Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kisah Dibalik Peracik Minyak Kutus Kutus: Ternyata Temukan Nama Brand Saat Ritual Melukat di Pura Tirta Empul

Marsellus Nabunome Pampur • Rabu, 6 Desember 2023 | 16:00 WIB
KLENIK:  Owner minyak Kutus-Kutus Bambang Pranoto didampingi istrinya saat konferensi pers di Gianyar (5/12/2023)
KLENIK: Owner minyak Kutus-Kutus Bambang Pranoto didampingi istrinya saat konferensi pers di Gianyar (5/12/2023)
 
 
Servasius Bambang Pranoto, Owner Kutus-Kutus ternyata memiliki kisah klenik di balik suksesnya ramuan Kutus-Kutus saat ini. Kini, Kutus-Kutus populer dan berhasil memproduksi paling sedikit 300 ribu botol minyak dalam sebulan dengan omzet miliaran rupiah. 
 
 
DI BALIK kesuksesan besar itu, ternyata sang owner yang akrab disapa Babe itu memiliki kisah unik di balik nama Kutus-Kutus. Kisah itu terjadi sekitar 10 tahun lalu. Saat itu minyak racikannya belum memiliki nama khusus. Suatu malam, sekitar pukul 02.30 WITA tengah malam, Babe bersama beberapa rekannya dari Jogja ingin melukat di Pura Tirta Empul, Tampak Siring, Gianyar.
 
Dikisahkannya bahwa saat tengah malam, dirinya dan teman-temannya turun dari mobil di parkiran Tirta Empul. "Saat itu kondisi sepi. Di parkiran tak ada mobil lain," ujarnya di sela acara konferensi pers menuju acara 1 Dasawarsa Kutus-Kutus, di Gianyar, Selasa (5/12). Tiba-tiba saat turun dari mobil, ada sosok mahluk yang menpok bahunya.
 
Baca Juga: Unik! Pertama, Klungkung Resmikan Sekolah Pelopor Penegak Perda, Begini Targetnya
 
"Waktu saya turun (mobil) ada yang tepok bahu saya. Padahal wkatu di mobil gak ada orang. Orang itu bilang, kasih nama minyakmu Kutus-Kutus," tambahnya menirukan ucapan sosok tersebut. Usai memberitahu, makhluk itu tiba-tiba hilang. Dari sana, minyak racikannya itu dia namai Kutus-Kutus atau 88. Dua angka itu melambangkan keberuntungan. 
 
Bambang Pranoto sendiri mulai menemukan minyak Kutus-Kutus di tahun 2011 silam. Saat itu dia mengalami sakit lumpuh.
 
Bambang kemudian membuat racikannya sendiri. Setelah nama Kutus-Kutus menjadi nama resmi untuk brand buatanmya. Awalnya dia memproduksi puluhan botol di industri rumahan. Ternyata di pasaran, produksi itu meningkat drastis hingga kini laku ratusan ribu botol dalam sebulan.
 
Baca Juga: Penipuan Modus Baru Terendus di Tengah Tahun Politik, Polda Bali Serukan Jangan Klik APK PPS Pemilu 2024!
 
Semua bahan baku minyak tersebut diambil dari pasar lokal di Bali. "10 tahun ini membuktikan bahwa kamu meluas dan sampai kemana2. Dari 50 botol, sekarang ratusan ribu botol. Dari Bali sekrang ke penjuru penjuruh dunia," imbuhnya.
 
Kini tak hanya minyak, Kutus-Kutus juga menjadi brand untuk usaha lain seperti villa, hotel, radio, hingga perkebunan.
 
Total karyawannya hingga saat ini lebih dari 1.000 orang. Namun, karena laku keras, kini minyak Kutus-Kutus banyak dipalsukan.
 
Baca Juga: Gress! Polda Bali Segera Tindak Kasus yang Libatkan Mantan Bupati Gianyar Agus Mahayastra, Begini Kasusnya
 
Hal ini juga membuat Babe khawatir. Menurutnya banyak pihak yang ingin mengambil keuntungan dari merk Kutus Kutus. Pemalsuan tersbeut sangat masif. Hal itu juga membuat Babe dan istrinya kepikiran utnuk mengganti nama brand mereka.
 
"Ini sangat menggangu kita. Terutama on line. Ini dipakai sama pemalsu untuk jual Kutus-Kutus dengan harga murah. Di dalam perjalanan kami selama 10 tahun kami selalu merubah kotak. Karena ingin menangkal pemalsuan. Akan ada rencana mengubah merk menjadi Sanga-Sanga (99) dengan produk yang sama. Itu untuk menghindari pemalsuan tersebut. Ini datang dari filosofi bahwa kita sudah 10 tahun dan berkembang. Kita harus berinovasi. Memang tidak mudah untuk mengganti merk. Memang resikonya tinggi," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan
#Brand #kutus kutus #minyak #radarbali