MINUMAN di dalam wadah botol kaca itu terlihat menarik. Warnanya oranye. Sepintas mirip dengan minuman fermentasi buah-buahan. Namun itu bukan minuman fermentasi buah. Melainkan Arak Bali yang direndam dengan buah-buahan hingga terjadi proses fermentasi. Semacam infused water, tapi kali ini dilakukan pada Arak Bali.
Produk itu dikembangkan oleh empat sekawan. Mereka adalah Arizal Tya Bagus Kurniawan, 27; Agus Mariasa, 29; Bagus Sarjana, 27; dan Dewa Indra Mahendra, 23.
Ide awalnya sederhana saja. Mereka berempat menggemari Arak Bali. Suatu ketika, mereka sepakat membangun sebagai kedai lokasi berkumpul di Jalan Nakula, Kelurahan Banjar Jawa. Mereka pun ingin memiliki sebuah minuman khas.
“Karena awalnya suka, akhirnya ya kami coba-coba buat produk ini. Supaya tempat tongkrongan kami juga punya signature drink,” ujar Arizal, saat ditemui di Gedung PLUT Buleleng, belum lama ini.
Proses uji coba telah dimulai sejak Januari lalu. Mereka berkali-kali melakukan eksperimen. Puluhan liter arak Bali dihabiskan untuk menguji produk. Setidaknya butuh waktu selama dua bulan bagi mereka melakukan eksperimen. Hingga akhirnya menemukan takaran, tekstur, dan rasa yang pas.
“Kami nggak ada basic bartender. Jadi coba-coba saja. Syukurnya ketemu rasa yang pas. Sekarang baru ada yang rasa apel,” ujarnya.
Saat produksi, mereka biasanya memesan arak dari petani arak di Karangasem. Selanjutnya arak direndam dengan kilogram apel. Selama dua pekan terjadi proses fermentasi. Sehingga aroma dan rasa apel menyatu dengan arak.
Dalam sekali produksi biasanya mereka menggunakan 15 liter arak dan dua kilogram apel. “Semakin banyak buah, semakin cepat dapat rasa. Tapi untuk menjaga kualitas, kami ukur takarannya supaya rasa tetap stabil,” imbuhnya.
Setelah proses fermentasi itu, mereka akhirnya menghasilkan minuman beralkohol dengan rasa yang lebih soft. Mereka mengklaim kadar alkoholnya hanya berkisar antara 10-20 persen. “Kami juga nggak mau terlalu tinggi. Karena kami ingin ini bisa dinikmati semua kalangan, termasuk cewek,” imbuh Agus Mariasa.
Produk dengan label Wicked Wiki itu mendapat respons positif. Dalam sebulan mereka berhasil menjual 100-150 botol minuman beralkohol. Untuk minuman dengan ukuran 750 mililiter, dijual seharga Rp 55 ribu. Itu berarti dalam sebulan omzet mereka berkisar antara Rp 5-8 juta.
Kini setelah berhasil menjual minuman beralkohol dengan cita rasa apel, mereka juga berusaha membuat minuman dengan cita rasa buah lainnya. Baik itu nanas, mangga, stroberi, maupun buah-buahan lokal lain. (Eka Prasetya) Editor : Donny Tabelak