Usai berlaga, tidak semua atlet langsung berkemas untuk kembali ke daerah masing-masing. Mereka memilih untuk berwisata dan mengenal sisi lain di daerah tempat mereka bertanding.
DI ujung barat Indonesia, di Pulau Weh yang tenang, terletak sebuah lokasi yang tidak hanya menandai batas geografis negara, tetapi juga memancarkan semangat kebanggaan dan identitas bangsa.
Itu adalah Titik Nol Kilometer Indonesia di Sabang, merupakan gerbang pertama menuju tanah air bagi banyak orang. Itu simbol dari keberagaman serta persatuan negeri kepulauan ini.
Berada di puncak Bukit Sabang, Titik Nol Kilometer yang dikenal dengan monumen berwarna biru muda, ini menyajikan pemandangan yang menakjubkan. Pengunjung dapat melihat laut yang membentang luas, serta pulau-pulau kecil yang tersebar di horizon.
Monumen yang diresmikan pada tahun 1997, ini merupakan titik awal dari semua pengukuran jarak ke seluruh penjuru Indonesia dan dunia. Memiliki nilai sejarah, menarik minat atlet menembak asal Jambi, Wenny Thalita Sarah untuk berkunjung, Sabtu, 14 September 2024.
”Saya datang sendiri (bukan dengan rombongan atlet). Memilih Sabang karena menjadi trend di sini (Aceh). Selain itu juga banyak dapat saran dari keluarga dan ke sini juga sama orang tua,” ujar atlet yang masuk 10 besar di PON kali ini.
Titik Nol Kilometer di Sabang, bukan hanya menarik perhatian wisatawan dan para atlet karena keindahan alamnya, tetapi juga memiliki nilai historis dan lokasinya yang strategis.
Sebagai titik paling barat Indonesia, Sabang sering kali menjadi tempat perayaan penting dan kegiatan nasional yang menegaskan kekuatan dan persatuan bangsa.
Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah dan komunitas lokal telah bekerja keras untuk mengembangkan area sekitar Titik Nol Kilometer. Pembangunan fasilitas umum, seperti area parkir, pusat informasi, dan jalur pejalan kaki, bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Selain itu, upaya pelestarian lingkungan terus dilakukan untuk menjaga keindahan alam dan memastikan bahwa kawasan ini tetap bersih dan lestari.
”Tingkat kunjungan ke Sabang mengalami peningkatan dua kali lipat saat PON. Ini saja sudah dua kapal yang masuk pagi hari dari biasanya satu kapal,” ujar petugas pelabuhan kemarin.
Sebagian besar orang menilai Titik Nol Kilometer di Sabang adalah simbol dari titik awal perjalanan Indonesia, baik secara geografis maupun emosional. Ini adalah tempat di mana setiap langkah dimulai, dan setiap kisah bangsa dimulai dari sini. Di ujung barat yang menanti setiap orang denga
Editor : Made Dwija Putera