Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Melongok TPS3R di Desa Keliki Gianyar: Kurangi Sampah ke TPA, Hasilkan Padi Organik dan Manfaatkan Panel Surya, Ini Prosesnya

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 10 September 2024 | 09:42 WIB

 

PENGOLAHAN SAMPAH: Manajer fasilitas TPS3R Desa Keliki, Gede Adnyana (kaus hitam pegang mik), menjelaskan proses pengolahan sampah pada para pengunjung, Minggu 8 September 2024
PENGOLAHAN SAMPAH: Manajer fasilitas TPS3R Desa Keliki, Gede Adnyana (kaus hitam pegang mik), menjelaskan proses pengolahan sampah pada para pengunjung, Minggu 8 September 2024

Desa Keliki, Gianyar salah satu desa yang  mengolah dan mengurangi sampah dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Desa tersebut menjadi percontohan karena sudah dilakukan pemilahan, yang hasilnya menjadi pupuk dan non-organik dijual ke bank sampah. Tidak hanya sampah,  energi hijau juga menjadi fokus mewujudkan energi bersih. Seperti apa?

 

HAMPARAN sawah dan udara sejuk menjadi kelebihan  Desa Keliki , Gianyar ketimbang  desa tetangganya  Ubud yang sudah padat karena banyak didatangi wisatawan.  Suasananya tidak berisik, tapi rapi cocok berwisata. Dikarenakan di sawah tersebut juga ada jogging track yang bisa dilewati pengunjung. 

Desa bersih ini ternyata karena mengelola sampah yang hasilnya menjadi pupuk organik,  diberikan kepada petani setempat.  Kendati belum  bisa secara keseluruhan mengolah sampah masyarakat setempat, namun TPS3R (TPS3R (Tempat Pengelolaan reuse,  reduce dan recycle))  yang baru beroperasi tahun 2022 sudah memberikan dampak baik. Sampah yang dibuang ke TPA berkurang dan bisa memproduksi pupuk sendiri.  Dengan memproduksi pupuk sendiri sehingga menghasilkan beras organik.     

”Setiap dua minggu sekali kami panen kompos yang diberikan kepada petani,” ungkap Adnyana yang didampingi oleh Ketua Bumdes Desa Keliki Sumada Minggu (8/9) lalu.

 Adapun sampah masyarakat yang diterima dari baru  90 kepala keluarga (KK) baru  warga Desa Adat Sebali, Desa Dinas Keliki.     

Nah, menariknya TPS3R  ini mengoperasikan mesin tidak bergantung perusahaan listrik negara (PLN). 

Mesin bantuan dari Pertamina program  tanggung jawab sosial atau CSR memberikan  panel surya.”Untuk pengoperasian mesin cacah. Ada cacah batok kelapa. Sekaligus juga diberikan baterai cadangan,”ungkap Adnyana.

Desa Keliki memiliki program padi organik   merupakan program desa bekerjasama dengan balai latihan masyarakat, juga kelompok organik Dewi Sri Keliki, dan Pertamina.

Padi organik merupakan padi yang proses budidayanya terbebas dari pestisida kimia serta panen dan pasca-panennya pun terbebas dari zat kimia. ”Pupuk yang digunakan pupuk kandang, pupuk hijau dan sisa tanaman,” jelas Adnyana.

 Baca Juga: Di Karangasem Calon DPRD yang Gagal Menang Beri Isyarat Dukungan ke GP

Lebih lanjut dijelaskan dalam pemilahan ini juga harus detail. Adnyana menyebutkan plastik saja ada 64 jenis. Jenis botol pun sama banyak jenisnya. Sebelumnya diserahkan ke bank sampah harus dipilah sesuai jenisnya.

Mengenai panel surya di TPS3R kekuatanya 10 KWP setara dengan listrik setiap perusahaan. Sementara itu, terpisah panel surya diberikan ke tujuh subak yang ada di Desa Keliki dengan luasnya 500 hektar.

Hasil pantauan koran ini salah satu subak di desa tersebut bernama Subak lauh Batu Desa Keliki, Kecamatan Tegalalang, Gianyar dengan luas 24 hektar. Subak termasuk dalam program Desa Energi Berdikari Pertamina.

Ketut Supartika Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Desa Keliki, panel surya membantu petani untuk menghidupkan pompa air. Sangat membantu pada masa kemarau panjang. Setiap surya panel menghasilkan 2.500 watt.

“Kekeringan biasanya Mei dan September biasanya. Semenjak panel surya ada Pemilihan jenis bisa menghemat,” pungkas Supartika.***

Editor : M.Ridwan
#padi organik #Desa Keliki #sampah #panel surya #olah sampah #tpa #bali #gianyar