Ini sangat membanggakan. Meskipun hidup di balik terali besi penjara, semangat belajar mereka untuk bersekolah tak kendur oleh segala keterbatasan. Belasan warga binaan yang gigih ini tetap menuntaskan Kegiatan Belajar Kesetaraan Warga Binaan (Kertawana).
MOMEN liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) memang tidak hanya dinikmati oleh para pelajar saja, namun juga dinikmati oleh para warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Singaraja (Lapas Singaraja). Bukan bebas, melainkan mereka juga baru saja menerima hasil belajar alias rapor pendidikan.
Diketahui ada 15 orang warga binaan Lapas Singaraja yang mengikuti pendidikan kejar paket. Nama programnya adalah Kegiatan Belajar Kesetaraan Warga Binaan (Kertawana), yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi warga binaan, untuk memperoleh pendidikan yang setara dengan pendidikan formal.
Pendidikan yang diikuti pun beragam, tergantung para warga binaan mengenyam pendidikan terakhir mereka di tingkatan mana. Misalnya Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).
Pasca belajar selama satu semester, kini 15 orang warga binaan Lapas Singaraja itu sudah menerima capaian hasil pendidikan mereka alias rapor. Penyerahan ini diberikan langsung kepada mereka, disaksikan langsung perwakilan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng bertempat di Aula Nusantara Lapas Singaraja.
”Dengan ini, setidaknya mereka jadi sadar tentang pentingnya pendidikan. Agar nanti ketika kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki bekal,” ujar Kepala Lapas (Kalapas) Singaraja, Gusti Lanang Agus Cahyana Putra pada Minggu (22/12/2024) siang.
Diharapkan lagi, rapor yang sudah diserahkan ini tidak hanya sebagai evaluasi kemampuan para warga binaan, namun juga sebagai motivasi untuk mereka agar lebih giat belajar lagi.
Bagi yang punya nilai bagus-bagus, tentu mereka berbinar saat menerima rapor. Semrigah, melihat hasilnya.
Untuk diketahui, program pendidikan yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIB Singaraja bekerjasama dengan Satuan Pendidikan Non Formal-Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Kabupaten Buleleng.
Program ini sebagai upaya memberikan kesempatan pendidikan, bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Apalagi di Lapas Singaraja memang ada warga binaan yang putus sekolah.
”Harapannya ke depan, potensi-potensi yang dimiliki warga binaan dapat terus tergali,” tutup Kalapas Gusti Lanang. [*]
Editor : Hari Puspita