Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Peluang Besar, Belum Banyak Anak Muda Bali Jadi Digital Nomad

Marsellus Nabunome Pampur • Senin, 20 Mei 2024 | 02:08 WIB
PEMBICARA DAN PESERTA: Graduation day Sekolah Beta di Markas Bali, Sanur, Minggu (19/5/2024). (Markas Bali)
PEMBICARA DAN PESERTA: Graduation day Sekolah Beta di Markas Bali, Sanur, Minggu (19/5/2024). (Markas Bali)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com  -Anak muda Bali memiliki peluang yang besar untuk menjadi digital NoMad. Hal itu tidak terlepas dari petensi pulau Bali yang menjadi tujuan wisata dunia.

Namun sayangnya, sejauh ini masih banyak anak muda Bali yang melihat peluang digital NoMad ini. Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Ekosistem Startup Digital, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Sonny Sudaryana di Markas Bali, Sanur, Denpasar Selatan, Minggu (19/5/2024) pagi.

Untuk diketahui, Digital NoMad sendiri adalah sebutan untuk orang yang bekerja secara lepas dengan memanfaatkan teknologi digital. Orang tersebut bisa bekerja dari manapun tanpa terikat waktu dan tempat.

Di Bali sendiri, digital nomad banyak dilakoni oleh orang-orang dari luar Bali, termasuk para turis mancanegara.

Mereka tinggal di kawasan seperti Canggu dan sekitarnya. Sonny menyebut anak-anak muda Bali banyak yang bekerja di sektor pariwisata dan belum banyak melihat peluang digital nomad.

Padahal peluang untuk bekerja hingga di dunia luar dari Bali dengan status digital nomad bisa saja dilakukan.

"Kalau melihat mapping, di Indonesia membutuhkan 600 ribu talent digital per tahunnya. Itu tidak bisa hanya mengandalkan Universitas saja,” kata, Sonny saat ditemui di acara Talkshow & Graduation Day Sekolah Beta Intensif Bali Batch, Minggu (19/5/2024).

Untuk menjadi digital nomad, salah satu tempat yang membuka peluang tersebut adalah Sekolah Beta yang diinisiasi LPK BTW Edutech dan Markas Bali yang terletak di jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur.

Dengan adanya lembaga itu, lulusannya bisa bekerja di industri luar namun bisa melakukannya dari Bali. Kata Sonny, kurikulum yang diterapkan dalam lembaga ini sengaja didesain update, sehingga setiap bulan kurikulum akan berubah-ubah. Setelah lulus, setidaknya anak muda bisa memiliki opsi pekerjaan lain selain di bidang pariwisata.

Sekolah Beta itu sendiri mampu melahirkan anak muda yang bisa berkecimpung di berbagai segment seperti Hustler, Hipster, dan Hacker. Pada kesempatan yang sama, Putri Ayu Wijayanthi selaku Managing Partner Markas Bali mengatakan, program Markas Bali di awal Tahun 2024 yakni mengadakan kelas workshop dengan konsep women empowerment. 

"Anak muda Bali jangan jadi penonton karakter Digital Nomad. Kami ingin anak muda Bali memiliki skill yang sama. Setidaknya kalau pariwisata nya turun seperti saat COVID-19, sehingga ada pilihan lain anak Bali,” pungkasnya.

Anak muda yang bisa berkuliah di lembaga itu, bisa dari usia 17 tahun ke atas. Tentunya mereka yang ingin mendaftar, memiliki ketertarikan tersendiri di dalam dunia digital dengan menempuh masa kuliah 3 bulan dengan total 14 kali pertemuan. (mar)

Editor : Rosihan Anwar