Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

8 Cara Mengatasi Bau Tak Sedap di Dalam Rumah Akibat Hewan Peliharaan

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 7 Mei 2026 | 10:36 WIB
Rajin membuka jendela setiap pagi membantu mengurangi bau tak sedap akibat hewan peliharaan di rumah.
Rajin membuka jendela setiap pagi membantu mengurangi bau tak sedap akibat hewan peliharaan di rumah.

RADAR BALI - Memelihara hewan di dalam rumah sering kali menimbulkan tantangan berupa aroma tidak sedap yang menempel pada furnitur atau sudut ruangan.

Berikut adalah langkah-langkah efektif untuk menjaga kesegaran udara di rumah Anda:

1.Rutin Membersihkan Kandang dan Tempat Tidur

Cuci perlengkapan tidur hewan peliharaan setidaknya seminggu sekali menggunakan deterjen ramah hewan.

Pastikan kandang dibersihkan setiap hari dari sisa makanan dan kotoran agar bakteri penyebab bau tidak berkembang biak.

2. Gunakan Pembersih Berbasis Enzim

Untuk noda urine atau kotoran di karpet, hindari pembersih berbahan amonia karena aromanya mirip dengan urine hewan.

Pilihlah pembersih enzimatik yang mampu memecah molekul bau secara organik hingga ke serat terdalam.

3. Menjaga Kebersihan Tubuh Hewan

Mandikan anjing atau kucing secara teratur sesuai kebutuhan jenis rambutnya.

Selain memandikan, rutin menyisir rambut hewan dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan rambut rontok yang sering kali menjadi sumber bau di dalam ruangan.

letakkan arang aktif dan soda kue di sejumlah sudut rumah untuk menetralisir bau.
letakkan arang aktif dan soda kue di sejumlah sudut rumah untuk menetralisir bau.

4. Optimalkan Ventilasi dan Sirkulasi Udara

Buka jendela setiap pagi agar terjadi pertukaran udara segar.

Penggunaan air purifier dengan filter HEPA dan karbon aktif juga sangat efektif untuk menyerap partikel bulu serta menetralisir bau yang menggantung di udara.

5. Gunakan Bahan Alami Penyerap Bau

Letakkan wadah berisi soda kue atau arang aktif di area yang sering dikunjungi hewan.

Bahan-bahan alami ini berfungsi menyerap kelembapan dan aroma tidak sedap tanpa memberikan wewangian kimia yang menyengat bagi penciuman sensitif hewan.

6. Bersihkan Lantai dengan Cairan Karbol Wangi

Mengepel lantai secara rutin dengan cairan pembersih yang mengandung disinfektan membantu membunuh kuman.

Pastikan lantai benar-benar kering setelah dipel untuk mencegah bau apek akibat kelembapan tinggi.

Seringlah mencuci kain perabotan rumah karena cenderung menyimpan bulu binatang dan bakteri penyebab bau.
Seringlah mencuci kain perabotan rumah karena cenderung menyimpan bulu binatang dan bakteri penyebab bau.

7. Cuci Perabot Kain Secara Berkala

Gorden, sarung bantal sofa, dan karpet cenderung menyerap bau hewan dengan cepat.

Lakukan vakum pada perabot kain setiap dua hari sekali dan cuci secara menyeluruh setiap bulan untuk memastikan tidak ada aroma yang tertinggal.

8. Kelola Kotak Pasir (Litter Box) dengan Disiplin

Jika Anda memelihara kucing, buang gumpalan pasir setiap kali digunakan dan ganti seluruh pasir secara berkala.

Letakkan kotak pasir di area yang memiliki aliran udara baik namun tetap tersembunyi agar bau tidak menyebar ke ruang utama.***

Editor : Ibnu Yunianto
#tips perawatan anjing #kebersihan rumah #bau hewan peliharaan #tips perawatan kucing #air purifier hewan