Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tradisi Khas Jelang Galungan Krama Desa Pandak Gede Patungan Nampah Kebo yang Khusus Daging Kerbau

Juliadi Radar Bali • Selasa, 24 September 2024 | 03:35 WIB
SIAP DIBAGIKAN : Suasana masyarakat Desa Pandak Gede saat nampah atau potong kerbau Jelang Hari Raya Galungan.( Foto Krama Desa Pandak Gede,Kediri,Tabanan)
SIAP DIBAGIKAN : Suasana masyarakat Desa Pandak Gede saat nampah atau potong kerbau Jelang Hari Raya Galungan.( Foto Krama Desa Pandak Gede,Kediri,Tabanan)

Ada tradisi khas setiap menjelang Hari Raya Galungan ada tradisi menarik krama Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan.Tradisi itu adalah iuran untuk membeli kerbau dan berbagi dagingnya.

MEREKA  secara rutin melaksanakan tradisi nampah kebo (sembelih hewan kerbau) jelang hari Galungan yang jatuh pada 25 September nanti. 

Uniknya lagi krama Desa Pandak gede melakukan pemotongan hewan kerbau dengan cara patungan sejak sebulan yang lalu.

Mantan Perbekel yang kini menjabat sebagai Dewan Tabanan I Gusti Ketut Artayasa mengaku kali jelang Galungan ada sekitar enam ekor kerbau yang bakal ditampah (potong) oleh Krama desa Pandek Gede. 

Pemotongan kerbau oleh krama Desa Pandak Gede pada masyarakat di delapan banjar Pandak Gede ini merupakan sebuah tradisi leluhur yang rutin dilakukan secara turun temurun.

Sebab nampah Kebo adalah ciri Hari Raya Galungan bagi warga Pandak Gede. "Jika tak melaksanakan nampah Kebo, seperti tidak merayakan Hari Raya Galungan," ujarnya.

Ia menyebut tak kalah uniknya kebo yang dipotong hasil iuran atau urunan alias  patungan dari warga yang dikumpulkan sejak sebulan yang lalu.

"Jadi hampir semua warga yang ikut mepatung Kebo," tuturnya Minggu (22/9/2024).

Dia menambahkan pemotongan hewan kerbau yang sudah dibeli akan dilakukan sehari jelang Galungan atau saat penampahan nanti. 

"Sementara untuk harga kebo sekitar Rp 25-29 juta per ekor," ucapnya.

Menurutnya kebo yang disembelih satu ekor ini bisa dibagi menjadi 70 sampai 75 jujulan (kelompok). 

Satu jujulan itu seharga Rp 400 sampai 450 ribu. Mereka kelompok inilah yang patungan membeli kerbau. 

Meskipun mahal harga kerbau krama sangat antusias dengan tetap mepatung kebo, karena sudah menjadi tradisi dan warisan leluhur turun temurun.

"Rata-rata semua membeli daging kerbau, jika tidak bisa membeli satu jujulan, bisa dibeli setengah jujulan," jelasnya.

Daging kerbau ini selain digunakan sebagai upakara pada saat Hari Raya Galungan, juga dijadikan berbagai macam olahan. Diantaranya dibuat dendeng karbau, tum, lawar, dan dijadikan rawon. 

"Agar daging kerbau tidak berbau amis maka ditambahkan daun tengulun yang sudah terkenal di kalangan krama Desa Pandak Gede," pungkasnya. [juliadi/radar bali]

Editor : Hari Puspita
#tabanan #galungan #tradisi #nampah kebo