Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gaya Pengamen Lampu Merah Simpang Tamansari, Negara,Jembrana: Bak Film Warkop DKI,Dirazia Berlagak Buta

Muhammad Basir • Kamis, 6 Juli 2023 | 16:05 WIB
BUKAN AKTING UNTUK FILM : Yuda Alfiad, pengamen pura-pura buta asal Sragen, Jawa Tengah, ini akhirnya diamankan Satpol PP Jembrana, meskipun sudah berusaha berlagak sebagai orang buta.
BUKAN AKTING UNTUK FILM : Yuda Alfiad, pengamen pura-pura buta asal Sragen, Jawa Tengah, ini akhirnya diamankan Satpol PP Jembrana, meskipun sudah berusaha berlagak sebagai orang buta.

Ada-ada saja. Untuk kedua kalinya Yuda Alfiad ,46, diamankan Satpol PP Jembrana saat mengamen di lampu merah simpang Tamansari Balar Bale Agung, Kecamatan Negara, Rabu (5/7/2023). Bagaikan adegan film Warkop Dono,Kasino, Indro (DKI), pria asal Sragen, Jawa Tengah ini, berpura-pura buta sekadar untuk membuat iba warga.

GAYANYA sepintas memang sangat meyakinkan. Meskipun sebetulnya itu gaya yang standar saja. Umum. Yakni membawa tongkat, memakai kacamata hitam, sekadar  untuk menutupi kenormalan matanya.

Kasatpol PP Jembrana I Made Leo Agus Jaya mengatakan, pengamen ini diamankan ke kantor Satpol PP Jembrana berdasarkan laporan dari warga. "Bawa alat musik krecekan, bawa tongkat dan kaca mata hitam," ungkapnya.

Pengamen tesebut membawa tongkat dan kaca mata hitam bukan tanpa sebab. Karena agar dianggap buta oleh warga dan setiap kali berjalan selalu berjalan layaknya orang buta. Bahkan saat diamankan satpol PP tetap kekeh mengaku buta.

"Karena tidak dapat membuktikannya, kami bawa ke kantor dan meminta bantuan dokter untuk memeriksanya lebih lanjut," ujarnya.

Ternyata dokter yang memeriksa memastikan Yuda tidak buta. Hanya berpura - pura buta untuk mencari simpati. Alasan menggunakan kaca mata karena silau dan tongkat digunakan karena kaki gemetar. Bahkan menggunakan sepeda untuk berangkat mengamen.

Anehnya, meskipun mengaku buta, saat dicek identitasnya memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Bahkan mengaku bisa mengemudi mobil juga. Yuda hanya hidup dengan mengamen untuk mendapatkan uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari hari.

Leo memastikan, bahwa Yuda sudah kedua kalinya diamankan. Bahkan modusnya saat diamankan pada bulan Mei lalu tetap sama, pura-pura buta. Saat diamankan saat itu langsung diserahkan kepada Dinas Sosial Jembrana.

Begitu juga saat diamankan kemarin, rencana hari ini akan dikembalikan ke daerah asalnya di Jawa Tengah dengan difasilitasi Dinas Sosial Jembrana.

Menurut Leo, dari pengakuan Yuda, sengaja mengamen jauh dari rumah asalnya karena sering dimarahi anaknya jika diketahui mengamen. Sementara untuk bekerja, mengakui sulit mendapat pekerjaan sehingga pilihannya mengamen di Bali.

Setiap hari  dia  mendapatkan saweran  uang sekitar Rp 50 ribu dari mengamen. Uang hasil mengamen yang dikumpulkan tidak hanya untuk kebutuhan sehari -hari saja. Tetapi juga  untuk dikirim kepada keluarganya di kampung halaman.

Lepas dari benar atau tidak pengakuannya tersebut, yang sangat menarik adalah : bagaimana dia sampai punya ide seperti ini? Dan, bagaimana dia begitu serius mempraktikkan niatnya, jauh-jauh dari Sragen, Jawa Tengah? Ya, beginilah warna-warni isi dunia. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#pengamen #features #buta #jembrana