KUTA, radarbali.jawapos.com – Industri jasa boga di Pulau Dewata memasuki babak baru. Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) DPD Bali resmi menggandeng raksasa supplier PT Sukanda Djaya dan produsen alat dapur ternama asal Jerman, Rational, untuk memperkenalkan revolusi teknologi dapur modern.
Bertempat di Discovery Kartika Plaza, Sabtu (21/2), kolaborasi strategis ini bukan sekadar pameran alat masak. Acara yang dikemas dalam bingkai silaturahmi buka puasa bersama ini menjadi sinyal kesiapan Bali dalam menyongsong standar baru efisiensi dapur profesional, khususnya dalam mendukung program nasional pemerintah.
Dalam demonstrasi yang memukau, Chef Kris dari Rational membedah kecanggihan mesin iCombi Pro dan iVario. Melalui tangan dinginnya, ia menunjukkan bagaimana teknologi mampu memangkas waktu memasak secara signifikan tanpa mengurangi kualitas rasa dan nutrisi.
Senior Technical Sales Manager F&B Equipment PT Sukanda Djaya, Meliawati Djap, menegaskan bahwa inovasi ini adalah solusi bagi beban kerja para chef yang selama ini harus berjibaku dari pagi hingga malam.
"Para chef seringkali harus bekerja ekstra keras untuk persiapan (preparing). Dengan kehadiran mesin Rational, kami memberikan asisten cerdas di dapur yang membantu efisiensi kerja, kecepatan penyajian, dan konsistensi hasil," ungkap Meliawati.
Ketua APJI Bali, Inda Trimafo Yudha, menyampaikan bahwa momentum ini merupakan langkah konkret APJI dalam mendukung program pemerintah terkait Makan Bergizi Gratis (MBG).
APJI Bali secara resmi mengambil peran sebagai pelatih bagi para ketua dapur yang dikenal dengan Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG).
"Hari ini, APJI bersama para pengurus dan komunitas kuliner menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG. Kami berkomitmen menjadi mentor bagi para ketua dapur atau SPPG, agar standar gizi dan efisiensi produksi tetap terjaga," tegas Inda.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan supplier seperti Sukanda Djaya sangat krusial. "Tema hari ini adalah 'Buka Puasa Bareng APJI', namun esensinya adalah memperkuat ekosistem. Kami ingin memastikan pelaku boga di Bali siap secara teknologi dan SDM."
Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada meja perjamuan buka puasa. Ke depan, kolaborasi lintas sektor ini akan diproyeksikan untuk menyukseskan gelaran Bali Live Cooking 2026, sebuah ajang yang akan menjadi panggung inovasi berkelanjutan bagi para pelaku usaha jasa boga di Indonesia.
Dengan perpaduan teknologi Jerman yang presisi dan semangat gotong royong komunitas APJI, Bali siap membuktikan bahwa dapur masa depan adalah dapur yang cepat, sehat, dan berdaya saing global.*** (novian)
Editor : M.Ridwan