Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dinobatkan Sebagai Inovator Muda Berkat Inovasi Alat Pemintal Benang, Begini Kreatifitas Mahasiwi Cantik ini

Marsellus Nabunome Pampur • Selasa, 20 Mei 2025 | 00:36 WIB
HEBAT: Ni Komang Ayu Trisna Dewi berhasil menjadi salah seorang inovator muda dari total 10 inovator nasional
HEBAT: Ni Komang Ayu Trisna Dewi berhasil menjadi salah seorang inovator muda dari total 10 inovator nasional

DENPASAR, radarabali.id - Mahasiswi asal Bali, Ni Komang Ayu Trisna Dewi berhasil menjadi salah seorang inovator muda dari total 10 inovator yang datang seluruh pelosok Indonesia.

Mereka terlibat dalam program Traditional Technology Innovators Residence & Hackathon. Dimana program ini bermitra dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari dan Women's Earth Alliance.

Walhasil dia pun mendapatkan kesempatan untuk memamerkan karyanya bersama peserta lain dari seluruh Indonesia dalam acara Tradisi Temu Teknologi: Pameran Inovasi Teknologi Tradisional di Serangan, Denpasar Selatan.

Dimana khalayak yang hadir juga juga sebagian dari luar negeri. Wanita muda berusia 21 tahun ini terpilih berkat inovasi terkait alat tradisional penggulung benang Bagu Chakra.

Inovasi ini dibuatnya berangkat dari usaha fashion yang digelutinya saat ini. Wanita yang juga seorang mahasiswi di salah satu kampus di Bali ini memang menjalani usaha fashion yang salah satu bahan bakunya adalah benang yang terbuat dari serat Gebang.

”Nah, serat Gebang ini kan sulit olah membuat benangnya. Kami membuat mempermudah pengrajinnya agar membuat produk benang yang lebih bagus lagi," katanya ditemui di lokasi pameran di Balai Desa Serangan, Denpasar Selatan, Minggu (18/5) sore.

 Baca Juga: Dinas Koperasi UKMP Badung Resmi Buka Pelatihan Mixologi UMKM Badung 2025

Serat pohon gebang sendiri memang kerap dijadikan bahan baku benang oleh maysrakaat tradisional dulu. Namun, alat yang cukup praktis untuk bantu pengolahan serat menjadi benang cukup sulit ditemukan.

Di Bali sendiri kata Ayu Trisna serat Gebang ini sering digunakan sebagai gembrang (Rambut Barong Bali). Proses pengolahan yang masih tradisional menyebabkan teknik ini mulai ditinggalkan, karena pemintalan serat yang kurang efisien, sehingga diperlukannya inovasi teknologi pemintal serat gebang.

Hal ini dikarenakan serat gebang adalah bahan utama dari produk kebudayaan Bali, dan bisa menjadi potensi ekonomi lokal yang sama-sama memanfaatkan serat gebang, dan regenerasi tanamannya. Sehingga dengan inovasi alat Bagu Chakra, dimana alat ini bekerja semi otomatis berbasis motor DC bertegangan rendah.

”Pengrajin terbantu pada saat menggulung dan memilin serat gebang menjadi benang siap pakai menjadi lebih cepat dan mudah digunakan," bebernya.

Dampak dari inovasi Bagu Chakra yang dibuatnya ini pun diharapkan memberikan dampak positif berupa diversifikasi produk serat gebang yang berkualitas, berkontribusi pada pelestarian budaya lokal seperti gembrang.

Efisiensi pemintalan serat ini juga diharapkan mendorong ketertarikan generasi muda dan meningkatkan pendapatan. ”Selain itu, regenerasi tanaman gebang sebagai bahan baku utama juga bisa mencegah erosi pada dataran miring, misalnya di Desa Dukuh, Karangasem," imbuhnya.

 Baca Juga: Diskusi Isu Terkini hingga Buku di Toko Buku Partikular Denpasar, Bangun Ekosistem Berpikir Kritis di Tengah Kota

Pada kesempatan yang sama, Wan Zaleha Radzi, selaku Co-Founder CAST Foundation mengatakan, teknologo tradisional sangat erat dengan wawasan keilmuan yang menjadi perhatian utama pihaknya, yaitu Culture, Arts, Science, and Technology. Selain itu teknologi tradisional warisan masyarakat adat masyrakat pada umumnya adalah teknologi yang selaras dengan alam sekitarnya.

”Ini adalah salah satu sebab mengapa program ini menjadi penting karena kami di CAST Foundation selalu aktif mendorong lahirnya inovasi teknologi ramah lingkungan yang memberikan dampak bagi peningkatan keselarasan alam dengan kesejahteraan hidup manusia di dalamnya," bebernya.

Menurut dia, bagi CAST Foundation, teknologi tradisional bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan benih masa depan-lahir dari kearifan lokal yang hidup dalam harmoni dengan alam.

 Baca Juga: Tega! Wanita Nekat Aborsi dan Buang Bayi Laki-laki di Depan Kosan Jalan Halmahera Denpasar, Polisi Sisir Wanita Hamil di Kawasan TKP

”Program ini penting bagi kami karena mempertemukan pengetahuan leluhur dengan teknologi masa kini untuk melahirkan inovasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga selaras dengan burni, bukan malah merusak dan menguasainya. Sebab dalam banyak budaya kita, manusia bukanlah pemilik alarm, tapi bagian darinya," pungkasnya.

Terpilihnya Ayu Trisna sendiri bermula dari dari pemilihan 20 inovator muda yang juga ambasador teknologi tradisional dari 20 daerah di seluruh Indonesia.

Para inovator kemudian mendapatkan kelas-kelas persiapan riset dan tools, serta pendampingan bersama 40 penggerak lokal yang memiliki keahlian dalam menjalani desain program. Selama kurang lebih 4 bulan, inovator menjalani proses residensi, riset lapangan, dan presentasi inovasi.

 Baca Juga: Tuding ITB STIKOM Bali Berbohong dan Terkesan Ingin Cuci Tangan Kasus Human Trafficking Berkedok Magang di LN

Setelah mengikuti seleksi cerita, tahapan berikutnya yaitu pemilihan 10 inovator dari 10 kabupaten berbeda yang lolos ke tahap Hackathon.

Seluruh inovator mengembangkan idenya menjadi prototipe low-fi, terhitung sejak 09 hingga 17 Mei 2025 bersama tim Fab Lab Bali dan teman-teman mahasiswa di Fakultas Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bali.

Puncak dari program ini adalah acara Tradisi Temu Teknologi: Pameran Inovasi Teknologi Tradisional, dengan mengajak khalayak luas untuk ikut menyaksikan cerita dan inovasi teknologi tradisional secara langsung di Desa Serangan, Denpasar Selatan, Minggu (17/5/2025).***

Editor : M.Ridwan
#Pemintal Benang #serat #kreatif #Inovator