Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sharing Bareng Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana, Semua Pegawai Harus Memelihara Persaudaraan

Djoko Heru Setiyawan • Kamis, 27 Juli 2023 | 01:56 WIB

 

BAGI PENGALAMAN: Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana (berdiri lima dari kanan) bersama Direktur Jawa Pos Radar Bali Justin M. Herman (berdiri enam dari kanan)
BAGI PENGALAMAN: Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana (berdiri lima dari kanan) bersama Direktur Jawa Pos Radar Bali Justin M. Herman (berdiri enam dari kanan)

Keluarga besar Jawa Pos Radar Bali dan Jawa Pos Tv Bali Selasa sore (25/7) kehadiran Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana. Apa saja oleh-oleh dari Sharing Komunikasi dan Motivasi bertema Jawa Pos Radar Bali Selalu di Hati yang disampaikan doktor lulusan Universitas Padjadjaran ini?

 

DARI sekitar pukul 15.21 hingga dua jam lebih, tanpa duduk tanpa jeda, Doktor Aqua Sharing Komunikasi dan Motivasi di Ruang Rapat Jawa Pos Radar Bali. Doktor lulusan Universitas Padjadjaran ini menegaskan, aktivitasnya kini menuju 95 persen untuk sosial.

Berkaitan kinerja di Jawa Pos Radar Bali, Aqua berpesan, semua pegawai memelihara persaudaraan. Sebab, dengan banyak saudara, akan banyak teman. ’’Sebagai keluarga besar Jawa Pos Radar Bali, harus saling dukung,’’ pinta ayah dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana ini.

Oleh karena itu, suami Retno Setiasih ini juga meminta semua personel koran ini mengurangi perselisihan. ’’Lihat lingkungan, datangi teman yang tiba-tiba murung,’’ saran mantan wartawan Suara Indonesia (SI) ini.

Sementara, kepada enam orang mahasiswa (Fiora Anugrah Septiyana, Nabila Vicky Wijaya, Muhammad Rizky Al Afif, Anggi Maritza, Alfi Novitasari, dan Suci Hanifani) dari Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta, yang magang di Jawa Pos TV Bali dan ikut sharing ini, Aqua menasihati; agar para mahasiswa ini, menyerap ilmu selama magang.

Aqua lantas mencontohkan anaknya, Ero, mahasiswa Komunikasi Unpad, yang kuliahnya belum tamat, tapi punya pengalaman sebagai tim inti Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 (dr Reisa Broto Asmoro) dan Jubir Presidensi G20 Indonesia Maudy Ayunda. ’’Meski Ero anak saya belum lulus kuliah, tapi karena portofolio banyak, sudah ada beberapa perusahaan menawari pekerjaan,’’ jelas pemilik zodiak Aquarius ini.

Aqua juga mengakui, dalam pekerjaan yang pernah dilakoni, masuknya tanpa membuat surat lamaran. Seperti saat melamar sebagai wartawan Suara Indonesia (SI) di Surabaya. Dia datang ke kantor SI di Surabaya, berbekal kliping tulisannya. Hingga akhirnya diterima dan ditugaskan di Malang.

’’Saya tak pernah nolak tugas redaktur, saat itu komunikasi melalui pager Starko. Di Malang, tunjangan prestasi saya (TP) terbesar. Bukan karena pintar, tapi karena saya rajin. Sehingga banyak relasi dan memudahkan membuat banyak berita,’’ kenang inisiator umroh gratis jemaah umroh Power of Silaturahim (POS) ini.

Meski beritanya banyak dimuat saat jadi wartawan SI di Malang, Aqua mengatakan, hal itu tak membuatnya sombong. ’’Tetaplah sharing, banyak belajar, lantas konsisten mewujudkan keinginan. Sehingga, goal tercapai,’’ tegas alumni Komunikasi S1, S2, hingga S3 di Unpad ini.

Untuk keluarga besar Jawa Pos Radar Bali, Aqua membeber komunikasi internal. Menurutnya, ada tiga kelemahan komunikasi internal yang tak boleh terjadi. Masing-masing; lemah korporasi (misanya; ada karyawan tak tahu jumlah perusahaan di grup korporasinya), lemah produk (hal ini harus dicegah dengan memahami produk dengan komprehensif), lantas lemah dalam hal plus minus media kita.

Untuk mengatasi kelemahan komunikasi internal tersebut; harus paham metode analisis setrategi perencanaan. Yakni SWOT atau strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman).

