BELASAN polisi tampak berjaga di sekitar Wantilan Pura Desa Jinengdalem, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Gambang, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng. Polisi berjaga, karena pagi itu, Kapolres Buleleng AKBP I Made Dhanuardana akan melakukan tatap muka dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat di desa tersebut.
Saban Jumat tiap pekan, Dhanuardana kerap datang beranjangsana ke desa-desa, untuk mendengar keluhan masyarakat. Aksi itu disebut Jumat Curhat. Bila tak sempat datang, ia mendelegasikan tugas itu pada wakapolres maupun kabag ops.
Kemarin, ia datang ke Jinengdalem, mendengarkan keluh kesah masyarakat. Rupanya cukup banyak curahan hati yang disampaikan kepada polisi.
Warga berharap agar rumah damai, dibentuk kembali untuk menuntaskan permasalahan di desa. Bukan hanya itu, warga juga mengeluhkan kredit macet di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berujung pada pemutusan air bersih di rumah warga yang menunggak. Ada pula yang gelisah dengan maraknya narkotika.
Hal yang paling menarik adalah keluhan soal adanya aktivitas warung remang-remang. Warga dibuat resah, karena ada aksi karaoke yang berlangsung hingga malam hari. Hal itu dirasa sangat mengganggu lingkungan sekitar.
Menanggapi keluhan tersebut, Kapolres Dhanuardana mengatakan, rumah damai telah berevolusi menjadi Sipandu Beradat. Dalam wadah tersebut, masalah-masalah ringan, dapat diselesaikan secara damai dengan melibatkan perbekel, bendesa adat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta para tokoh.
Sementara soal warung remang-remang, ia berjanji akan menindaklanjuti keluhan itu. “Kalau melaksanakan kegiatan karaoke sampai malam hari, jelas mengganggu masyarakat lingkungan sekitarnya. Nanti kalau ditemukan lagi agar melaporkannya ke Polres atau Polsek Singaraja, dan nanti akan ditindak lanjutinya dengan peningkatan Patroli,” tegasnya.
Selain melakukan anjangsana, kemarin Dhanuardana juga menyerahkan 20 paket sembako kepada lansia, serta 20 paket tas dan alat tulis kepada anak-anak yatim di desa setempat. (*/eka prasetya) Editor : M.Ridwan