Kawasan wisata Nuanu Creative City yang berlokasi di Pantai Nyanyi, Banjar Dinas Batugaing, Desa Beraban Kediri, Tabanan terus melakukan pelestarian hewan hayati. Salah satu ribuan kupu-kupu hasil konservasi Butterfly Garden Nuanu City dilepasliarkan ke alam. Seperti apa?
TERIK matahari yang panas sekitar pukul 12.00 wita tidak menyurutkan langkah sejumlah wisatawan yang berada di Kawasan wisata Nuanu Creative City untuk menyaksikan pelepasan kupu-kupu lokal yang tengah dikembangkan oleh Nuanu City.
Pelepasan berbagai jenis kupu-kupu lokal itu dilakukan di Taman Popper Triangle Kawasan Nuanu City, pada Minggu (24/8).
Saat dilakukan pelepasan kupu-kupu lokal ke habitatnya. Cukup menarik para wisatawan yang datang. Karena menjadi sarana edukasi. Dimana dari wisatawan yang datang mereka juga diedukasi atau diberikan penjelasan untuk mengetahui cara berkembangbiak kupu-kupu.
Baca Juga: Resmi Menduda, Akhirnya Terungkap Penyebab Pratama Arhan Ceraikan Azizah Salsha
Salah satu pengunjung Hengky asal Surabaya mengatakan ia datang ke Bali sejak Kamis lalu (21/8). Kemudian menyempatkan diri untuk berwisata ke Nuanu Creative City.
Ia pula tak menyangka saat berlibur ke Nuanu akan disungguh keindahan dari sejumlah kupu-kupu lokal yang sudah dikonservasi dilepas ke alam.
"Ini kebetulan saja libur ke Nuanu dapat melihat kupu-kupu dilepas ke alam. Jadi cukup menarik," akunya.
Adanya wisata kupu-kupu ini sangat bagus, karena ini sarana edukasi kepada wisatawan, soal pelestarian. Apalagi kupu-kupu kita ketahui sendiri sangat singkat masa hidupnya selama dua minggu.
"Saya misalnya hidup di Kota besar sudah tidak pernah melihat kupu-kupu. Adanya wisata taman kupu-kupu pengujung jadi teredukasi," ungkapnya.
Sementara itu Brand and Communication Director Nuanu Creative City Ida Ayu Astari Prada mengatakan pihaknya mulai melakukan konservasi atau pelestarian kupu-kupu yang berada di Butterfly Garden Nuanu sejak tahun 2024 lalu.
Baca Juga: Cewek Dihamili DJ Panda Selain Erika Carlina Muncul, Beberkan Chat Jahat Suruh Gugurkan Kandungan!
Pelestarian kupu-kupu ini adanya upaya mengenalkan Nuanu City sebagai kawasan wisata pendidikan, kesehatan, seni budaya, alam dan bertumpu pada peletarian hewan dan lingkungan sekitar.
Sehingga untuk mendukung hal itu Nuanu City memulai dengan konservasi kupu-kupu.
Dari tahun 2024 mulai pelestarian kupu-kupu lokal berhasil mengembangbiakan ribuan kupu-kupu lokal berbagai jenis.
Baca Juga: Elpiji Melon di Bali Langka, Pertamina Salahkan Pengecer dan Horeka
"Sehingga saat ini ada 11 species kupu-kupu yang bisa hidup di Nuanu. Dengan yang kami lepas kealam sebanyak 3.500 ekor kupu-kupu saat ini," bebernya.
Ida Ayu menambahkan melakukan pelesliarkan kupu-kupu ke habitat alaminya selain untuk mendukung siklus kehidupan juga memang rutin dilakukan secara berkala di berbagai area di kawasan Nuanu City. Hingga kini, sudah lebih dari 11.000 kupu-kupu yang dilepasliarkan.
Selain itu bersama para ahli serangga, Nuanu juga melakukan repopulasi kunang-kunang, capung, plankton, serta makhluk kecil lain yang berperan penting dalam menjaga alam Bali.
Kupu-kupu adalah penyerbuk alami yang esensial sekaligus indikator ekosistem yang sehat. Meski rapuh dan hanya hidup 5–14 hari pada fase dewasa, keberadaan mereka membawa dampak ekologis besar.
Pelepasan 3.500 kupu-kupu ini bukan sekadar simbol. Ini menunjukkan kesiapan kami sebagai kawasan kreatif untuk menjadi rumah bagi mereka.
"Kami berharap kupu-kupu dapat berkembang biak dengan minim intervensi manusia, hidup dan terbang bebas secara alami di seluruh kawasan Nuanu," jelasnya.
Untuk ribuan kupu-kupu yang dilepasliarkan hari ini merupakan spesies asli Bali, termasuk Danaus chrysippus (Plain Tiger), Cethosia hypsea (Malayan Lacewing), dan Papilio peranthus (Swift Peacock Swallowtail).
Di antara ketiganya, Papilio peranthus menjadi spesies ikonik Nuanu, kupu-kupu pesisir yang telah lama hidup di kawasan ini.
Disinggung apakah dikembangkan nantikupu-kupu barong khas Tabanan dankupu-kupu speciesluar Bali.
"Kami saat ini masih berfokus pada konservasi kupu-kupu lokal Tabanan saja," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan