Radarbali.id – Di tengah kekayaan kuliner Nusantara, Kota Medan, Sumatera Utara, menyimpan sebuah hidangan yang namanya sering kali mengundang tawa sekaligus rasa penasaran: Nasi Kentut.
Jauh dari citra namanya yang kurang sedap, kuliner tradisional ini justru merupakan sajian yang lezat, beraroma khas yang menggugah selera, dan ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan.
Asal-usul Nama yang "Berdosa"
Nama "Nasi Kentut" bukan merujuk pada aroma tidak menyenangkan saat disantap, melainkan diambil dari salah satu bahan utamanya yang unik: daun sembukan (Paederia foetida).
Daun sembukan, yang tumbuh liar di daerah tropis, memang dikenal masyarakat setempat sebagai "daun kentut" karena mengeluarkan aroma menyengat ketika diremas atau diolah mentah. Aroma inilah yang menjadi ciri khas dan penentu nama kuliner otentik ini.
Resep dan Cara Membuat Nasi Kentut Khas Medan
Nasi Kentut adalah hidangan berbumbu rempah yang dimasak dengan daun sembukan/kentut, lalu dibungkus dan dimatangkan dengan cara dikukus atau dibakar, menghasilkan aroma yang unik dan cita rasa yang pulen gurih.
- Bahan Utama Nasi
Bahan utama yang dibutuhkan adalah 250 gram Beras yang harus dicuci bersih. Selain itu, siapkan 10–15 lembar Daun Sembukan atau Daun Kentut (Paederia foetida). Daun ini juga perlu dicuci bersih, lalu dicincang halus.
Untuk proses membungkus, Anda memerlukan Daun Pisang secukupnya. Penting untuk melayukan daun pisang sebentar di atas api agar tidak mudah sobek saat digunakan. Setelah dibungkus, semat bungkusan tersebut menggunakan Lidi/Tusuk Gigi secukupnya.
- Bumbu Halus
Bumbu-bumbu yang perlu dihaluskan adalah:
- 4 siung Bawang Merah
- 2 siung Bawang Putih
- 1 cm Kunyit
- 1 sendok teh Garam (atau sesuaikan dengan selera)
- 1/2 sendok teh Ketumbar Bubuk
- 1/4 sendok teh Jinten Bubuk
- 1/4 sendok teh Lada Bubuk
Langkah-Langkah Pembuatan Nasi Kentut
Berikut adalah cara membuat Nasi Kentut, yang biasanya melibatkan proses pengukusan dan pembakaran untuk aroma yang maksimal:
- Persiapan Nasi dan Bumbu
- Haluskan Bumbu: Ulek atau blender semua bahan bumbu halus (bawang merah, bawang putih, kunyit, garam, ketumbar, jinten, dan lada) hingga benar-benar halus.
- Siapkan Daun Sembukan: Daun sembukan yang sudah dicuci, dicincang halus atau ditumbuk kasar agar aromanya lebih keluar.
- Memasak Nasi (Opsional): Dalam resep tradisional, beras dicampur dengan bumbu dan daun, kemudian dikukus. Namun, Anda juga bisa menggunakan nasi yang sudah matang (nasi pulen) dan mencampurkannya dengan bumbu di wajan sebentar.
- Campur Nasi dan Bumbu: Campurkan beras/nasi, bumbu halus, dan daun sembukan cincang hingga merata sempurna. Pastikan bumbu tercampur rata agar rasa gurihnya meresap.
- Proses Membungkus dan Mematangkan
- Bungkus Nasi: Ambil selembar daun pisang yang sudah dilayukan. Letakkan sekitar 1-2 porsi campuran nasi di tengah daun. Bentuk nasi menjadi memanjang atau kotak seperti lontong/pepes.
- Rapatkan Bungkusan: Lipat daun pisang pada kedua sisinya, lalu sematkan ujung-ujungnya menggunakan lidi atau tusuk gigi agar bungkusan rapat dan tidak terbuka saat dimasak.
- Kukus Nasi: Kukus bungkusan nasi selama 20 hingga 30 menit (jika menggunakan beras mentah, kukus hingga nasi matang). Jika menggunakan nasi matang, proses pengukusan ini bertujuan agar bumbu dan aroma daun sembukan meresap sempurna.
- Bakar Nasi (Opsional untuk Aroma Khas): Setelah dikukus, Nasi Kentut biasanya dibakar sebentar di atas bara api, grill pan, atau wajan datar dengan api kecil selama 5–10 menit. Proses pembakaran ini akan menghasilkan aroma smokydan wangi daun pisang yang sangat menggugah selera.
- Penyelesaian dan Penyajian
- Angkat dan Buka: Angkat Nasi Kentut dari tempat pembakaran/kukusan.
- Sajikan: Sajikan Nasi Kentut selagi hangat bersama lauk-pauk pendamping. Buka bungkusan daun pisang saat hendak disantap.
- Lauk Pelengkap: Tambahkan ayam goreng rempah, ikan teri goreng, dan sambal khas Medan sebagai pelengkap utama. Nasi Kentut yang siap saji akan berwarna sedikit kehijauan (dari daun sembukan) dan mengeluarkan aroma harum.
Tips Penting:
- Penggantian Daun Sembukan: Jika Anda kesulitan menemukan daun sembukan, resep ini tidak bisa sepenuhnya otentik. Aroma dan khasiat Nasi Kentut sangat bergantung pada daun ini.
- Kehigienisan: Pastikan daun sembukan dan daun pisang dicuci bersih, mengingat daun sembukan adalah tanaman liar.
- Teknik Membakar: Pembakaran adalah kunci utama untuk mengeluarkan aroma wangi maksimal dari daun pisang dan daun sembukan. Jangan bakar terlalu lama, cukup sampai daun pisang sedikit hangus dan layu.
Bukan Sekadar Rasa, Tapi "Obat" Tradisional
Keunikan Nasi Kentut tidak berhenti pada namanya yang provokatif, tetapi juga pada khasiatnya yang tak terduga. Daun sembukan (Paederia foetida) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai tanaman herbal.
Beberapa khasiat utamanya meliputi:
- Melancarkan Pencernaan: Daun ini terkenal efektif mengatasi perut kembung dan sembelit (konstipasi). Kandungan karminatifnya membantu mengeluarkan gas berlebih, ironisnya menjadi alasan penamaan "kentut" itu sendiri.
- Anti-inflamasi: Mengandung zat antiradang yang berpotensi membantu meredakan nyeri sendi.
- Mengobati Gangguan Perut: Secara tradisional digunakan untuk meredakan sakit perut, diare, hingga masalah pada lambung.
Dengan demikian, menyantap Nasi Kentut bagi sebagian masyarakat Medan adalah cara lezat untuk mengonsumsi obat tradisional. Tertarik mencicipi hidangan kontroversial yang lezat sekaligus berkhasiat ini?[*]
Editor : Hari Puspita