Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Melihat Aktivitas Para Atlet Usai Berlaga di PON XXI 2024 Aceh – Sumut, Rela Nyeberang Pulau Demi Jejaki Kaki di Titik Nol Kilometer Indonesia

I Wayan Widyantara • Minggu, 15 September 2024 | 04:38 WIB

LIBURAN: Para atlet dari berbagai daerah usai tanding liburan ke Sabang, Aceh, Sabtu, 14 September 2024.
LIBURAN: Para atlet dari berbagai daerah usai tanding liburan ke Sabang, Aceh, Sabtu, 14 September 2024.
 

Usai berlaga, tidak semua atlet langsung berkemas untuk kembali ke daerah masing-masing. Mereka memilih untuk berwisata dan mengenal sisi lain di daerah tempat mereka bertanding.

 

DI ujung barat Indonesia, di Pulau Weh yang tenang, terletak sebuah lokasi yang tidak hanya menandai batas geografis negara, tetapi juga memancarkan semangat kebanggaan dan identitas bangsa.

Itu adalah Titik Nol Kilometer Indonesia di Sabang, merupakan  gerbang pertama menuju tanah air bagi banyak orang. Itu simbol dari keberagaman serta persatuan negeri kepulauan ini.

Berada di puncak Bukit Sabang, Titik Nol Kilometer yang dikenal dengan monumen berwarna biru muda, ini menyajikan pemandangan yang menakjubkan. Pengunjung dapat melihat laut yang membentang luas, serta pulau-pulau kecil yang tersebar di horizon.

Monumen yang diresmikan pada tahun 1997, ini merupakan titik awal dari semua pengukuran jarak ke seluruh penjuru Indonesia dan dunia. Memiliki nilai sejarah, menarik minat atlet menembak asal Jambi, Wenny Thalita Sarah untuk berkunjung, Sabtu, 14 September 2024.

”Saya datang sendiri (bukan dengan rombongan atlet). Memilih Sabang karena menjadi trend di sini (Aceh). Selain itu juga banyak dapat saran dari keluarga dan ke sini juga sama orang tua,” ujar atlet yang masuk 10 besar di PON kali ini.

 

Titik Nol Kilometer di Sabang, bukan hanya menarik perhatian wisatawan dan para atlet karena keindahan alamnya, tetapi juga memiliki nilai historis dan lokasinya yang strategis.

Sebagai titik paling barat Indonesia, Sabang sering kali menjadi tempat perayaan penting dan kegiatan nasional yang menegaskan kekuatan dan persatuan bangsa.

 

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah dan komunitas lokal telah bekerja keras untuk mengembangkan area sekitar Titik Nol Kilometer. Pembangunan fasilitas umum, seperti area parkir, pusat informasi, dan jalur pejalan kaki, bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

 

Selain itu, upaya pelestarian lingkungan terus dilakukan untuk menjaga keindahan alam dan memastikan bahwa kawasan ini tetap bersih dan lestari.

”Tingkat kunjungan ke Sabang mengalami peningkatan dua kali lipat saat PON. Ini saja sudah dua kapal yang masuk pagi hari dari biasanya satu kapal,” ujar petugas pelabuhan kemarin.

 Baca Juga: Curhatan Atlet Panjat Tebing Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi di PON XXI Aceh-Sumut 2024, Ekspektasi Diberikan Berlebihan, Merasa Beban Tetap Fokus

Sebagian besar orang menilai Titik Nol Kilometer di Sabang adalah simbol dari titik awal perjalanan Indonesia, baik secara geografis maupun emosional. Ini adalah tempat di mana setiap langkah dimulai, dan setiap kisah bangsa dimulai dari sini. Di ujung barat yang menanti setiap orang denga

Editor : Made Dwija Putera
#atlet #sabang #PON XXI Aceh - Sumut #Titik Nol Kilometer