Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mengunjungi Desa Punggul, Pionir Desa Digital di Bali: Rancang Program Berdasar Data Dalam Aplikasi (1)

Maulana Sandijaya • Jumat, 22 September 2023 | 15:00 WIB

 

 

VISIONER: Perbekel Punggul, I Kadek Sukarma, saat ditemui di kantornya di Desa Punggul, Abiansemal, Badung, belum lama ini.
VISIONER: Perbekel Punggul, I Kadek Sukarma, saat ditemui di kantornya di Desa Punggul, Abiansemal, Badung, belum lama ini.

Teknologi benar-benar dimanfaatkan I Kadek Sukarma, Perbekel Desa Punggul, Abiansemal, Badung. Semua administrasi dan pelayanan warga berbasis data digital. Seperti apa?

 

 

SESAAT sebelum masuk Desa Punggul, wartawan koran ini disapa aroma padi yang baru saja dipanen. Tampak mobil pikap mengangkut gabah dari sawah. Tak lama kemudian terlihat gapura selamat datang. Di depan gapura bagian kanan, berdiri tulisan cukup besar: Punggul Desa Digital.

Ketika motor memasuki Desa Punggul, di tepi jalan berbaris penjor kering sisa perayaan Galungan dan Kuningan. Sepintas Desa Punggul terlihat sangat bersih dan asri. Sekitar 200 meter dari gapura masuk, wartawan koran ini sampai di Kantor Desa Punggul. Letaknya masuk 50 meter ke kanan dari jalan utama.

Seorang staf muda mempersilakan wartawan koran ini mengisi buku tamu. Bukan buku tamu umumnya yang ditulis pakai bolpoin, tapi mesin menyerupai ATM. Semua tamu wajib mengisi identitas dan tujuan kunjungan. Itu sebagai arsip desa.

Setelah mengisi buku tamu, koran ini duduk di sofa ruang tunggu. Di belakang meja informasi terlihat dua layar monitor besar. Satu layar memuat informasi dan profil tentang Desa Punggul. Satu layar menampilkan pantauan CCTV di 40 titik. “Radar Bali, ya?” sapa I Kadek Sukarma, perbekel Desa Punggul yang sedari tadi memberikan arahan pada sejumlah stafnya.

Sukarma lantas mengajak masuk ke ruang kerjanya karena terganggu suara bising tukang bekerja. Di dalam ruangan itu, Sukarma bisa memantau seluruh wilayah Punggul. “Proses digitalisasi ini kami mulai sejak 2014,” tutur Sukarma.

Sarjana komunikasi itu menceritakan, sebelum menjabat perbekel, dirinya adalah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Saat itu ia sempat mengusulkan pada kepala desa agar memanfaatkan komputer dan internet. Tujuannya pelayanan warga lebih efektif.

Namun, ide itu tidak diterima. Semua administrasi masih dilakukan manual dengan tulisan tangan. Setelah mendapat dukungan warga pada pilkel, barulah Sukarma melaksanakan ide digitalisasi.

“Bicara program tanpa data itu sama saja dengan menghayal,” ungkap pria kelahiran 11 Oktober 1973 itu.

Ia mencontohkan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Punggul yang tidak dipungut biaya. Bahkan, layanan antar dan jemput siswa PAUD juga gratis. Itu semua dilakukan karena berdasar data akurat. Umur serrta jumlah anak di Desa Punggul sudah terekam dalam database. Sehingga bisa diketahui berapa jumlah anak yang akan masuk PAUD tahun mendatang.

“Kalau tidak memakai data, hanya perkiraan saja, itu repot. Misalnya diperkirakan siswa tahun depan 40, ternyata 50 yang daftar. Di mana mencari kekurangan dananya? Begitu juga sebaliknya,” beber Sukarma.

Terkait layanan jemput siswa PAUD gratis, itu bermula beberapa tahun lalu saat Sukarma berkunjung ke sekolah pukul 10.00. Saat itu ia melihat banyak orang tua  duduk-duduk menunggu anaknya. Bahkan banyak yang memakai seragam dinas.

“Berarti mereka bolos, karena masih jam kerja. Belum yang buruh di sawah, hanya kerja setengah hari. Kami akhirnya rapat dan disepakati beli armada. Untuk keamanan, antar jemput dilengkapi buku ekspedisi,” jelas Ketua Forum Perbekel Kabupaten Badung dua periode itu.

Fasilitas antar jemput anak ini selain membantu orang tua, juga melatih anak mandiri dan disiplin. Terkait bidang kesehatan, Sukarma mengembangkan aplikasi Si Garpu atau Sistem Garbasari Punggul. Sistem ini mendata umur dan berat badan anak. Tujuannya untuk mengetahui potensi stunting. Ketika ada anak berpotensi stunting, langsung diberi makanan bergizi.

“Setiap warga yang melapor setelah melahirkan, langsung kami datangi dan beri parsel. Tujuannya berbagi kebahagiaan sekaligus update data riil penduduk,” imbuh pria 49 tahun itu.

Sementara untuk mengawasi kedisiplinan pegawai, Sukarma punya aplikasi khusus absen wajah atau selfie yang riil time. Aplikasi itu dioperatori langsung oleh Sukarma.***

Editor : M.Ridwan
#pelayanan cepat #abiansemal #desa digital #desa punggul