport dari masyarakat Bali yang sudah mendukung dan penuh sabar menghadapi peristiwa kelangkaan BBM tersebut.

”Saya atas nama Pertamina sebagai Direktur Utama, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya dan kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari," tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyebut peristiwa kelangkaan BBM yang sempat terjadi, merugikan Bali.

Di mana Bali sebagai destinasi pariwisata dunia akan disorot.

”Jadi apa yang terjadi di Bali ini menjadi sorotan besar. Sesuatu yang terjadi langsung mendunia.

Oleh karena itu, kita perlu memahami bersama-sama agar menciptakan suasana kondusif," pungkasnya.

Editor : Rosihan Anwar
PT Pertamina (Persero) bbm langka di bali Gubernur Bali I Wayan Koster Bahlil Lahadalia