Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tips dan Strategi Parenting Efektif untuk Gen Z

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 7 Desember 2024 | 05:04 WIB
PENDEKATAN BERBEDA: ILustrasi Generasi Z yang selalu akrab dengan gadget dan cara terapi masalahnya.
PENDEKATAN BERBEDA: ILustrasi Generasi Z yang selalu akrab dengan gadget dan cara terapi masalahnya.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dikenal sebagai generasi digital yang tumbuh di era teknologi dan informasi tanpa batas. Selain itu, Gen Z juga punya karakteristik unik seperti adaptasi cepat terhadap perubahan, keberanian menyuarakan opini, dan keterbukaan terhadap keberagaman.

Karena itu, pola asuh atau parenting terhadap Gen Z memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Psikolog anak dan keluarga Dr. Rina Kurniawati mengungkapkan, pendekatan tradisional yang otoriter cenderung tidak efektif untuk Gen Z. "Anak-anak Gen Z lebih responsif terhadap pola asuh yang kolaboratif dan berbasis komunikasi dua arah. Mereka ingin didengar dan dihargai," ujar Dr. Rina.

 

Tantangan parenting terhadap Gen Z

 

Orang tua menghadapi tantangan unik dalam membesarkan Gen Z, seperti:

 

* Kecanduan Teknologi: Dengan akses ke perangkat digital sejak usia dini, Gen Z kerap menghadapi risiko kecanduan gadget, yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik mereka.

 

* Tekanan Sosial Media: Kehidupan media sosial yang penuh dengan citra "sempurna" sering kali menimbulkan rasa cemas dan rendah diri.

 

* Pola Pikir Mandiri: Gen Z cenderung memiliki opini sendiri, yang bisa menyebabkan benturan pandangan dengan orang tua yang lebih konvensional.

 

Tips Parenting untuk Gen Z

 

* Berikan Ruang untuk Diskusi: Ajarkan anak untuk berani berbicara, tetapi juga latih mereka mendengar. Ciptakan suasana rumah yang terbuka untuk berdialog tanpa rasa takut dihakimi.

 

* Batasi Teknologi dengan Bijak: Terapkan aturan penggunaan gadget, tetapi libatkan anak dalam merumuskan aturan tersebut agar mereka merasa memiliki tanggung jawab.

 

* Dukung Minat dan Bakat Mereka: Gen Z sering ingin mengeksplorasi hobi yang mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi orang tua, seperti konten kreator atau e-sport. Orang tua disarankan untuk mendukung minat mereka sambil memastikan keseimbangan antara pendidikan dan aktivitas lainnya.

 

* Ajarkan Nilai Toleransi dan Empati: Dengan lingkungan yang semakin multikultural, nilai-nilai ini penting untuk membantu mereka bersosialisasi di dunia yang kompleks.

 

* Perhatikan Kesehatan Mental: Berikan perhatian khusus pada kesejahteraan mental anak. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog jika diperlukan.

 

Melalui pendekatan yang lebih fleksibel, orang tua dapat menjadi mitra bagi anak-anak Gen Z dalam menghadapi tantangan dunia modern. Dengan komunikasi yang baik, nilai-nilai keluarga tetap dapat diterapkan tanpa menghilangkan karakter khas dari generasi ini.***

Editor : M.Ridwan
#Gen Z #gadget #tantangan #parenting #era digital