BULELENG-Upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 tinggal menghitung hari. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) juga mulai disiapkan. Bagaimana kesiapannya?
Puluhan remaja tampak berdiri tegak dalam posisi siap di Lapangan Ngurah Rai, Singaraja. Mereka berdiri di bawah terik sinar matahari. Para remaja pria dicukur cepak, sementara remaja perempuan rambutnya dipotong sebahu.
Remaja-remaja itu disiapkan sebagai Paskibraka. Mereka akan bertugas sebagai pasukan pengibar maupun pasukan untuk menurunkan bendera pusaka, pada 17 Agustus mendatang.
Tercatat ada 73 orang remaja yang terlibat sebagai paskibraka. Mereka akan dibagi menjadi sejumlah kelompok, yakni Pasukan 8 sebagai pasukan inti atau pembawa bendera, Pasukan 17 sebagai pasukan pengiring atau pemandu, dan pasukan 45 sebagai pasukan pengawal.
Sebelum dipilih sebagai Paskibraka, puluhan remaja itu harus melalui proses seleksi yang dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng. Mereka kemudian wajib menjalani proses pelatihan yang melibatkan unsur TNI dan Polri.
Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Buleleng, Putu Pasek Sujendra mengatakan, para calon paskibraka mendapatkan berbagai materi. Seperti gerakan dasar Latihan Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) dengan rangkaian sikap sempurnanya, jalan di tempat, penghormatan, dan berbagai gerakan lain. Mereka telah menjalani pelatihan sejak Kamis (20/7) pekan lalu dan akan berlatih hingga Selasa (15/7) mendatang.
“Pelatih juga mendorong kekompakan tim selama latihan. Seluruh pasukan sama pentingnya. Jadi setiap ego pada diri peserta harus dihilangkan,” kata Pasek.
Sementara itu Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika menegaskan, keterlibatan para remaja itu dalam paskibraka merupakan sebuah kehormatan dan kebanggan. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan menjadi paskibraka.
Ia pun meminta agar seluruh anggota paskibraka mengedepankan etika serta wawasan kebangsaan. Selain itu mereka juga harus memiliki ketahanan fisik dan kesiapan mental selama menjalani pelatihan.
“Semua harus berlatih dengan sungguh-sungguh, tekun, dan serius. Jaga kedisiplinan, perhatikan kesehatan dan tetap jaga kekompakan sebagai team work sehingga nantinya bisa melaksanakan tugas dengan baik,” ujarnya. (*)
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Bali