DENPASAR, radarbali.id – Olahraga pilates, di era mutakhir ini semakin populer dan digemari pecinta olah tubuh. Olahraga ini memadukan fleksibilitas dan kekuatan otot serta bisa dilakukan semua kalangan usia, mulai dari anak muda hingga lanjut usia (lansia).
Salah seorang penekun olahraga ini, Jessica, mengaku tertarik menekuni Pilates sejak setahun lalu karena ternyata dirinya bisa menggerakkan seluruh tubuhnya. Gerakan Pilates yang membutuhkan fleksibilitas juga dinilai cocok untuk menjaga kebugaran tubuh.
Wanita asal Australia yang sudah 5 tahun tinggal di Bali ini mengaku sebelum mencoba Pilates, menekuni Yoga selama 20 tahun.
Namun, seiring bertambahnya usia, perempuan yang gemar menari ini pun mulai mencari olahraga yang bisa menjaga kesehatan otot.
"Semakin kita bertambah tua, sangat penting untuk menjaga kesehatan otot. Pilates yang memerlukan gerakan tubuh secara keseluruhan sangat baik untuk itu," ujar Jessica yang ditemui di Vitruvian Sanur, Denpasar, Rabu (24/1/2024).
Menurut Founder Vitruvian, Lily Touw, pilates memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan tubuh, membantu memperbaiki postur, dan meningkatkan kesegaran tubuh.
Baca Juga: Jaga Kebugaran Lansia dengan Senam Aerobik
Ia pun mengutarakan di Bali sudah cukup banyak tempat berlatih pilates seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga ini. Bahkan, perempuan yang sudah belasan tahun menekuni Pilates ini telah membuka 2 pusat pelatihan di Denpasar.
Tak hanya di Bali, Vitruvian juga memiliki 5 cabang di Jakarta. Lily mengaku merintis olahraga ini hingga memperoleh julukan Ibu Pilates Indonesia, dengan membangun studio pertamanya di Jakarta sekitar 15 tahun lalu.
Terapi yang dihadirkan, jelasnya, merupakan kombinasi berbagai disiplin ilmu gerak, seperti fisioterapi, feldenkrais, Redcord, Zen-Ga, dan metode biochemical ciptaannya sendiri, yakni Linkd.
Dengan kombinasi ini, pengalaman Pilates yang diberikan ke masing-masing orang akan berbeda sesuai kebutuhannya. "Selama belasan tahun, kami memadukan berbagai disiplin ilmu gerak sehingga menjadi integrated movement centre dan klinik fisioterapi karena kami mengerti bahwa bergerak bisa membantu penyembuhan dan rehabilitasi orang yang cedera," paparnya.
Baca Juga: Demi Kebugaran dan Siap Tanding, Pemain U-22 SEA Games Tak Dapat Libur Lebaran
Ditambahkan Co-owner Vitruvian Sanur, Malika Jiwaji, pilates sangat sesuai untuk para lansia. Ia pun mengaku kenal Pilates karena orangtuanya yang sudah berusia lanjut mengalami gangguan di lutut dan punggung.
"Awalnya ibu saya yang berlatih pilates. Sekitar 8 atau 10 tahun lalu, ibu mengalami pengapuran di tempurung lututnya dan kesulitan berjalan. Naik tangga aja sudah susah. Kemudian kedua, ayah saya juga sering mengalami kaku di punggung seiring bertambahnya usia. Dari sana lah kemudian saya mulai mencari-cari alternatif olahraga yang bisa membantu orangtua agar tidak perlu melakukan operasi," ungkapnya.
Singkat cerita, lanjut Malika, sang ibu pun berlatih pilates dan 5 tahun kemudian sudah bisa berjalan dengan normal tanpa perlu operasi tempurung lutut.
"Dari sini, saya kemudian berpikir bagaimana bisa membantu lebih banyak lagi lansia maupun mereka yang mengalami cedera otot untuk memiliki kehidupan normal tanpa operasi. Paling tidak, Pilates bisa dijadikan salah satu alternatif bagi para lansia untuk hidup sehat karena pilihan olahraga bagi mereka kan limited (terbatas, red) ya. Lari gak mungkin, sedangkan gym tidak terlalu friendly untuk lansia," jelasnya.
Baca Juga: JNE Raih Dua Penghargaan di Ajang The 4th Annual Infobrand.id Summit 2024
Setelah mencari referensi, ia pun akhirnya mengontak Merrithew, pusat pilates yang berada di Kanada. Ia pun diberikan kontak Lily yang merupakan lead instructor pilates tersertifikasi Merrithew. Lily kerap dikirim ke berbagai negara untuk memberikan pelatihan.
Untuk yang di Denpasar, ia pun membagi pusat pelatihan ini menjadi studio latihan dan edukasi Pilates. Dengan 5 instruktur yang sebagian juga memiliki latar belakang fisioterapis, pelatihan pilates ini ternyata cukup diminati, terutama dari kalangan lansia.
"Memang saat ini yang lebih banyak ikut pilates itu lansia, tapi anak muda juga ada. Warga negara asing juga banyak yang tertarik, jadi olahraga ini sejatinya untuk semua kalangan usia," pungkas Malika. ***
Editor : M.Ridwan