Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tempat Terbaik Menikmati Hujan Meteor Lyrids di Bali

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 22 April 2026 | 13:46 WIB
ilustrasi hujan meteor lyrids di langit Bali pada 21-25 April 2026.
ilustrasi hujan meteor lyrids di langit Bali pada 21-25 April 2026.

 

RADAR BALI - Fenomena alam yang menakjubkan, Hujan Meteor Lyrids, kembali menghiasi langit pada April 2026.

Peristiwa langit ini menjadi salah satu yang paling dinanti oleh para pecinta astronomi maupun masyarakat umum karena keindahannya dapat disaksikan langsung tanpa bantuan alat khusus seperti teleskop.

Hujan meteor terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu yang ditinggalkan oleh Komet Thatcher (C/1861 G1).

Saat partikel-partikel kecil tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, mereka terbakar dan menghasilkan cahaya terang yang tampak seperti garis-garis api melintas di langit malam.

Nama "Lyrids" diambil dari Lyra, rasi bintang yang menjadi titik radian atau pusat tampak munculnya meteor.

Meski berasal dari titik tersebut, meteor-meteor ini sebenarnya dapat melesat dan terlihat dari berbagai arah di seluruh penjuru langit.

Jadwal Puncak Hujan Meteor Lyrids 2026

Puncak fenomena ini diperkirakan terjadi pada Selasa (21/4) malam hingga Rabu (22/4). Diperkirakan sekitar 15-20 meteor akan terbakar pada saat puncak.  

Meski demikian, fenomena tersebut diyakini masih berlangsung hingga Sabtu (25/4) dini hari, meski jumlah meteor yang melintas tidak sebanyak pada saat puncak. 

Waktu pengamatan paling optimal adalah mulai tengah malam hingga menjelang fajar, saat rasi bintang Lyra sudah naik cukup tinggi di langit utara atau timur laut.

Rekomendasi Lokasi Pengamatan Terbaik di Bali

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, Anda memerlukan lokasi yang jauh dari polusi cahaya kota. Berikut adalah daftar tempat terbaik di Bali untuk menyaksikan Hujan Meteor Lyrids:

1. Wilayah Pegunungan dan Dataran Tinggi

Ketinggian menawarkan udara yang lebih tipis dan bersih, sangat ideal untuk astrofotografi.

Gunung Batur (Kintamani): Berada di ketinggian lebih dari 1.700 mdpl, lokasi ini menawarkan langit yang sangat gelap dengan minim gangguan cahaya lampu pemukiman.

Kecamatan Sidemen (Karangasem): Menyediakan suasana lembah yang tenang dengan polusi cahaya yang sangat rendah dibandingkan area Bali Selatan.

2. Wilayah Pesisir Timur dan Barat

Kawasan pesisir yang menghadap langsung ke laut lepas memberikan pandangan cakrawala yang luas.

Pantai Amed: Terkenal sebagai surga bagi pecinta bintang. Lokasinya di ujung timur Bali memberikan visibilitas sangat baik ke arah ufuk.

Bukit Asah (Desa Bugbug): Tempat favorit untuk berkemah. Anda bisa memarkir kendaraan dan mendirikan tenda di atas tebing yang menghadap laut lepas.

Taman Nasional Bali Barat (TNBB): Kawasan konservasi yang jauh dari pusat keramaian ini menjamin kondisi langit yang sangat pekat dan alami.

3. Kepulauan

Nusa Penida: Beberapa area di pantai selatan pulau ini memiliki polusi cahaya yang hampir nol, memungkinkan Anda melihat rona Bimasakti sekaligus meteor dengan mata telanjang.

Tips Menikmati Hujan Meteor Secara Maksimal

Agar tidak melewatkan momen langka ini, perhatikan beberapa tips berikut:

Cari Lokasi Minim Polusi Cahaya

Pilih tempat gelap seperti pegunungan atau pantai agar kontras cahaya meteor lebih terlihat jelas.

Adaptasi Mata

Hindari melihat layar ponsel atau lampu senter selama 20–30 menit sebelum pengamatan agar mata dapat beradaptasi dengan kegelapan total.

Amati Langit Secara Luas

Tidak perlu terpaku pada satu titik. Berbaringlah agar pandangan Anda bisa mencakup seluruh langit secara luas.

Pantau Kondisi Cuaca

Pastikan langit dalam kondisi cerah. Tutupan awan yang tebal akan menghalangi visibilitas meteor.

Hujan Meteor Lyrids merupakan salah satu fenomena langit tertua yang pernah dicatat sejarah manusia sejak ribuan tahun lalu.

Kehadirannya di tahun 2026 ini menjadi kesempatan emas untuk kembali mengagumi keajaiban alam semesta dari Pulau Dewata.***

Editor : Ibnu Yunianto
#april 2026 #hujan meteor lyrids #lokasi stargazing bali #astronomi #bali