TEPAT 17 Agustus 2021 besok, Bangsa Indonesia merayakan HUT ke-76 tahun.
Untuk meraih kemerdekaan, banyak para pejuang kemerdekaan bertaruh nyawa untuk merebutnya.
Cerita peperangan, pertumpahan darah, dan gugurnya para pejuang tanah air menjadi bukti jika kemerdekaan diraih tidak dengan mudah.
Tak terkecuali di Jembrana, Bali. Dari ribuan veteran pejuang, kini hanya tinggal hitungan jari. Bahkan mirisnya, mereka kini sudah sepuh (tua) dan sakit-sakitan.
M.BASIR, Jembrana
MESKI dengan kulit sudah keriput, sorot kebanggaan rasa syukur terpancar dari para veteran Jembrana, Senin (16/8).
Mereka bangga dan bersyukur karena masih bisa menikmati dan merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-76.
Meski kondisi tak lagi bugar dan perkasa, namun tekad para veteran pejuang ini masih terlihat membara.
Sayang, meski jasa mereka sangat besar terhadap republic, namun nasib mereka tak seindah dan tak sebanding dengan perjuangan mereka merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Seperti disampaikan Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jembrana I Ketut Gede. Menurutnya, dari ratusan orang bahkan ribuan veteran pejuang kemerdekaan di Jembrana yang masih hidup hingga saat ini hanya tersisa 15 orang.
Itupun kata Ketut Gede, kondisi mereka sudah tua dan sakit-sakitan.
Karena itu, salah satu harapan dari para veteran pejuang ini adalah perhatian dari pemerintah untuk kesehatan para veteran pejuang.
Paling tidak, pemeriksaan kesehatan sebulan sekali sebagai wujud penghargaan pada para pejuang yang masih ada.
"Karena umurnya sudah sangat tua, diatas 90 tahun dan kondisinya sudah sakit-sakitan," kata Ketut Gede.
Menurut pria yang juga veteran pembela ini, setiap tahun atau setiap peringatan Kemerdekaan para veteran pejuang selalu berkurang karena meninggal.
Faktor umur membuat para veteran pejuang meninggal sehingga saat ini hanya 15 orang veteran pejuang yang masih hidup.
Mereka adalah para pejuang kemerdekaan pada tahun 1945 hingga 1949.
"Kalau memang bisa, harapannya ada perhatian untuk kesehatan para veteran pejuang. Paling tidak pemeriksaan kesehatan rutin dari pemerintah," ujarnya Ketut Gede lagi.
Ketut Gede menjelaskan, selain 15 veteran pejuang kemerdekaan yang berjuang merebut kemerdekaan, ada juga veteran Trikora yang berjuang tahun 1961-1963.
Berikutnya Veteran Dwikora, yaitu yang berjuang tahun 1963-1966. Berikutnya Veteran Seroja yang berjuang tahun 1975-1976.
Sedangkan veteran anumerta Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia adalah warga negara Indonesia yang gugur dalam masa revolusi fisik antara tanggal 17 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949.
Terakhir veteran perdamaian, yakni veteran yang yang berperan secara aktif dalam pasukan internasional di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Kalau totalnya veteran yang terdata sebanyak 56 orang, baik pejuang, pembela dan veteran perdamaian. Tapi angkatan veteran perdamaian ada yang masih dinas," jelasnya.
Ketut Gede menambahkan, perhatian dari pemerintah untuk kebutuhan hidup sudah sering diterima, terutama pada hari-hari besar dalam bentuk sembako.
Selain dari pemerintah, banyak warga yang peduli dengan veteran. Seperti komunitas ireng kopi yang memberikan sembako dan kue khusus kemerdekaan.
Sebagai veteran, harapan besar pada generasi muda khususnya di Jembrana dengan mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif.
"Para pejuang mempertaruhkan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan. Jadi, jangan sia-siakan perjuangan itu dengan melakukan hal terbaik untuk bangsa dan negara," tukas Ketut Gede.
Editor : Didik Dwi Pratono