Selain masalah analisis setrategi di atas, yang paling utama adalah memperkuat sumberdaya manusia (SDM). Setelah SDM kuat, harus mengusai produk, mencintai produk sendiri. Juga harus ada ownership atau rasa memiliki. ’’Untuk sukses, memang hak semua orang. Tapi, sukses harus diperjuangkan,’’ tegas pengarang buku best seller The Power of Silaturahim ini.     

Seperti Sonny Njonoriswondo, owner  Golden Tulip Holland Resort Batu and Conference Center, yang oleh Aqua disuruh membuat surat ucapan terima kasih ke Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang puas selama jadi tamu di hotel Sonny. Sang owner hotel itu, akhirnya kirim ucapan terima kasih ke Menkeu.

’’Barangkali Pak Sonny yang kini jadi teman akrab saya, merupakan satu-satunya owner hotel yang pernah bersurat ke tamunya. Seperti inilah cara membangun trust atau kepercayaan,’’ jelas pria yang sudah dua tahun ini diet karbohidrat dengan tidak mengonsumsi nasi.

Sebelum membuka sesi tanya jawab, Aqua meminta peserta sharing mencatat nomor handphone-nya. ’’Segala kebaikan kita viralkan, kita siarkan, tak usah takut, misalnya, wah Aqua ini riya’ (pamer, Red). Semua yang saya lakukan ikhlas tanpa pamrih, hanya demi Allah, Tuhan Yang Maha Esa,’’ tegas motivator bertarif Rp 70 juta per dua jam ini.

Begitu sesi tanya jawab atau sharing dibuka, I Made Bayu Tjahyaputra (Jawa Pos Tv Bali) mengawali dengan bertanya tentang kesulitan Aqua selama menjadi wartawan SI. Lantas dijawab Doktor Aqua, hal itu terjadi ketika SI berubah dari koran umum menjadi koran ekonomi atas saran Hermawan Kartajaya (pakar pemasaran), kepada Dahlan Iskan.

Akhirnya Dahlan Iskan memberi opsi para wartawan SI: mau mundur atau ikut SI yang akan jadi koran ekonomi. ’’Saat itu, saya pilih tetap di SI. Kesulitan saya, tak menguasai ekonomi. Akhirnya menyisihkan 50 persen gaji selama lima bulan untuk beli buku-buku ekonomi,’’ kenang Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) ini.

Selain itu, saat sore, mendatangi temen-teman untuk belajar ekonomi. ’’Saya lebih baik dianggap bodoh oleh satu atau dua orang, daripada dianggap bloon oleh pembaca tulisan saya,’’ jelas Aqua.

Selain itu, pernah mau dibunuh owner bank yang diberitakan berganti pemilik saham. Sehingga terjadi rush. Tapi, akhirnya, orang yang pernah mengancam membunuh dan keluarga, jadi akrab usai kejadian tersebut.

Saat diancam dibunuh, Aqua ngotot, dengan alasan kode etik jurnalistik, tak bisa bocorkan identitas narasumbernya. Owner akhirnya luluh setelah diberi kesempatan berbicara di SI. Sebab, sebelumnya Aqua saat mau menulis berita pemicu rush ini, sempat ditolak.

Penanya berikutnya Leo Vanny Prasetyo (grafis Jawa Pos Radar Bali), bertanya soal keikhlasan.

Dilanjutkan Muhammad Rizky Al Alif (mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta, yang magang di Jawa Pos TV Bali), bertanya soal ilmu komunikasi apa yang wajib dipelajari.

Sedang Rahmad Sugiarto (Jawa Pos TV Bali) bertanya soal komunikasi bagi mereka yang introvert hingga komunikasi atasan yang memiliki staf tidak baik.

Pertanyaan penutup disampaikan Hari Santoso (Iklan Jawa Pos Radar Bali), bertanya tentang pilihan Doktor Aqua konsisten di jalur ilmu komunikasi. 

Sebagai closing statement, Aqua menyampaikan, Tuhan menyayangi kita. Tapi, sesuatu harus diperjuangkan, pantang menyerah, terus beraktivitas atau bergerak, ini merupakan rezeki. Kemudian, optimistis. ’’Dengan optimistis, yakin, itu setengah keberhasilan. Tetap yakin, tapi ada itungan, jangan konyol,’’ pungkasnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#radar bali #kunjungan #motivator #jawa pos radar bali #aqua dwipayana