DENPASAR, radarbali.id – Kaneshiro Bali kembali menggelar kegiatan sosial. Kali ini, restoran masakan Jepang yang beralamat di Jalan Cokroaminoto Nomor 48, Denpasar Utara ini bersinergi dengan Prochiz menyerahkan bantuan sosial untuk Yayasan Cipta Bali Berbagi, Denpasar.
Acara bertajuk Kaneshiro X Prochiz Berbagi Kasih” ini dihelat di Yayasan Cipta Bali Berbagi, Jalan Dewata, Gang Remagi No. 99R, Sidakarya, Denpasar, pada Senin, 4 Maret 2024.
"Kunjungan kami hari ini ke Yayasan Cipta Bali Berbagi atau Yayasan Remagi Bali dalam rangka keberlanjutan aksi sosial yang kami perjuangkan,” ucap Made Victor Manager Outlet Kaneshiro AYCE Bali.
Victor mengucapkan terima kasih kepada Prochiz yang menjadi partner kegiatan yang sudah dirancang sejak Desember 2023 ini.
Sebelumnya, Kaneshiro bersama Bali Deaf Community dan Komunitas Tari Lara Jiva memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2023.
Victor menambahkan, agenda ini juga terkait momentum rangkaian hari kasih sayang (Valentine) pada Februari lalu.
“Jadi cinta kasih itu tidak hanya kita tunjukkan bagi pasangan masing-masing, melainkan juga mengasihi orang lain walaupun tidak ada hubungan darah sama sekali,” tandas Made Victor sembari menambahkan, para karyawan dan pelanggan Kaneshiro Bali juga ikut berdonasi.
Sementara Supervisor Prochiz Area Bali, I Gusti Putu Juliartha berharap “Kaneshiro X Prochiz Berbagi Kasih” memberi manfaat dan senyuman khususnya bagi masyarakat kurang beruntung yang bernaung di Yayasan Cipta Bali Berbagi.
“Mudah-mudahan ke depan bisa terus berlanjut dan bisa lebih baik lagi,” ungkap I Gusti Putu Juliartha sambil mengatakan Prochiz adalah merek keju nomor 1 di Indonesia yang saat ini berjuang memasyarakatkan keju dan mengkejukan masyarakat.
“Kami berfokus pada kepuasan konsumen untuk membawa kenikmatan dengan senyuman,” tandas I Gusti Putu Juliartha.
Dia menjelaskan, Prochiz memproduksi berbagai jenis produk keju cheddar olahan, termasuk Prochiz Cheddar, Prochiz Gold Cheddar, Prochiz Spready, Prochiz Quick Melt, Prochiz Cheddar Slice, Prochiz Gold Slice, dan Prochiz Mayo! Salad dressing.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Cipta Bali Berbagi, I Ketut Suanira mengucapkan terima kasih atas acara kemanusiaan “Kaneshiro X Prochiz Berbagi Kasih”.
“Sesuatu yang luar biasa; sesuai dengan misi kemanusiaan kami yakni mengembalikan kembali kepedulian Semeton Bali atau masyarakat pada sesamanya. Hari ini Kaneshiro dan Prochiz sudah memulai. Semoga makin banyak perusahaan-perusahaan dan donatur yang berkenan berbagi,” ucap pria yang sehari-hari bekerja sebagai tour guide berbahasa Jepang itu.
I Ketut Suanira menjelaskan,Yayasan Remagi Bali ini menaungi klinik fisioterapi, rumah singgah di Denpasar dan Singaraja yang dihuni dua orang tuna netra. Rumah singgah di Denpasar merupakan persinggahan sementara bagi 6 anak thalasemia yang rutin cuci darah di RS Sanglah.
Thalasemia adalah kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal. Gejala termasuk kelelahan, kelemahan, pucat, dan pertumbuhan yang lambat.
Keberadaan rumah singgah yang biaya kontrakannya selama 10 tahun ditanggung oleh Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik atau yang lebih dikenal dengan nama Niluh Djelantik ini ungkap I Ketut Suanira sangat bermanfaat bagi para pasien thalasemia terutama saat terjadi kelangkaan darah di rumah sakit.
Jika kondisi itu terjadi, kerapkali pasien thalasemia dan keluarganya yang berasal dari jauh –salah satunya asal Melaya, Jembrana– harus menginap lebih lama di rumah singgah Yayasan Remagi Bali, Jalan Dewata, Gang Remagi No. 99R, Sidakarya, Denpasar.
“Di sini juga ada rumah lansia. Kami bekerja sama dengan Kita Bisa menggalang dana kemudian kami buatkan sebuah rumah sederhana berjumlah 5 kamar,” imbuh Suanira yang basicnya tour guide Jepang.
Guna memutus nasib buruk warga kurang beruntung ini, I Ketut Suanira menyebut Yayasan Cipta Bali Berbagi juga menyekolahkan anak-anak mereka. (han)
Editor : Rosihan Anwar