Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Melihat Pantai Lovina yang Kini Dilengkapi Dermaga Apung, Diyakini Bisa Gaet Penghobi Yacht

Eka Prasetya • Kamis, 28 September 2023 | 12:05 WIB

Dermaga apung yang terpasang di Pantai Lovina, Singaraja.
Dermaga apung yang terpasang di Pantai Lovina, Singaraja.

Pantai Lovina kini dilengkapi dengan dermaga apung. Dermaga ini diyakini lebih representatif ketimbang dermaga jetty yang telah berdiri di Pantai Binaria. 

PLASTIK yang serupa barrier pembatas jalan, tampak terangkai di sisi barat Pantai Lovina. Plastik-plastik itu menjorok hingga puluhan meter ke tengah laut. Ia bergerak terapung, mengikuti dengan pasang surut gelombang.

Benda itu bukan wahana permainan. Melainkan sebuah dermaga apung. Warnanya mencolok. Yakni oranye dan biru. Sehingga mudah terlihat pada malam gelap sekalipun.

Dermaga itu didirikan di pantai yang masuk wilayah Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Panjangnya mencapai 52 meter yang menjorok ke arah laut. Cukup dalam untuk kapal yacht untuk menepi.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Oktiva Askara dermaga bukan dibangun pemerintah. Tapi disumbangkan pihak ketiga, yakni PT. Sungai Indah Lestari. Pemerintah pun berusaha memanfaatkan dermaga itu sebagai salah satu fasilitas pendukung pariwisata.

Menurutnya di Pantai Lovina sebenarnya sudah terdapat dermaga. Yakni dermaga jetty di Pantai Binaria yang dibangun Kementerian Pariwisata pada tahun 2015 silam. Tadinya dermaga itu hendak digunakan untuk kapal yacht bersandar. Namun karena terjadi perubahan pasang surut gelombang, dermaga itu lebih banyak digunakan untuk melayani wisatawan yang ingin menikmati wisata atraksi lumba-lumba alias dolfin.

Karena jumlah pengunjung semakin banyak, pihaknya pun berkeinginan ada dermaga alternatif lain. Beruntung ada perusahaan yang mau menyumbangkan dana. Sehingga ia meminta agar dermaga itu dibangun di wilayah Kaliasem.

“Sekaligus juga menunjang aktivitas wisata dolfin rekan-rekan nelayan wisata yang ada di Kaliasem ini,” kata Dody saat ditemui di Lovina, Rabu kemarin (27/9).

Ia meyakini dermaga itu sangat strategis. Rencananya dermaga akan diuji dalam event yacht Sail Lovina yang akan berlangsung pada 4-6 Oktober mendatang.

“Ini bisa menjadi fasilitas pendukung buat wisatawan. Semoga nanti kita bisa alokasikan dana dermaga apung seperti ini untuk di perairan lainnya demi kemajuan pariwisata kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Perbekel Kaliasem, Ketut Sukiarta menyambut baik keberadaan dermaga itu. Ia meyakini hal itu akan sangat bermanfaat. Mengingat di Kaliasem – yang menjadi bagian Kawasan Wisata Lovina – pariwisata bahari juga cukup berkembang.

“Kami akan kawal alat ini. Justru kedepan bisa menjadi objek wisata baru. Saya sangat mengapresiasi dan siap menerima alat ini serta akan menjaganya demi kepentingan pariwisata Buleleng pada khususnya,” tandasnya. (*)

Editor : Donny Tabelak
#desa kaliasem #yacht #Pantai Binaria Lovina #Dermaga Apung #pantai lovina #Dermaga Jetty #dinas pariwisata buleleng #lumba lumba