Sempat memulai usaha pie susu sejak 2015, bisnis yang dilakoni ibu rumah tangga, Gayatri berjalan cukup baik. Wanita berusia 44 tahun ini memulai usahanya dari garase rumahnya di Jalan Ahmad Yani 10 nomor 27 X.
DI garase rumah itu Gayatri membuat beberapa varian pie susu, kemudian dititipkan ke toko oleh-oleh dan warung yang ada ada di seputaran Denpasar, Badung dan Kabupaten kota lainnya di Bali.
Usahanya pun berjalan cukup baik saat itu. Setidaknya, sebagai ibu rumah tangga, dia tetap bisa menghasilkan uang untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan rumah tangga. Di 2019, Covid melanda secara global, tak terkecuali Bali. Usaha pie susu yang dijalani Gayatri akhirnya stagnan.
Ia bangkrut, dan bahkan tak punya modal lagi untuk memulai usaha. Beberapa tahun berlalu, Gayatri sempat putus asa karena tak punya pekerjaan atau pun usaha.
”Banyak suka dukanya. Terutama saat pandemi itu, usaha saya benar-benar anjlok," katanya saat ditemui di pameran UMKM di kegiatan The 2025 Asia Grassroots Forum, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Kamis (22/5/2025).
Hingga akhirnya pada tahun 2022, Gayatri diperkenalkan dengan Amartha yang merupakan fintech yang menyediakan layanan keuangan kepada kelompok rumah tangga berpendapatan rendah.
Di sana dia diberikan pinjaman sebesar Rp5 juta. Modal ini menjadi kekuatan penting bagi Gayatri untuk menghidupkan kembali usaha UMKM-nya.
Dengan modal tersebut, dia kembali bersemangat memulai usaha pie susu.
”Di sana (Amartha), di awal modal 5 juta tanpa jaminan," ujarnya.
Dari modal itu, usahanya kian berkembang hingga maju pesat. Gayatri yang dulunya membuat usahanya dari garase rumah, kiniengalami kemajuan dengan menjalankan usahanya di sebuah ruko sewaan yang tak jauh dari rumahnya.
Baca Juga: Tahan Ijazah 108 Mantan Karyawan, Jan Hwa Diana Jadi Tersangka
Dengan perkembangan usaha itu, dia bisa memasarkan dua merk pie susu. Pie susu Radha adalah pie susu premium yang dipasarkan untuk kalangan menengah ke atas. Sedangkan pie susu Rama dipasarkan untuk menengah ke bawah.
”Sekarang sudah mulai ada peningkatan. Saya memang ada niat untuk membesarkan usaha saya. Makanya saya urus ijin semuanya saya lengkapi. Karena saya berpikir meski UMKM, saya tetap harus berupaya hingga go internasional," tambahnya.
Kini produk pie susu milik Gayatri kini memiliki tempat tersendiri di para penyuka pie susu di Bali. Bahkan, selain dipasarkan di sejumlah toko, pie susu miliknya juga kerap dibeli untuk dijadikan oleh-oleh, baik oleh turis domestik maupun turis mancanegara.
Sementara itu, The 2025 Asia Grassroots Forum yang berlangsung pada 21 Mei hingga 23 Mei 2025 di Nusa Dua.
Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 700 peserta dari 15 negara yang mencakup investor, institusi pemerintah dan regulator, sektor swasta, akademisi, hingga komunitas wirausaha ultra-mikro.
Andi Taufan Garuda Putra, Founder and CEO Amartha mengatakan, The 2025 Asia Grassroots Forum merupakan pionir yang memberi perspektif baru bagi investor global untuk percaya akan potensi besar yang ada di segmen akar rumput.
Segmen masif ini terbukti memiliki resiliensi yang baik dengan adanya dukungan teknologi keuangan inklusif, serta ekosistem yang mendukung tumbuhnya kewirausahaan.
Baca Juga: Terganjal Efisiensi Anggaran, Kerusakan Jalan di Jembrana Masih Sebatas Ditambal Saja
Taufan melanjutkan, Amartha juga telah berhasil menggaet puluhan institusi berskala global untuk menyalurkan permodalan bagi UMKM serta membangun infrastruktur keuangan digital yang inklusif. ”Ini merupakan bukti bahwa Amartha memiliki transparansi dan kredibilitas tata kelola yang diakui secara internasional," katanya.
Pada kesempatan yang sama, mantan Menteri Pariwista Dan Ekonomi Kreatif
Sandiaga Uno, yang dalam event ini menjabat sebagai Committee Leadership The 2025 Asia Grassroots Forum membeberkan pentingnya mendorong entrepreneurial society sebagai akselerator pertumbuhan.
Baca Juga: Fakultas Kedokteran Unmas Denpasar Gelar Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Tabanan
“Memberdayakan komunitas untuk berwirausaha sangat penting sebagai langkah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Pertemuan para investor di forum ini, diharapkan dapat mendorong tumbuhnya komunitas wirausaha yang kuat dan kompetitif," pungkas Sandiaga.***
Editor : M.Ridwan