Perayaan Cap Go Meh digelar oleh warga Tionghoa Tabanan 15 hari setelah Tahun Imlek. Cap Go Meh merupakan puncak perayaan dari tahun baru imlek. Dalam perayaan ini ada menu hidangan yang wajib disuguhkan, yaitu lontong Cap Go Meh.
SUASANA hari raya masih begitu kuat terasa. Sejumlah warga Tioghoa Tabanan yang melaksanakan persembahyangan saat perayaan Cap Go Meh digelar di Kongco Bio/Vihara Dharma Cattra Tabanan, pada Rabu (12/2/2025).
Ada kesibukkan yang tidak terlihat di Kongco Bio/Vihara Dharma Cattra alias berada dibelakang layar. Yakni kesibukkan dari kaum ibu-ibu Tionghoa yang menyiapkan menu hidangan lontong Cap Go Meh bagi warga umat Konghucu yang usai melaksanakan persembanyangan saat perayaan Cap Go Meh.
Aktivitas menyiapkan menu makanan lontong Cap Go Meh itu berada di dapur umum Kongco Bio/Vihara Dharma Cattra. Para-para ibu ternyata sudah memasak lontong sayuran dan menu makanan lainnya sudah dilakukan sejak dua hari yang lalu sebelum perayaan Cap Go Meh digelar.
Sekitar tujuh orang lebih kaum ibu-ibu yang tergabung dalam anggota Arga Widata Tabanan beraktivitas didapur umum yang berada dibelakang Kongco Bio/Vihara Dharma Cattra.
"Ini sudah menjadi rutinitas kami setiap perayaan Cap Go Meh setahun sekali menyiapkan lontong Cap Go Meh," ujar
Lontong Cap Go Meh ini berisi lontong, sabel goreng hati ayam, opor kare ayam, sayur lodeh, acar, telur pindang, abon sapi, bubuk koya dan sambal.
Ia menjelaskan menyiapkan makanan Lontong Cap Go Meh ini sudah menjadi tradisi leluhur mereka sejak dulu dan dilakukan secara turun temurun. Bahkan mereka menyiapkan hidangan makanan Lontong Cap Go Meh ini sejak dua hari yang lalu.
Lontong Cap Go Meh memiliki artinya atau pemaknaan tersendiri bagi mereka warga Tinghoa. Lontong Cap Go Meh diyakini selain menjadi makanan special saat Cap Go Meh digelar juga diyakini sebagai pembawa keberuntungan.
"Karena menjadi hidangan makanan dalam tradisi Cap Go Meh, maka wajib kami sajikan. Dan saat 1.500 porsi Lontong Cap Go Meh kami hidangkan," bebernya.
Sementara itu Ketua Bidang Kerohanian Kongco Bio/Vihara Dharma Cattra Tabanan Shian Lie mengatakan prosesi perayaan cap Go Meh sebenarnya bulan purna pertama dari pergantian tahun baru Imlek.
Di awal sebelumnya warga Tinghoa Tabanan sudah menyonyong tahun baru Imlek dengan melakukan persembahyangan dan berbagai kegiatan lainnya seperti membajar kertas emas atau yang disebut Kimcua. Setelah beberapa rangkaian persembahyangan dilakukan baru menuju puncak perayaan tahun Baru Imlek yakni Cap Go Meh.
Yang menarik dari Perayaan Cap Go Meh adalah memiliki ciri khas dan keunikan wajib menghidangkan Lontong Cap Go Meh yang nantinya dinikmati saat usai melaksanakan persembahyangan di Kongco dan Vihara.
"Lontong Cap go Meh ini sebenarnya sebagai tradisi, sedikit atau banyak Lontong Cap Go Meh dibuat namun wajib harus disajikan menjadi menu makanan utama saat Perayaan Cap Go Meh," terangnya.
Artinya sebenarnya dari Lontong Cap Go Meh menurut tradisi leluhur adalah perlambangan umur lebih panjang. Bentuk lontong yang panjang dianggap melambangkan panjang umur.
Sementara telur melambangkan keberungan dan santan yang dibumbui kuah kunyit berwarna keemasan atau kuning adalah keberuntungan, kemakmuran dan kekayaaan.
"Sehingga ketika Cap Go Meh digelar warga Tionghoa usai bersembahyangan wajib menyantap Lontong Cap Go Meh," tandasnya. [juliadi/Tabanan]
Editor : Hari Puspita