Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cerita Para Calon Paskibraka dari Jembrana dan Tabanan Menuju Jakarta

Juliadi Radar Bali • Senin, 11 Mei 2026 | 13:12 WIB
LOLOS SELEKSI KE JAKARTA :  Kadek Pandu Ari Capriano duta Bali dari Jembrana. (M.Basir)
LOLOS SELEKSI KE JAKARTA :  Kadek Pandu Ari Capriano duta Bali dari Jembrana. (M.Basir)

Bagi sebagian orang, baris-berbaris mungkin hanyalah soal kekompakan langkah kaki. Namun bagi Kadek Pandu Ari Capriano dan Ni Luh Made Pradnya Dewi Paramita, setiap hentakan kaki di aspal panas adalah pertaruhan mimpi untuk mengharumkan nama Bali di hadapan Presiden Republik Indonesia.

DARIi ujung barat Pulau Dewata, nama Kadek Pandu Ari Capriano mendadak jadi buah bibir. Siswa kelas X SMA Negeri 1 Melaya ini bukan sekadar pemuda biasa.

Baca Juga: 70 Orang Paskibraka Tabanan Dikukuhkan, Sekaligus Mendapat Tugas Jadi Duta Pancasila

Ia adalah "sang penyintas" dari Jembrana yang berhasil mengamankan tiket seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) tingkat pusat tahun 2026 di Jakarta.

Baca Juga: Persiapan Jelang Apel Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Rekrut 73 Paskibraka, Pelatihan Libatkan TNI-Polri

Jembrana: Efisiensi yang Berbuah Prestasi

Keberhasilan Pandu bukanlah sebuah kebetulan yang jatuh dari langit. Di bawah asuhan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jembrana, Pandu digembleng habis-habisan di Stadion Pecangakan sejak akhir April lalu. Di sana, fisik, mental, hingga wawasan kebangsaannya diuji hingga titik nadir.

“Pandu mampu menunjukkan performa menonjol. Ia melangkah lebih jauh dan mengamankan tiket pusat,” ujar Kepala Kesbangpol Jembrana, I Made Leo Agus Jaya, dengan nada bangga.

Menariknya, Jembrana tahun ini mencatatkan sejarah "nyaris sempurna". Dari 10 delegasi yang dikirim ke tingkat provinsi, tak ada satu pun yang pulang dengan tangan hampa. Sembilan rekan Pandu dipastikan mengunci posisi sebagai Paskibraka Provinsi Bali. Hebatnya lagi, prestasi mentereng ini diraih dengan manajemen anggaran yang sangat efisien—hanya sekitar Rp 612 juta—namun mampu melampaui daerah lain yang menggelontorkan miliaran rupiah.

“Ini sejarah. Dalam dua tahun berturut-turut, delegasi Jembrana tidak ada yang gugur. Pandu membuktikan anak Melaya punya kualitas nasional,” tegas Leo.

Dari Tabanan: Pradnya Dewi dan Asa dari SMK

Semangat yang sama juga membara di "Lumbung Beras" Tabanan. Ni Luh Made Pradnya Dewi Paramita, siswi SMK Pariwisata Triatmajaya, sukses memutus stigma bahwa seleksi Paskibraka hanya didominasi sekolah umum. Ia berhasil masuk dalam jajaran tiga besar putri terbaik Bali dan kini bersiap terbang ke Jakarta untuk seleksi tingkat nasional.

Kepala Kesbangpol Tabanan, I Putu Dian Setiawan, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Selain Pradnya, Tabanan juga meloloskan delapan putra-putri terbaiknya untuk bertugas di tingkat Provinsi Bali pada HUT ke-81 RI nanti.

“Ini kebanggaan besar. Kami mohon doa seluruh masyarakat agar wakil Tabanan ini bisa lolos hingga menjadi Paskibraka Nasional 2026,” harap Dian Setiawan.

Meski ada satu peserta, Ni Kadek Gita Prasetya Dewi, yang langkahnya harus terhenti di babak wawancara tingkat provinsi, semangatnya tak padam. Ia akan tetap mengabdi sebagai Paskibraka Kabupaten Tabanan tahun ini.

Menuju Puncak Monas

Kini, fokus beralih ke Jakarta. Pandu dari Melaya dan Pradnya dari Tabanan membawa beban harapan yang sama di pundak mereka. Mereka bukan lagi sekadar pelajar SMA, melainkan representasi dari ketangguhan generasi muda Bali.

Bagi kedua pemuda ini, perjalanan ke Jakarta bukan hanya soal seleksi, melainkan pembuktian bahwa disiplin, doa orang tua, dan kerja keras adalah paspor terbaik untuk berdiri tegak di bawah kibaran Merah Putih di tingkat tertinggi.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#pengibar bendera #tabanan #agustusan #jembrana #paskibraka