Wanita asal Bogor, Jawa Barat, Rianti Agnesia alias Ranti, 23, sudah kehilangan nyawa ditangan lelaki hidung belang. Padahal ia datang ke Bali, ternyata tak hanya untuk bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Melainkan, untuk menjauh dari suaminya sekaligus menenangkan diri. Begini kisahnya.
DUKA masih menyelimuti raut wajah Sena, 31, Moza, 20, ketika ditemui di Kuta, Sabtu (4/5/2024). Kesedihan yang dirasakan karena Rianti Agnesia alias Ranti, 23, dibunuh oleh pria hidung belang di kosan, Jalan Bhineka Jati Jaya IX, No.15 Kuta Badung, Jumat (3/5/2024) sekitar pukul 03.00, merupakan teman yang sudah dianggap sebagai saudara.
Kedatangan alm di Bali bukan semata menjadi PSK. Melainkan prahara tangga, baru seumur jagung walaupun telah dikaruniai anak laku usia dua tahun, telah renggang di ujung tanduk. Kendati sudah tidak ada lagi kecocokan dengan suami bernama Muhammad Sukardi. "Ya, dia datang ke Bali, bekerja sekaligus liburan dan menenangkan diri," ungkap Sena Moza (bukan nama sebenarnya).
Diceritakan Moza, Rianti merupakan temannya semasa di Bogor. Hari pertama ketika berada di Bali, almarhum terkejut ketika melihat story WhatsApp, lalu berkeinginan untuk nyusul, tapi terkendala uang beli tiket pesawat. Dia terus menghubungi Moza yang datang ke Bali mengikuti teteh Sena yang sudah 7 tahun tinggal di Bali.
"Baru sehari di Bali, saya pasang story. Rianti menghubungi saya dan katanya mau ikut ke Bali. Selain bekerja sebagai wanita panggilan, dia ingin tenangkan diri di Bali," tambanya. Moza kemudian menyampaikan kepada kakaknya yakni Sena. Bahwa Rianti ingin ke Bali tapi tidak memiliki uang tiket. Sena yang saman sekali tidak kenal Rianti jawab dengan santai.
Bahwa sudah beberapa hari tidak aktif open bo sehingga belum bisa bantu. Lalu keesokan harinya, ketika genap 4 hari Moza di Bali, Rianti kembali menghubungi. Lagi lagi memaksakan diri ingin ke Bali. Lagi Moza memberitahukan ke Sena. Moza dan Sena patungan dan membeli tiket. Uang Rp 1,3 juta, akan diganti setelah mendapatkan rezeki dari hasil open.
"Ya, uang tiket Rp 1,3 juta milik kami berdua akan diganti setelah Rianti Open BO Michat di Bali," tutur Moza. Setelah mendapatkan tiket, yang bersangkutan dari Bogor, berangkat ke Bandara Soekarno Hatta. Sesampainya di Bandara, ia bergegas ke Gate 16, lalu menumpangi pesawat Citilink Flight No. QG 660, dan duduk di kursi No. 30D, tujuan Jakarta - Denpasar, Rabu 1 Mei 2023.
Pesawat take off sekitar 18.30, tiba sekitar pukul 22.00. Moza bergegas menjemputnya di Bandara. Ketika tiba di kosan, Jalan Pemogan, Denpasar Selatan, dua wanita ini menyarankan untuk diam dan beristirahat. Rianti keluar kos tanpa pamit keesokan harinya, Kamis 2 Mei 2024 sekitar pukul 23.00. Keduanya mengira dia pergi ke warung beli rokok.
Satu jam berselang, wanita baru sehari di Bali ini tak kunjung pulang. Rena menyuruh Moza menghubunginya via chat. Lalu direspon, bahwa sementara dalam perjalanan ke lokasi yang dikirimkan tamu. Namun berjam-jam menunggu, Rianti tak kunjung pulang. Rena memutuskan untuk chat Rianti sekitar pukul 03.30. Karena tidak direspon, Rena menghubungi lagi Rianti via telepon.
Ternyata yang respon adalah seorang pria. Tombullah rasa curiga bahwa diduga HPnya dijambret. Karena jarang HP PSK dipegang oleh tamu alias pria hidung belang. Sebab, Rianti mengaku tidak memiliki saudara di Bali. "Ya terdengar suara berisik angin. Pria itu katakan bahwa lagi di jalan. Saya tanya di Jalan mana, dijawab lagi di Jimbaran," begitu penjelasan Rianti mengutip pria tak dikenal, belakangan diduga sebagai pelaku.
Baca Juga: Wah! Ternyata Pembunuh PSK di Pemogan Adalah ABK di Pelabuhan Benoa, Lilit Leher Korban dengan Kabel
Pria itu tidak banyak bicara, dan memutuskan sambungan telepon. Ketika di hubungi lagi, ternyata nomor HP Riana sudah tidak aktif sampai akhirnya diketahui telah tewas dibunuh. Sambung Moza, di tengah kepanikan. Ia dihubungi suami korban bernama M Sukardi, 22, siang itu. Bahwa, keluarga telah mendapatkan informasi dari Polsek Kuta bahwa yang bersangkutan telah tewas dibunuh.
Keduanya langsung bergegas ke Polsek Kuta ternyata benar. Mereka sempat mengecek ke RSUP Ngoerah. "Melihat jenazahnya, kami sedih. Soal motif dibunuh karena korban katanya minta lebih, itu pasti ada sesuatu, apa mungkin si cowok sebenernya gak punya duit," tambah Rena dengan nada tanya. Pun dikatakan, informasi terbaru keluarga korban segera ke Bali untuk mengurus pemulangan jenazah ke kampung halaman.***
Editor : M.Ridwan