Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

BBPOM Denpasar Lakukan Pengawasan Takjil di Dua Masjid di Denpasar: Semua Memenuhi Syarat

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Sabtu, 16 Maret 2024 | 00:20 WIB
SIDAK: Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni (kanan) di bazar Ramadan areal Masjid Baiturrahmah Denpasar, Jumat (15/3/2024). (Adrian Suwanto/Radar Bali)
SIDAK: Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni (kanan) di bazar Ramadan areal Masjid Baiturrahmah Denpasar, Jumat (15/3/2024). (Adrian Suwanto/Radar Bali)

DENPASAR, radarbali.id - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar kembali melakukan pengawasan makanan dan minuman untuk berbuka Puasa, Jumat (15/3/2024).

Adapun lokasi yang disasar yakni di Masjid Baiturrahmah Wanasari (Kampung Jawa) Denpasar dan masjid Darussalam, Ubung, Denpasar.

Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menyebutkan sebanyak 24 sampel pangan siap saji telah dilakukan proses sampling. Di antaranya jajan pasar, es kolak, es gula, sate lilit, pepes ikan, pepes cumi, tahu isi, apem, sambel terasi, hingga es mutiara.

"Sambal terasi dan es mutiara yang berwarna merah kita curigai rhodamin b pewarna tekstil. Semua sudah kita selesaikan pengujian, kemudian hasilnya semua memenuhi syarat," tuturnya.

Hasil pengujian pun tak menunjukkan adanya formalin dalam pangan siap saji. Pasalnya, tahun lalu sempat ditemukan kandungan formalin pada menu sate lilit.

"Tadi dari pedagang (sate lilit, red) yang sama juga sudah kami ambil dan juga pepes ikan. Karena ada kecurigaan bahannya," sambungnya.

Setelah ditelusuri tahun lalu, kandungan formalin pada sate lilit ditemukan dari ikan yang dibeli di Pasar Badung. BBPOM Denpasar pun telah melakukan edukasi dan monitoring pada pedagang terkait di Pasar Badung. Kini hasilnya sudah menunjukkan negatif.

Untuk diketahui, cairan sampling akan berubah warna menjadi ungu jika ada kandungan formalin di dalamnya. Sementara jika cairan berupa cincin berwarna biru, maka ada kandungan rhodamin b di sampel makanan.

Selain pedagang takjil, BBPOM di Denpasar juga telah melakukan pengawasan ke sarana distribusi pangan olahan berkemasan ke distributor, supermarket, hingga ke toko dengan total delapan sarana di Badung dan Denpasar.

"Semua memenuhi syarat. Dari delapan sarana distribusi, tidak kita temukan produk kemasan rusak tanpa izin edar atau kedaluwarsa," kata Aryapatni.

Pengawasan akan menyebar ke tujuh kabupaten yang merupakan wilayah kerja BBPOM Denpasar. Di Denpasar, pihaknya berencana untuk melakuakan pengawasan sebanyak dua kali karena lebih banyak sasarannya.

Lebih lanjut, ia menginformasikan kepada masyarkaat untuk selalu melihat kondisi display atau penyajian dari makanan pangan siap saji.

"Bagaimana lingkungannya bersih atau tidak, kita lihat yang menjual juga harus bersih. Untuk pangan olahan, kita imbau selalu untuk cek kemasan, label, izin edar, dan kadaluwarsa (Cek KLIK)," terangnya. (ari) 

Editor : Rosihan Anwar
#edukasi obat dan makanan #bbpom di denpasar #sidak takjil