Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cerita Duka Mantan Bupati Jembrana Ida Bagus Ardana-1 : Dikenal Sebagai Sosok yang Dituakan di Keluarga Griya

Francelino Junior • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 14:22 WIB
BERDUKA: Suasana di Griya Batan Cempaka yang merupakan rumah asal Ida Bagus Ardana. (francelino junior)
BERDUKA: Suasana di Griya Batan Cempaka yang merupakan rumah asal Ida Bagus Ardana. (francelino junior)

Kejadian meninggalnya Ida Bagus Ardana, Bupati Jembrana periode 1980-1990 membawa duka bagi keluarganya di Buleleng, terlebih sangat mengejutkan. Ia diketahui berasal dari Griya Batan Cempaka, Kelurahan Liligundi, Kecamatan Buleleng.

MANTAN  bupati Jembrana ini ditemukan jasadnya di rumahnya yang berlokasi di Jalan Gurita IV, Kelurahan Sesetan, Kota Denpasar pada Kamis (8/8/2024) malam. Bersama dengannya, ditemukan juga jenazah istrinya, Anak Agung Ayu Sri Wulan Trisna.


Radar Bali kemudian berkesempatan mendatangi rumah asal Ardana di Griya Batan Cempaka pada Jumat (9/8) siang. Di sana sudah berkumpul sejumlah keluarga yang tengah duduk di pelataran rumah, termasuk juga salah satu adik kandungnya yaitu Ida Bagus Lilik Sudirga.

 

Mereka menceritakan bila terakhir kali berkomunikasi dengan Ardana pada awal bulan Agustus 2024. Namun antara mereka berbeda-beda berkomunikasi dengannya, ada yang terakhir berkomunikasi sekitar sebulan yang lalu.

 

Komunikasi ini tentu sangat penting, mengingat Ardana merupakan sosok yang dihormati, berkharisma, dituakan oleh keluarga besarnya. Ardana merupakan anak pertama dari 10 bersaudara.

 

”Beliau aslinya dari Griya Batan Cempaka. Terakhir balik saat Hari Raya Galungan. Tapi kesehariannya di Denpasar. Di griya ini, beliau yang dituakan,” ujar Ida Bagus Lilik Sudirga, adik kandung nomor sembilan Ardana. 

 

Lilik Sudirga melanjutkan bahwa sosok kakaknya itu merupakan panutan di keluarga besarnya. Apalagi sepak terjangnya yang mengemban sejumlah tugas penting di pemerintahan. 

Karirnya diawali dari staf Pegawai Negeri Sipil (PNS), kemudian ditunjuk menjadi Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) Tingkat II Jembrana, hingga menjadi Bupati Jembrana selama dua periode.

”Beliau sangat komunikatif dengan keluarga dan saudara. Intinya beliau disiplin, dalam artian bagaimana menggalang kebersamaan di antara saudara di sini (Griya Batan Cempaka),” lanjut Lilik Sudirga.

Sebenarnya, keluarga besarnya mencurigai kematian Ardana dan istrinya di Denpasar. Mengingat keduanya ditemukan tidak bernyawa, namun dalam posisi yang berbeda. 

Jenazah Ardana ditemukan di dapur dalam kondisi membusuk bahkan ada bercak darah. Sedangkan istrinya berada di dalam kamar. Mereka diketahui tidak bernyawa oleh keluarga anaknya. 

 Saat itu, mereka datang ke rumah Ardana namun ketika dihubungi tidak memberikan jawaban. Akhirnya, menantu Ardana memilih melompat pagar. Di sana ia melihat bahwa sang mertua yaitu istri Ardana dalam kondisi tidur tak bergerak di dalam kamarnya.

 

Melihat hal itu, menantunya itu lantas melaporkan hal tersebut ke Kepala Lingkungan Karya Dharma. Kemudian bersama dengan aparat dan pecalang kemudian mendobrak pintu rumah. Mereka juga melihat Ardana yang posisinya terlentang di dapur.

 

Sekitar pukul 19.30 Wita, polisi berpakaian dinas maupun preman masuk ke rumah tersebut. Kemudian memasang garis polisi. Sejumlah keluarga juga kemudian datang untuk melihat situasi.

Kata Lilik Sudirga, barang-barang milik kakaknya itu tidak ada yang hilang. Namun tetap diperiksa, mengingat evakuasi jenazah dilakukan terlebih dahulu kemarin malam.

Kemudian sekitar pukul 23.00 Wita, dua unit ambulans milik BPBD datang ke sana yang membawa jenazah Ardana dan istri ke RS Prof. Ngoerah Sanglah.

”Kami disampaikan sedikit kronologi oleh keluarga. Tapi ini aneh, karena kok barengan meninggal suami istri ini, lokasinya juga berbeda ada yang di kamar dan dapur,” lanjut adik kandung Ardana menceritakan.

Kini keluarga di Griya Batan Cempaka menyerahkan semua prosesnya ke pihak kepolisian, meski mereka tidak memiliki firasat sama sekali. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#jembrana #mantan bupati #buleleng