Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cerita Sepeda Bambu di Even KTT G20 (2-Habis): Bambu Petung Mendunia

Hari Puspita • Minggu, 13 November 2022 | 22:09 WIB
BAHANNYA MELIMPAH DI INDONESIA: Bambu petung menjadi bahan utama sepeda ini. (foto made dwija putera/radar bali).
BAHANNYA MELIMPAH DI INDONESIA: Bambu petung menjadi bahan utama sepeda ini. (foto made dwija putera/radar bali).
Sepeda Bambu Spedagi mulai dikembangkan awal tahun 2013 dengan tujuan menemukan jenis bambu yang tepat, desain kerangka sepeda yang kuat, nyaman dan estetik. Pada akhirnya dipilih bambu petung (Dendrocalamus asper) salah satu jenis bambu terkuat dan tersedia melimpah di pedesaan.

BAMBU dengan diameter besar dan dinding tebal ini selain kuat memungkinkan membuat batang rangka sepeda dengan ukuran seragam. Konstruksi bilah tangkup “usuk bambu” kerangka atap rumah di pedesaan menjadi sumber inspirasi untuk meningkatkan kekakuan batang bambu.

Batang bambu bilah tangkup kemudian dihubungkan sambungan metal khusus (lugs) yang diproduksi tenaga lokal menjadi kerangka sepeda. Paduan batang bilah tangkup dengan penampang oval dan lugs metal menghasilkan desain frame yang bukan hanya indah dan berbeda, namun juga kuat dan nyaman digunakan.

“Saya mengawali pada tahun 2013. Bambu sangat melimpah di mana-mana dan ramah lingkungan. Jenis bambu yang saya pilih bambu petung, ini mungkin pertama menggunakan konstruksi bambu petung,” jelasnya.

Ia juga mengakui ketahanan frame atau kerangka sepeda yang dibuat bambu ini sangat kuat dan kokoh. Sebab, sebelum dijadikan frame bambu tersebut juga ditreatment, diawetkan, dikeringkan kemudian baru di- coating.

Sehingga bambu itu menjadi kuat dan tahan terhadap berat serta air. Ketahanan frame sepeda ini juga sudah dilakukan metode pengetesan di laboratorium di Jepang dan sudah lolos. Kemudian  tes berkendaraan juga sudah banyak dilakukan. seperti dibawa untuk bersepeda Jakarta-Temanggung 450 kilometer  lolos.

Kemudian dibawa untuk menempuh bentangan pulau Jawa sepanjang 1400 Km dan  lolos. Bahkan baru ini juga dibawa bersepeda dalam acara Journey From Zero itu dari Banda Aceh-Denpasar sepanjang 3700 kilometer, dan  itu lolos.

Tidak hanya itu, di tahun 2017, Spedagi mendapat penghargaan perunggu Design for Asia (DFA) Awards, dan juga medali emas di Japan Good Design Awards (G-Mark) 2018. “Bambu sebenarnya sangat kuat,” bebernya.

Lebih lanjut, untuk satu frame itu dibuka dengan harga Rp 5,5 juta- Rp 6,5 juta. Namun kalau sampai dengan komponen sepeda lainnya seperti groupset, fork, hingga peranti lainnya, itu harganya beda. “Jadi untuk frame-nya (kerangka) saja saya jual dengan harga kisaran Rp 5,5 juga-6,5 juta juga. Kalau sampai dengan alat-alat sepeda lainnya itu  sesuai permintaan customer, jadi harganya juga menyesuaikan dengan harga alat-alatnya,” bebernya.

Sementara dalam acara KTT G20 ini, Spedagi juga nantinya akan dibagikan sebagai hadiah kenang-kenangan kepada sejumlah delegasi G20. “Nanti akan ada 44 sepeda diberikan kepada delegasi sebagai cinderamata,” pungkasnya. ( made dwija putra/radar bali)

 

 

  Editor : Hari Puspita
#ktt g20 #KTT G20 Bali #sepeda bambu di KTT G20 #sepeda bambu