BAMBU dengan diameter besar dan dinding tebal ini selain kuat memungkinkan membuat batang rangka sepeda dengan ukuran seragam. Konstruksi bilah tangkup “usuk bambu” kerangka atap rumah di pedesaan menjadi sumber inspirasi untuk meningkatkan kekakuan batang bambu.
Batang bambu bilah tangkup kemudian dihubungkan sambungan metal khusus (lugs) yang diproduksi tenaga lokal menjadi kerangka sepeda. Paduan batang bilah tangkup dengan penampang oval dan lugs metal menghasilkan desain frame yang bukan hanya indah dan berbeda, namun juga kuat dan nyaman digunakan.
“Saya mengawali pada tahun 2013. Bambu sangat melimpah di mana-mana dan ramah lingkungan. Jenis bambu yang saya pilih bambu petung, ini mungkin pertama menggunakan konstruksi bambu petung,” jelasnya.
Ia juga mengakui ketahanan frame atau kerangka sepeda yang dibuat bambu ini sangat kuat dan kokoh. Sebab, sebelum dijadikan frame bambu tersebut juga ditreatment, diawetkan, dikeringkan kemudian baru di- coating.
Sehingga bambu itu menjadi kuat dan tahan terhadap berat serta air. Ketahanan frame sepeda ini juga sudah dilakukan metode pengetesan di laboratorium di Jepang dan sudah lolos. Kemudian tes berkendaraan juga sudah banyak dilakukan. seperti dibawa untuk bersepeda Jakarta-Temanggung 450 kilometer lolos.
Kemudian dibawa untuk menempuh bentangan pulau Jawa sepanjang 1400 Km dan lolos. Bahkan baru ini juga dibawa bersepeda dalam acara Journey From Zero itu dari Banda Aceh-Denpasar sepanjang 3700 kilometer, dan itu lolos.
Tidak hanya itu, di tahun 2017, Spedagi mendapat penghargaan perunggu Design for Asia (DFA) Awards, dan juga medali emas di Japan Good Design Awards (G-Mark) 2018. “Bambu sebenarnya sangat kuat,” bebernya.
Lebih lanjut, untuk satu frame itu dibuka dengan harga Rp 5,5 juta- Rp 6,5 juta. Namun kalau sampai dengan komponen sepeda lainnya seperti groupset, fork, hingga peranti lainnya, itu harganya beda. “Jadi untuk frame-nya (kerangka) saja saya jual dengan harga kisaran Rp 5,5 juga-6,5 juta juga. Kalau sampai dengan alat-alat sepeda lainnya itu sesuai permintaan customer, jadi harganya juga menyesuaikan dengan harga alat-alatnya,” bebernya.
Sementara dalam acara KTT G20 ini, Spedagi juga nantinya akan dibagikan sebagai hadiah kenang-kenangan kepada sejumlah delegasi G20. “Nanti akan ada 44 sepeda diberikan kepada delegasi sebagai cinderamata,” pungkasnya. ( made dwija putra/radar bali)
Editor : Hari Puspita